Comscore Tracker

Yazella Agustin, Srikandi Angkatan Laut Yang Gemar Terjun Payung

Sejak kecil Yazella bercita-cita memegang awan

Jakarta, IDN Times - Berbagai atraksi memeriahkan peringatan Hari Kartini di Silang Monas, Jakarta, pagi ini. Atraksi itu di antaranya motor gede, bela diri, hingga terjun payung.

Aksi yang dilakukan wanita-wanita hebat ini menghibur para hadirin apel bersama yang dihadiri Presiden Joko 'Jokowi' Widodo. Serda TTU/W Yazella Agustin satu di antara penerjun payung itu.

1. Yazella, TNI AL muda asal Tanah Minang

Yazella Agustin, Srikandi Angkatan Laut Yang Gemar Terjun PayungIDN Times/Linda Juliawanti

Anggota TNI Angkatan Laut asal Padang, Sumatera Barat, ini baru berusia 21 tahun. Namun prestasinya patut diacungi jempol. Dalam kesempatan itu, dia terjun bersama 35 penerjun wanita lainnya dan hanya membutuhkan dua hari sebagai persiapannya.

"Yang hari ini free landing dari ketinggian 5.000 kaki, terbangnya dari Bandara Halim Perdanakusuma. Persiapan hari ini cuma dua hari, kemarin banget gladi sama pelaksanaan hari ini," ujar Yazella saat berbincang dengan IDN Times usai terjun payung, Rabu (25/4). 

2. Merasakan beratnya pelatihan sebelum terjun payung

Yazella Agustin, Srikandi Angkatan Laut Yang Gemar Terjun PayungIDN Times/Linda Juliawanti

Sebelum benar-benar dipercaya terjun payung bersama puluhan penerjun wanita lainnya pada acara ini, Yazella harus mengikuti berbagai pelatihan, di antaranya berlatih keseimbangan.

"Melatih keseimbangan itu perlu waktu lama. Saya sebelumnya latihan di Surabaya, jadi ada sekolah penerjun selama tiga bulanan, baru bisa ikut terjun," ujar wanita yang saat ini tinggal di Asrama Kowal Tanah Abang, Jakarta Pusat ini.

Selain keseimbangan, komunikasi juga merupakan hal yang penting dalam terjun payung demi kelancaran pendaratan.

"Perempuan yang di atas dan komando dari bawah saling komunikasi. Ini kan kita melihat sasarannya itu, dari atas pesawat bisa melihat. Terus dari bawah kita kontekan sama yang di atas, jadi bisa pas gitu (pendaratannya)," ucap Yazella.

Baca juga: Pendaki Perempuan Ucapkan Selamat Hari Kartini dari Kaki Everest

3. 110 kali terjun payung, paling berkesan lakukan aksi di hadapan Presiden

Yazella Agustin, Srikandi Angkatan Laut Yang Gemar Terjun PayungIDN Times/Linda Juliawanti

Pengalaman pertama Yazella terjun payung di Surabaya, Jawa Timur, pada 2017. Kini, dia sudah ratusan kali terjun payung.

"Loncat itu sudah 110 kali. Kalau terjun untuk atraksi bisa untuk olahraga juga bisa, kalau ada demo begini juga kita ikut, saya juga beberapa kali ikut kejuaran," kata perempuan murah senyum itu. 

Dari ratusan kali dijatuhkan di atas ketinggian hingga mendarat dengan selamat, pengalaman Yazella paling berkesan adalah ketika beraksi di hadapan Presiden Jokowi.

"Momen paling menyenangkan dalam hidup itu landing di depan Presiden. Dua kali waktu HUT TNI di Cilegon sama hari ini, itu sih jadi momen paling menyenangkan sih dalam hidup aku," ucap dia dengan tatapan mata berbinar.

4. Melawan rasa takut ketika pertama kali terjun

Yazella Agustin, Srikandi Angkatan Laut Yang Gemar Terjun PayungIDN Times/Linda Juliawanti

Meski bukan kali pertama terjun bagi Yazella, rasa takut tetap muncul. Namun, dia selalu melawan ketakutan itu, karena semua akan terbayarkan jika sudah terbang di atas awan.

"Rasanya itu takut ya waktu pertama jali terjun. Sekarang juga masih sering takut kalau mau loncat. Tapi harus dihadapi, karena kalau sudah di awan itu sudah gak ada rasa takut lagi dan seneng, enak gitu," kata dia.

5. Mimpi menyentuh awan yang kini dapat terwujud

Yazella Agustin, Srikandi Angkatan Laut Yang Gemar Terjun PayungIDN Times/Linda Juliawanti

Yazella memutuskan menjadi anggota TNI AL pada 2015 lalu. Alasan dia masuk menjadi prajurit TNI karena dia menyukai pekerjaan yang menantang. 

"Saya sebenarnya gak suka pekerjaan yang biasa-biasa gitu. TNI itu pekerjaan yang beda dan kebanggaan sendiri. Jadi emang cita-cita dari dulu. Akhirnya aku daftar AL, Alhamdulillah masuk. Jadi TNI baru dua tahunan, masih junior, kalau yang lain ada yang lima tahunan," ujar dia, tertawa.

Ketika mendapat kesempatan menjadi penerjun, Yazella tanpa pikir panjang, langsung menerimanya.

"Dari dulu emang keinginan aku pengen megang awan. Ini cita-cita kecil aku kesampaian gitu, akhirnya bisa megang awan juga," tutur dia.

Kesulitan kerap ia temukan, tapi bukan hambatan bagi Yazella untuk terus melanjutkan masa baktinya demi mengabdi pada bangsa dan negara. Yazella belum diperbolehkan menikah selama tiga tahun.

Baca juga: Hadiri Peringatan Hari Kartini, Kapolri Ingin Kuota Polwan di Polri 40 persen

 

Line IDN Times

Topic:

Just For You