Comscore Tracker

Fasilitas Mudik Kurang Ramah Terhadap Disabilitas

Mengapresiasi niat baik pemerintah

Jakarta, IDN Times – Rubini (37) dan Catur Sigit (36) sekali lagi mendapatkan kesempatan pulang ke kampung halaman dengan mengikuti program mudik yang diadakan PT Bank Mandiri Syariah. Mudik dengan nyaman merupakan sesuatu yang tidak mudah buat mereka.

Sebab Rubini dan Catur harus menggunakan kursi roda, membuat ruang gerak mereka menjadi terbatas. Keduanya memerlukan fasilitas mudik dengan akses untuk penyandang disabilitas. Program yang digelar Bank Mandiri Syariah membuat mereka dapat menempuh perjalan ke Kebumen dengan nyaman.

Program Mudik Ramah Anak dan Disabilitas (MRAD) ini merupakan wujud dari pemenuhan hak kaum disabilitas yang selama ini diperjuangkan. “Mudik disabilitas adalah rangkaian MRAD yang bertujuan untuk advokasi hak-hak disabilitas. Mudik meruapakan salah satu medianya,” tutur Ilma Sovri selaku penggagas program ini.

1. Persiapan mudik semakin matang setiap tahun 

Fasilitas Mudik Kurang Ramah Terhadap Disabilitas IDN Times/Margith Juita Damanik

Rubini merasa setiap tahun persiapan untuk kegiatan mudik disabilitas ini semakin matang. Terlihat dari fasilitas yang digunakan terus diperbaiki. Mudik disabilitas ini merupakan kali ketiga yang diikuti Rubini.

Jika pada tahun pertama kendaraan yang digunakan masih berbentuk mobil dengan kapasitas 6-7 orang per mobilnya, tahun ini kendaraan yang digunakan berupa bus akses. “Jadi lebih lega,” kata Rubini.

Tahun ini disediakan pula fasilitas toilet portable yang dapat digunnakan pemudik disabilitas. Program ini menjawab keinginan besar Rubini dapat kembali ke kampung halaman. “Pengen banget mudik tapi transportasi yang akses kan terbatas,” katanya saat dihubungi IDN Times.

2. Mudik dengan fasilitas yang ramah disabilitas  

Fasilitas Mudik Kurang Ramah Terhadap Disabilitas IDN Times/Margith Juita Damanik

Mudik yang diikuti Rubini dan Catur ditunjang dengan bus akses. Pada dasarnya bus ini sama seperti bus-bus pada umumnya, hanya saja kursi penumpang dilepas dari tempatnya. “Jadi kita gak harus pindah ke kursi penumpang dari kursi roda,” kata Rubini.

Selain itu disediakan juga kasur bagi para pemudik disabilitas. Fasilitas satu ini memungkinkan pemudik disabilitas yang tidak bisa duduk dalam waktu yang lama untuk rebahan dan tetap melanjutkan perjalanan dengan nyaman.

“Toilet portabelnya juga bisa di akses bisa untuk disabilitas,” tutur Catur. Meski demikian Catur menyayangkan toilet portable yang disediakan masih belum mengikuti ketentuan yang diatur. Meski demikian, Catur sangat mengapresiasi usaha yang dilakukan hingga fasilitas ini ada dan dapat digunakan dengan nyaman.

3. Belum puas terhadap pelayanan dan fasilitas  

Fasilitas Mudik Kurang Ramah Terhadap Disabilitas IDN Times/Margith Juita Damanik

“Belum puas,” kata Rubini saat ditanya apakah ia merasa puas dengan fasilitas yang ada untuk disabilitas dalam masa mudik ini. Fasilitas yang umumnya dikritisi oleh Rubini merupakan fasilitas umum yang ditemui di rest area.

“Toilet di tempat umum yang akses, Musola untuk salat, itu penting,” tutur Rubini. Fasilitas ini menurutnya akan sangat berguna juga untuk digunakan di luar momentum lebaran. “Berharap pemerintah menyediakan satu gerbong khusus di kereta untuk disabilitas,” kata Rubini lagi.

Pendapat sedikit berbeda disampaikan oleh Catur. “Kemarin lumayan puas,” katanya. Namun Catur sependapat terkait fasilitas umum yang paling sering dibutuhkan seperti toilet, sangat diperlukan yang ramah disabilitas. “Kemarin sudah sempat memberi pendapat langsung ke pengelola rest area,” tuturnya lagi.

4. Berharap fasilitas umum untuk disabilitas lebih diperhatikan  

Fasilitas Mudik Kurang Ramah Terhadap Disabilitas IDN Times/Margith Juita Damanik

Fasilitas umum yang ramah untuk penyandang disabilitas dinilai Rubini dan Catur masih sangat kurang. Keduanya berpendapat hal ini harus lebih diperhatikan lagi oleh pemerintah.

Sejak tahun 2016, Catur sudah berusaha menyampaikan keluhannya terkait fasilitas umum yang dinilai kurang ramah disabilitas. “Tapi 2017 ke sini, masih sama, lalu 2018 ke sini lagi, masih seperti itu juga,” kata Catur setengah tertawa saat dihubungi IDN Times.

Rubini juga berharap fasilitas yang lebih ramah disabilitas dapat diwujudkan dan disediakan oleh pemerintah. “Pernah dulu ada teman yang menggunakan kursi roda ingin salat, karena musola nya di bawah, jadi harus didorong empat orang supaya bisa ikut salat jumat,” cerita Rubini. “Kita juga tidak enak kalau menyusahkan orang lain,” katanya. “Inginnya mandiri.” Tutur Rubini.

5. Kementerian Perhubungan turut serta  

Fasilitas Mudik Kurang Ramah Terhadap Disabilitas IDN Times/Margith Juita Damanik

Tahun ini, Kementerian Perhubungan turut berpartisipasi dalam mudik disabilitas. Rubini saat dihubungi menceritakan janji yang diutarakan Budi Karya selaku Menteri Perhubungan. “Pak Menteri berjanji akan menyediakan mobil akses mulai mudik tahun ini,” katanya dengan nada riang. “Semoga dapat terealisasi,” katanya lagi.

Rubini juga menyampaikan harapan dan keinginan teman-temannya yang juga penyandang disabilitas yang ingin pulang ke kampung halaman namun belum mendapatkan fasilitas yang ramah disabilitas. “Banyak yang masih gak bisa mudik. Teman-teman yang di luar jawa seperti Lampung atau Sumatera. Sangat-sangat sulit,” kata Rubini. 

“Fasilitasnya belum ada. Semoga tahun depan bisa dikabulkan harapan teman-teman,” tuturnya lagi. Selain Kementerian Perhubungan, menurut Catur, Kementerian Sosial juga memberikan dukungan terhadap pemudik disabilitas ini.

6. Pesan Rubini dan Catur pada pemerintah   

Fasilitas Mudik Kurang Ramah Terhadap Disabilitas IDN Times/Margith Juita Damanik

Catur dan Rubini menyampaikan pesan kepada pemerintah terkait penyediaan fasilitas ramah disabilitas selama momentum mudik. Sebelumnya, Rubini dan Catur menyatakan apresiasinya terhadap upaya dan niat baik pemerintah yang berusaha menyediakan fasilitas ramah disabilitas.

“Berharap pemerintah bisa adil sama teman-teman disabilitas,” kata catur. “Kemenhub sejak 2012 sudah mengadakan mudik gratis untuk nondisabilitas, yang disabilitas kadang tertinggal. Disabilitas juga memiliki hak yang sama. Kewajibannya juga sama,” katanya lagi.

Pesan lain datang dari Rubini. “Pemerintah tolonglah. Disabilitas itu semakin banyak. Dan ingin mandiri,” tuturnya. Ia menyatakan bahwa banyak penyandang disabilitas ingin menggunakan transportasi umum namun fasilitas yang ada tidak ramah disabilitas. “Gak mungkin terus bergantung sama mobil akses,” tuturnya. 

Rubini juga menyatakan kerap tidak enak kepada masyarakat karena menilai akan menyusahkan jika menggunakan transportasi umum yang belum ramah disabilitas seperti saat ini. Selain itu, Rubini juga merasa jika fasilitas ramah disabilitas disediakan pada momentum mudik ini, pada masa setelah mudik juga akan sangat berguna dan menolong penyandang disabilitas.

Baca Juga:Piala Dunia 2018: Spanyol Pecat Julen Lopetegui

Topic:

  • Dwi Agustiar

Just For You