Comscore Tracker

Kendala Normalisasi Sungai, Wagub DKI: Pembasan Lahan Tak Murah

Anggaran hingga sengketa lahan juga jadi kendala

Jakarta, IDN Times - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan kendala dalam upaya normalisasi sungai untuk mengantisipasi banjir. Menurutnya, masalah utama adalah pembebasan lahan.

Ia membantah normalisasi sungai di Jakarta tak berjalan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, kata Riza, dalam menangani banjir bekerja dengan sejumlah tahapan.

"Bukan gak terwujud, semua ada tahapannya. Pembebasan lahan tidak murah. Bebaskan lahan di Jakarta dengan di Ciawi, di Sukabumi, ya, beda. Bebaskan lahan dan waduk Ciawi, Sukabumi kurang lebih Rp1,3 triliun dapat waduk besar. Angka sebesar itu buat pembebasan lahan di Jakarta ya tidak cukup," ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (5/3/2021) malam.

1. Anggaran yang terbatas

Kendala Normalisasi Sungai, Wagub DKI: Pembasan Lahan Tak Murah(Pekerja dengan alat berat mengeruk endapan sampah bercampur lumpur di Sungai Ciliwung kawasan Kampung Melayu, Jakarta) ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Baca Juga: Polemik Normalisasi Sungai, DKI Bantah Hapus Program dari RPJMD

Riza mengatakan Pemprov DKI Jakarta juga menghadapi masalah terkait anggaran yang terbatas. Setiap tahunnya, anggaran yang tersedia untuk normalisasi ada sebanyak Rp2 triliun.

"Kedua masalah anggarannya, kami kan punya keterbatasan," ungkap dia.

Padahal, ia mencontohkan pembebasan lahan untuk normalisasi di aliran Sungai Ciliwung saja hingga tahun 2024, Pemprov DKI sudah merogoh kocek hingga Rp5 triliun. Belum sungai-sungai lainnya.

"Itu artinya lebih dari 20 persen belanja modal yang nilainya Rp9-10 triliun," kata Riza.

2. Sengketa lahan yang masih kerap terjadi

Kendala Normalisasi Sungai, Wagub DKI: Pembasan Lahan Tak Murah(Pekerja dengan alat berat mengeruk endapan sampah bercampur lumpur di Sungai Ciliwung kawasan Kampung Melayu, Jakarta) ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Selain itu, Riza juga mengungkapkan ada masalah lain yang timbul dari pembebasan lahan. Masalah tersebut yakni sengketa lahan yang memerlukan waktu untuk penyelesaiannya.

"Satu masalahnya banyak yang bersengketa, masih di pengadilan, perlu waktu, kita kan negara hukum," ujar Riza.

Ia mengungkapkan banyak kasus yang ditemui di lapangan, masyarakat menggugat hingga mengintervensi proses pembebasan lahan untuk normalisasi sungai.

3. Sudah ada 7,6 kilometer lahan di tepian Ciliwung yang bebas

Kendala Normalisasi Sungai, Wagub DKI: Pembasan Lahan Tak MurahIDN Times/Aldila Muharma

Walaupun demikan, Riza menegaskan pihaknya berkomitmen dan konsisten untuk mengendalikan banjir di Ibu Kota. Dia mengatakan penanganan banjir saat ini sudah lebih baik dari sebelumnya.

“Kami ingin melakukan percepatan pembebasan normalisasi, naturalisasi waduk, dan sebagainya,” ucap Riza.

Riza melaporkan, pada 2019-2020, DKI Jakarta sudah melakukan pembebasan lahan sepanjang 7,6 kilometer di tepi Sungai Ciliwung dan siap dipasang dengan sheet pile beton.

Baca Juga: Kadis SDA DKI Baru Beberkan Strategi Pengendalian Banjir Jakarta

Topic:

  • Lia Hutasoit
  • Jihad Akbar

Berita Terkini Lainnya