Comscore Tracker

Kisruh Revitalisasi, Begini Cerita Monas Dulu Bekas Lapangan Kerbau

Kawasan Monas dulunya juga kompleks elite

Jakarta, IDN Times - Kisruh revitalisasi Monumen Nasional (Monas) dan masalah banjir Jakarta kini masih menjadi perbincangan hangat. Revitalisasi yang dicanangkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dianggap bermasalah, mulai dari masalah perizinan hingga penebangan 191 pohon di jantung ibu kota itu.

Bicara Monas, tempat tersebut ternyata memiliki sejarah panjang. Sejarawan Hendaru Tri Hanggoro menceritakan, bagaimana seluk-beluk Monas hingga bisa berdiri megah seperti sekarang ini. Bagaimana sejarahnya masa lalu lokasi sebelum ada Monas?

1. Monas dulunya adalah lapangan kerbau

Kisruh Revitalisasi, Begini Cerita Monas Dulu Bekas Lapangan KerbauProyek revitalisasi Monas (IDN Times/Gregorius Aryodamar P)

Kawasan Monas dulunya adalah sebuah padang rumput, yang dijadikan tempat kerbau mencari makanannya. Kala itu, disebut sebagai Buffelsveld atau lapangan kerbau. Gambaran kawasan Monas saat itu ada dalam lukisan karya E Hardouin pada pertengahan abad ke-19.

Hendaru menjelaskan Buffelsveld kala itu perlahan berubah seiring perpindahan pusat pemerintahan Kota Batavia ke arah selatan, yakni ke Weltevreden pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels (1808-1811).

Baca Juga: Setneg Larang Anies Gelar Formula E di Dalam Monas

2. Gubernur Daendels menjadikan Buffelsveld lapangan militer

Kisruh Revitalisasi, Begini Cerita Monas Dulu Bekas Lapangan KerbauIlustrasi (Instagram.com/tentara_nasionalindonesia)

Buffelsveld mulai bertransformasi. Mulai berdiri sejumlah rumah dan bangunan, hingga lapangan militer yang dulunya tempat kerbau dan penggembalanya berlalu-lalang. Buffelsveld berubah dari padang rumput hijau seluas 1 x 0,85 kilometer menjadi lapangan militer.

Gubernur Daendels yang kala itu hanya memerintah Batavia selama tiga tahun karena harus kembali ke Prancis, membuat posisi Batavia mulai terombang-ambing, hingga jatuh ke tangan pemerintah Inggris.

3. Lapangan militer berubah menjadi Koningsplein, setelah kekuasaan jatuh ke tangan Inggris

Kisruh Revitalisasi, Begini Cerita Monas Dulu Bekas Lapangan KerbauProyek revitalisasi Monas (IDN Times/Gregorius Aryodamar P)

Setelah kekuasaan Belanda jatuh ke Inggris, Batavia dipimpin Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles. Di tangan Raffles, lapangan militer tersebut berubah menjadi Koningsplein atau lapangan raja.

Alwi Shihab dalam bukunya Betawi: Queen of The East, menuliskan daerah sekitar Koningsplein kala itu berdiri rumah-rumah pejabat yang disebut Rijwijk atau kini menjadi Istana Negara.

Barulah, setelah kemerdekaan Indonesia, Koningsplein berubah nama menjadi Lapangan Merdeka.

“Lalu di tengah-tengah lapangan itulah dibangun Monas pada 1960-an,” kata Hendaru, kepada IDN Times, Rabu (5/2).

4. Monas lahir dari gagasan Presiden Sukarno

Kisruh Revitalisasi, Begini Cerita Monas Dulu Bekas Lapangan KerbauPresiden pertama RI Sukarno (Repro Buku Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat)

Gagasan pembangunan Monas muncul dari Presiden pertama RI Sukarno. Penulis buku-buku biografi dan sejarah Adolf Heuken dan Solichin mencatat, Bung Karno ingin membangun sebuah bangunan di Jakarta demi mengekalkan perjuangan bangsa Indonesia dalam memperoleh kemerdekaan.

“Presiden Sukarno sudah memikirkan membangun sesuatu yang monumental seperti Menara Eiffel (Paris). Menara Eiffel tinggi menjulang, melambangkan kebesaran dan pencapaian bangsa Prancis,” kata Hendaru.

Sukarno menginginkan pembangunan monumen tersebut dibangun di sebuah tempat yang heroik. Tempat semacam itu ada di Lapangan Merdeka atau saat kemerdekaan awal-awal disebut Lapangan Ikada.

“Karena Lapangan Ikada pernah menjadi tempat bagi rakyat Indonesia untuk menunjukkan dukungannya kepada kemerdekaan Indonesia,” kata dia.

5. Monas jadi fungsi pengekal ingatan perjuangan

Kisruh Revitalisasi, Begini Cerita Monas Dulu Bekas Lapangan KerbauMonas (IDN Times/Cindi Nopitasari)

Namun versi lainnya mengatakan Monas berasal dari gagasan Sarwoko Martokoesoemo yang menurut Gubernur Jakarta 1953-1960 Sudiro, gagasan Monas melambangkan semangat perjuangan rakyat Indonesia. Kini Monas memiliki fungsi sebagai pengekal ikatan tentang perjuangan bangsa.

“Jadi dari mana bangsa ini berasal dan mau ke mana, itu bisa terlihat di Monas,” ujar Hendaru.

https://www.youtube.com/embed/2hG7xPzO6OY

Baca Juga: Cerita Pemenang Sayembara Revitalisasi Monas: Tak Ada Penebangan Pohon

Topic:

  • Lia Hutasoit
  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya