Kasus Lukas Enembe: KPK Blokir Rekening Gendut Rp76,2 M

KPK juga menyita sejumlah aset

Jakarta, IDN Times - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Firli Bahuri, menyatakan Tim penyidik telah memeriksa 76 orang saksi terkait perkara dugaan kasus penerimaan suap dan gratifikasi proyek infrastruktur di Papua senilai Rp1 miliar, yang menjerat Gubernur Papua Lukas Enembe. Pihaknya juga sudah menggeledah enam tempat di daerah Papua, Jakarta, Sukabumi, Bogor, Tangerang dan Batam.

Firli menyatakan pihaknya juga telah melakukan tindakan penyitaan aset. Selain itu, rekening gendut yang berisikan uang sejumlah Rp76,2 miliar telah diblokir.

"Penyitaan aset antara lain berupa emas batangan, perhiasan emas dan kendaraan mewah dengan nilai sekitar Rp4,5 miliar. KPK juga telah memblokir rekening dengan nilai sekitar Rp76,2 miliar," kata Firli di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Rabu (11/1/2024).

Lukas ditangkap saat sedang makan di sebuah restoran dan langsung dibawa ke Mako Brimob Kotaraja untuk kemudian diterbangkan menuju Jakarta pada Selasa (10/1/2023).

Penangkapan juga berujung kericuhan di Papua. Massa pendukung Lukas melalukan penyerangan terhadap markas Mako Brimob Kotaraja. Dalam insiden itu, satu orang tewas ditembak, sementara dua lainnya luka-luka.

Baca Juga: Lukas Enembe Ditangkap, Sekolah-sekolah di Jayapura Libur 2 Hari

Topik:

  • Satria Permana

Berita Terkini Lainnya