Comscore Tracker

Jangan Khawatir! Kemenkes Sebut Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri

Cacar monyet bisa menular lewat kontak erat

Jakarta, IDN Times - Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril angkat bicara soal penyakit cacar monyet yang mulai mewabah di sejumlah negara. Syahril mengatakan, penyakit ini mungkin bisa sembuh sendiri.

"(Cacar monyet) ini bisa sembuh sendiri dengan ditandai rontoknya ruam-ruam tadi, lesi-lesi tadi, dan sebagian bisa menimbulkan bekas kayak bopeng tapi bisa sembuh sendiri," ujar Syahril dalam konferensi pers daring, Selasa (24/5/2022).

Baca Juga: Geger Cacar Monyet, Kemenkes Wanti-wanti Gejala 3 Hari Pertama 

1. Orang yang berisiko tinggi dan lanjut usia harus hati-hati

Jangan Khawatir! Kemenkes Sebut Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiriilustrasi cacar monyet (netec.org)

Meski bisa sembuh sendiri, Syahril mengingatkan butuh kehati-hatian bagi masyarakat yang berisiko tinggi. Kemenkes menyebut, cacar monyet bersifat zoonosis atau bisa menular dari hewan ke manusia. Saat ini, penularan virus ini sudah terjadi dari manusia ke manusia.

"Meski bisa sembuh sendiri, butuh kehati-hatian bagi orang yang berisiko tinggi dan usia lanjut," ujar Syahril.

2. Bisa menular lewat droplet

Jangan Khawatir! Kemenkes Sebut Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiriilustrasi dampak penyakit cacar monyet(npr.org)

Kemenkes menjelaskan, cacar monyet bisa menular lewat kontak erat. Droplet juga dianggap bisa menjadi salah satu saluran penyebaran virus ini.

"Penularan bisa melalui kontak erat terhadap orang yang terinfeksi atau benda yang terkontaminasi," kata Syahril.

3. Gejala cacar monyet

Jangan Khawatir! Kemenkes Sebut Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiriilustrasi virus cacar monyet (pna.gov.ph)

Kemenkes menjelaskan, masa inkubasi virus ini terjadi selama 6-16 hari. Namun, bisa lebih panjang yakni di masa 5-21 hari.

Pada fase prodroman atau invasi di tiga hari pertama, beberapa ciri cacar monyet yang tercipta antara lain demam tinggi di atas 38 derajat, sakit kepala hebat, limfadenopati atau pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri punggung, nyeri otot dan lemas.

Setelahnya, memasuki fase infeksius, adapun gejala yang tercipta menurut Kemenkes adalah munculnya ruam atau lesi pada kulit yang biasanya dimulai dari wajah, kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya secara bertahap, mulai dari binting merah seperti cacar (makulopapula), lepuh berisi cairan bening (blister), lepuh berisi nanah (pustule), kemudian mengeras (krusta) atau keropeng lalu rontok.

Disebutkan Kemenkes, biasanya dibutuhkan waktu hingga 3 minggu sampai periode lesi tersebut menghilang dan rontok.

Baca Juga: Heboh Cacar Monyet, Epidemiolog: Penularannya Seperti COVID-19

Topic:

  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya