Comscore Tracker

Lempar-Lemparan Isu Mal Buka di DKI Jakarta, Anies VS Asosiasi

#NormalBaru dan #HidupBersamaCorona

Jakarta, IDN Times - Jelang new normal atau #NormalBaru sejumlah pemimpin daerah tengah menyiapkan banyak hal. Berbagai sektor juga sudah merapikan barisan untuk bisa #HidupBersamaCorona, salah satunya adalah pusat perbelanjaan.

Namun, setelah santer diberitakan mall atau pusat perbelanjaan akan dibuka, Gubernur DKI Jakarta malah mengatakan hal itu imajinasi dan fiksi belaka.

"Kalau saat ini ada yang mengatakan mal akan buka 5 Juni, mal buka 7 (Juni) itu imajinasi, itu fiksi. Karena belum ada aturan mana pun yang mengatakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) diakhiri," kata Anies.

1. Pernyataan bahwa mal di Jakarta akan buka pada 5 Juni

Lempar-Lemparan Isu Mal Buka di DKI Jakarta, Anies VS AsosiasiIDN Times/Dimas Fitra Dirgantara

Isu dibukanya kembali pusat perbelanjaan di Jakarta, mulai santer diberitakan sejak adanya pernyataan Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Dewan Pengurus Daerah (DPD) DKI Jakarta Ellen Hidayat, yang mengatakan mal akan siap dibuka setelah masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta berakhir.

"Mal mulai dibuka sesudah PSBB selesai, mulai 5 Juni mal bisa mulai buka," kata Ellen kepada IDN Times, Kamis (21/5).

2. Anies belum terima rujukan atau surat dari pemerintah pusat soal aturan pembukaan mal

Lempar-Lemparan Isu Mal Buka di DKI Jakarta, Anies VS AsosiasiGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam program Ngobrol Seru by IDN Times, Sabtu (23/5).

Jauh sebelum ungkapan Anies yang mengatakan mal akan dibuka pada 5 Juni mendatang, dan menyebutnya sebagai imajinasi. Dia mengatakan bahwa hal itu masih sebatas isu.

Aturan terkait pembukaan mal, kata Anies, kala itu masih berupa perencanaan yang belum menjadi policy atau aturan resmi.

"Belum (akan buka), kalau cuma slide beredar, ya belum policy itu namanya," ujar Anies dalam program Ngobrol Asik bersama IDN Times, Sabtu (23/5).

Alasannya, Anies juga belum pernah memutuskan aturan terkait masalah ini, dan dia juga kala itu belum menerima rujukan atau surat dari pemerintah pusat terkait perihal tersebut.

"Karena saya banyak ditanya, wong yang memutuskan itu pemerintah provinsi, dan kami belum pernah memutuskan apa-apa," ujar dia.

Baca Juga: Fraksi PKS DPRD DKI: New Normal di Jakarta Bisa Jadi Bom Waktu

3. APPBI akhirnya bantah mal buka 5 Juni

Lempar-Lemparan Isu Mal Buka di DKI Jakarta, Anies VS AsosiasiSituasi Mal Taman Anggrek setelah beroperasi kembali, Kamis (23/1). (IDN Times/Dimas Fitra Dirgantara)

Kemudian pada Rabu (27/5) seperti dilansir Antara, APPBI mengatakan mereka sedang menunggu keputusan pemerintah daerah untuk bisa membuka kembali pusat perbelanjaan.

Ketua Umum APPBI Stevanus Ridwan juga mengoreksi bahwa pihaknya hanya mendata mal yang siap buka saat PSBB Jakarta usai.

"Yang di DKI itu maksudnya melakukan persiapan supaya nanti kalau misal PSBB 4 Juni tidak diperpanjang, kita ready untuk buka. Siapa yang siap, yang ada di daftar itu bukannya kita mau buka 5 Juni, itu persiapan saja," kata Stevanus.

4. Isu mal buka juga terjadi di Bekasi

Lempar-Lemparan Isu Mal Buka di DKI Jakarta, Anies VS AsosiasiDok. Agus Suparto

Tak sampai di situ, klaim-klaim pembukaan mal juga lagi-lagi mendadak diberitakan semenjak kedatangan Presiden Joko "Jokowi" Widodo ke salah satu mal di Bekasi, Jawa Barat.

