Comscore Tracker

Kasus Dugaan Penghinaan Gus Nur ke NU Masuk ke Bareskrim

Ditangani oleh Direktorat Siber

Jakarta, IDN Times - Polri merespons terkait kasus ustaz Sugi Nur Raharja alias Gus Nur, yang dilaporkan Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Cirebon Azis Hakim ke Bareskrim Polri, terkait kasus dugaan penghinaan pada Pengurus Besar NU (PBNU). 

"Hari ini (pengaduan) masih (ada) di Robinops Polri, akan disalurkan (dilimpahkan) ke Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim. Pada intinya, masih berproses," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono di Mabes Polri, Kamis (22/10/2020).

1. Gus Nur terjerat UU ITE

Kasus Dugaan Penghinaan Gus Nur ke NU Masuk ke BareskrimKepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol. Awi Setiyono (Dok. Humas Polri)

Awi menjelaskan kasus ini berkenaan dengan Pasal 27 ayat (3) dan Pasal 28 ayat (2), Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Kasus ini tengah ditangani  Dittipidsiber Bareskrim Polri. Gus Nur bisa terancam dengan kurungan pidana empat dan enam tahun penjara.

“Siber juga sudah menunggu, tentunya akan diproses nanti, laporan yang terkait penghinaan ujaran kebencian terhadap beberapa pengurus NU," kata dia.

2. Masih dalam proses administrasi

Kasus Dugaan Penghinaan Gus Nur ke NU Masuk ke BareskrimGus Nur (kiri) saat berbincang dengan Refly Harun. Screenshoot YouTube/Refly Harun

Awi mengatakan kasus ini masih dalam proses administrasi, dan rencananya jika tuntas pada hari ini, akan dilimpahkan ke Direktorat  Siber.

"Bagaimana perkembangannya, nanti sama-sama kira tunggu," kata dia.

Pengaduan terkait video pernyataan Gus Nur yang viral itu terdaftar dengan Nomor LP/B/02596/X/2020/Bareskrim tertanggal 21 Oktober 2020. 

3. Gus Nur sebut NU layaknya bus umum

Kasus Dugaan Penghinaan Gus Nur ke NU Masuk ke BareskrimSugi Nur Raharja alias Gus Nur (ANTARA Jatim/Willy Irawan)

Ucapan Gus Nur dalam tayangan video itu berisi narasi yang mengumpamakan NU seperti bus umum yang sopirnya mabuk, kondekturnya teler, kernetnya ugal-ugalan, serta penumpangnya kurang ajar, sehingga kesucian NU tak ada lagi.

Sekretaris LBH Ansor Pati Luqmanul Hakim menjelaskan penghinaan pada NU bukan kali pertama, karena Gus Nur juga pernah mendapat vonis 18 bulan penjara dari Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya, dan pengajuan bandingnya di Pengadilan Tinggi Jawa Timur ditolak.

"Kami berharap dengan adanya kasus yang sama saat ini, dapat memperberat vonis pada proses hukum di tingkat kasasi," ujar dia seperti dikutip dari ANTARA, Kamis (22/10/2020).

Topic:

  • Lia Hutasoit
  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya