Comscore Tracker

Tak Ada Ampun Buat Kafe yang Nakal Selama PPKM

Buntut dari kasus penembakan di Kafe Cengkareng

Jakarta,IDN Times - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, banyak tempat yang berusaha menyiasati aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro.

Salah satu caranya adalah membuka kembali tempat usaha setelah batas jam PPKM. Hal ini merupakan respons Riza terkait kasus penembakan oleh aparat kepolisian berinisial CS di kafe di Kawasan Cengkareng, Jakarta Barat pada pada Kamis (25/2/2021) pukul 04.30 WIB.

"Jadi, memang kami dapat informasi ada tempat-tempat yang mencoba menyiasati PPKM mikro ini, bagaimana caranya tutup pukul 21.00 WIB. Mereka tutup dulu tuh, ketika razia-razia nanti dimulai. Baru, buka lagi pukul 00.00 atau 23.00 WIB," kata dia di Jakarta, Jumat (26/2/2021).

Baca Juga: Kronologi Bripka CS Tembak Prajurit TNI dan Pegawai Kafe di Cengkareng

1. Minta masyarakat ikut adukan jika ada tempat usaha nakal

Tak Ada Ampun Buat Kafe yang Nakal Selama PPKMIlustrasi Restoran/Cafe di London, Inggris (IDN Times/Anata)

Melihat adanya kondisi ini, Riza menegaskan pihaknya bakal memberikan sanksi lebih berat dan memeriksa tempat usaha yang melakukan tindakan nakal tersebut.

Riza meminta agar masyarakat bisa bekerja sama dalam mengawasi tempat-tempat yang melanggar PPKM karena jumlah aparat terbilang kurang memadai.

"Kami sudah perintahkan jajaran untuk melakuan pengecekan. Tentu, kami memiliki keterbatasan aparat. Maka dari itu, kami mohon dukungan dari masyarakat, siapa pun, termasuk teman-teman media, tinggal di WhatsApp atau sms mau langsung ke Pak Gubernur, Wagub, polisi, Walikota, Satpol PP, siapa saja. Boleh juga difoto, nanti kami tindak," kata dia.

2. Satpol PP bakal tutup kafe tempat penembakan terjadi

Tak Ada Ampun Buat Kafe yang Nakal Selama PPKMKepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin (Dok. Humas Pemprov DKI Jakarta)

Diberitakan sebelumnya, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta, Arifin, menyatakan pihaknya akan menutup kafe di RT 12 RW 04, Kelurahan Cengkareng Barat, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, yang menjadi tempat penembakan anggota polisi Bripka CS.

Aksi koboi ini menewaskan tiga orang yakni seorang prajurit TNI AD dan dua pegawai kafe.

"Sudah ada dalam aturannya (Pergub Nomor 3 Tahun 2021). Nanti, kami lakukan penutupan," kata dia kepada awak media, Kamis (25/2/2021).

Baca Juga: 5 Fakta Aksi Koboi Bripka CS Tewaskan Anggota TNI dan Pegawai Kafe

3. Penembakan terjadi karena Bripka CS enggan bayar minuman di Kafe

Tak Ada Ampun Buat Kafe yang Nakal Selama PPKMIlustrasi Minuman Beralkohol (IDN Times/Arief Rahmat)

Untuk diketahui, aksi koboi dilakukan seorang anggota Polsek Kalideres, Jakarta Barat, Bripka CS pada Kamis (25/2/2021) pukul 04.30 WIB di sebuah kafe di Cengkareng, Jakarta Barat. Total ada tiga orang meninggal dalam insiden itu, antara lain seorang prajurit TNI AD dan dua pegawai kafe.

"Benar terjadi kasus penembakan yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia," kata Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Ady Wibowo, saat dikonfirmasi IDN Times, Kamis (25/2/2021).

Ady menjelaskan kronologi peristiwa tersebut bermula saat Bripka CS datang bersama seorang temannya ke kafe pukul 02.00 WIB dan memesan minuman.

"Karena kafe hendak tutup dan pelanggan lain sudah membubarkan diri, lalu pelaku ditagih pesanan minumannya sebesar Rp3.335.000, namun korban tidak mau membayar," kata dia.

Bripka CS sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat dengan Pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atau KUHP.

Baca Juga: Kapolri Perketat Pemakaian Senjata Api Buntut Aksi Koboi Bripka CS

Topic:

  • Satria Permana

Berita Terkini Lainnya