Kedatangan Jokowi ke Bekasi adalah untuk meninjau kesiapan Bekasi menuju kenormalan baru. Dia mengatakan kurva virus corona di Bekasi, Jawa Barat sudah mulai bagus, skala R0 atau nomor reproduksi dasar virus corona di Bekasi kini telah berada di bawah 1.

"Seperti di Bekasi ini sudah di bawah 1, sudah bagus," kata Jokowi di Mal Summarecon, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (26/5).

5. Mal di Bekasi baru akan buka setelah PSBB Jakarta usai

Lempar-Lemparan Isu Mal Buka di DKI Jakarta, Anies VS AsosiasiWali Kota Bekasi Rahmat Effendi (IDN Times/Fitang Budhi Adhitia)

Sinyal dibukanya mal di Jakarta juga diluruskan Wali kota Bekasi Rahmat Effendi yang mengatakan pihaknya baru bisa membuka mal di Bekasi saat PSBB Jakarta usai, atau tepatnya pada 4 Juni 2020.

"Mal gak boleh dulu. Yang terbatas, makan, kebutuhan bahan pokok. Kalau pun harus buka, minimal 4 (Juni), karena DKI 4 Juni (selesai PSBB)," kata dia di Mal Summarecon Kota Bekasi, Selasa (26/5).

Hal tersebut dilakukan agar warga Jakarta tidak mengunjungi mal di Bekasi.

6. Pemprov DKI tetap melakukan persiapan jelang new normal

Lempar-Lemparan Isu Mal Buka di DKI Jakarta, Anies VS AsosiasiGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan pemantauan akses masuk ke Jakarta (Dok. Humas DKI Jakarta)

Walaupun begitu, Anies mengatakan, pihaknya sedang menyiapkan protokol kesehatan di sejumlah aspek kehidupan. Sehingga, saat PSBB Jakarta tidak lagi diperpanjang, semua persiapan telah rampung.

"Bila perilaku seluruh masyarakat menahan diri, kemudian tingkat reproduksi virusnya turun di bawah 1, maka kita bisa berakhir (PSBB) tanggal 4 (Juni)," kata dia.

7. Pemerintah sedang menyiapkan skenario menuju era normal baru

Lempar-Lemparan Isu Mal Buka di DKI Jakarta, Anies VS AsosiasiDok. Biro Pers Kepresidenan

Presiden Joko "Jokowi" Widodo mengatakan pemerintah akan segera memulai skenario new normal atau normal baru. Namun, penerapan penormalan baru itu tidak dilakukan secara serentak, melainkan akan dimulai dari wilayah-wilayah yang dianggap sudah aman atau penyebaran virus corona semakin turun.

"Kita mulai untuk tatanan baru ini, kita coba di beberapa provinsi, kabupaten dan kota yang memiliki R0 di bawah satu, dan juga pada sektor-sektor tertentu yang kita lihat di lapangan bisa melakukan, mengikuti tatanan normal baru yang ingin kita kerjakan," kata Jokowi dalam rapat terbatas yang disiarkan langsung di channel YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (27/5).

Rencananya, pemerintah akan melakukan lima tahapan dalam kebijakan kenormalan baru yakni mulai dari pembukaan sektor bisnis dan industri, pasar dan mal, sekolah dan tempat kebudayaan, restoran dan tempat ibadah, hingga beroperasinya seluruh kegiatan ekonomi secara normal.

#NormalBaru merupakan tatanan kehidupan baru, di mana masyarakat harus #HidupBersamaCorona. Tatan baru ini menjadi pilihan agar aktivitas kehidupan tetap berjalan di tengah pandemik virus corona, dengan tetap menjalankan protokol kesehatan sesuai rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), agar terhindar dari virus mematikan itu.

Protokol kesehatan tersebut seperti memakai masker di tempat keramaian, menjaga jarak di fasilitas umum, rajin mencuci tangan, mengonsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, dan menjaga kondisi kesehatan tubuh agar tidak mudah terserang virus corona.

Baca Juga: Masuk Jakarta Tanpa Membawa SIKM, 2.898 Pengendara Diputar Balik

Topic:

  • Lia Hutasoit
  • Rochmanudin
  • Jumawan Syahrudin

Berita Terkini Lainnya