Comscore Tracker

Makin Melonjak, Kasus COVID-19 di Indonesia Tembus 907 Ribu Hari Ini

Kasus COVID-19 pada Minggu 17 Januari 2021 bertambah 11.287 

Jakarta, IDN Times - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 melaporkan, kasus positif COVID-19 di Indonesia hari ini, Minggu (17/1/2021), bertambah 11.287, sehingga total kasus COVID-19 di Tanah Air telah mencapai 907.929.

DKI Jakarta menyumbang kasus tertinggi dengan 3.395 kasus. Disusul Jawa Tengah 1.855 kasus, dan Jawa Barat 1.491 kasus.

Baca Juga: [UPDATE] COVID-19 Dunia Nyaris Tembus 95 Juta Hari Ini, AS Terbanyak

1. Hari ini kasus sembuh di Indonesia bertambah 9.102

Makin Melonjak, Kasus COVID-19 di Indonesia Tembus 907 Ribu Hari IniRelawan Indonesia Bersatu Lawan COVID-19 melakukan tes cepat COVID-19 (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Satgas Penanganan COVID-19 juga mencatat, 9.102 orang sembuh dari COVID-19 hari ini. Total kasus sembuh di Indonesia kini mencapai 736.460.

DKI Jakarta menyumbang kasus kesembuhan tertinggi hari ini dengan 3.775 kasus. Empat provinsi lain dengan angka kesembuhan tertinggi adalah Jawa Barat (1.582 kasus), Jawa Timur (985 kasus), Sulawesi Selatan (506 kasus), dan Jawa Tengah (201 kasus).

2. Kasus kematian imbas COVID-19 bertambah 220 sehari

Makin Melonjak, Kasus COVID-19 di Indonesia Tembus 907 Ribu Hari IniANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Ada penambahan 220 kasus kematian imbas pandemik COVID-19 di Tanah Air dalam 24 jam terakhir. Adapun total kasus kematian imbas pandemik adalah 25.987 kasus.

Berdasarkan laporan harian Satgas Penanganan COVID-19, angka kematian baru tertinggi berada di Jawa Timur dengan 57 kasus. Menyusul empat provinsi lainnya dengan catatan kasus kematian tertinggi adalah Jawa Tengah (42 kasus), DKI Jakarta (33 kasus), Kalimantan Timur (13 kasus), dan Jawa Barat (11 kasus).

3. Telah terbukti COVID-19 menular melalui airborne

Makin Melonjak, Kasus COVID-19 di Indonesia Tembus 907 Ribu Hari IniIlustrasi virus corona (IDN Times/Arief Rahmat)

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Amin Soebandrio mengungkapkan, virus COVID-19 dapat menyebar melalui udara dan hal ini bukan suatu temuan baru. Bahkan, Amin sudah mencurigai hal ini sejak awal kemunculan COVID-19.

"Jika ada droplet (cairan terkecil melalui saluran pernapasan) kemudian ada aliran udara yang cukup kuat (virus COVID-19), bisa terbawa angin dan terbang karena volumenya jadi lebih kecil, relatif ringan karena kadar airnya berkurang," ujarnya saat dihubungi IDN Times, Selasa 7 Juli 2020.

Amin menerangkan, virus COVID-19 bisa keluar bersama droplet (cairan) yang dihasilkan ketika bersin atau batuk. Droplet yang menempel pada benda-benda yang tersentuh orang lain bisa menularkan virus-virus tersebut.

Namun, sebagian virus menyebar lewat udara (airborne) saat droplet berubah menjadi partikel yang lebih kecil dan mudah menyebar di udara.

"Sebagian besar memang menular melalui droplet, tapi dalam situasi tertentu bisa. Seperti di rumah sakit saat dilakukan prosedur pemasangan ventilator, pengisapan lendir, atau terapi nebulizer," jelasnya.

Bahkan menurut Amin, sudah ada bukti dari pengamatan bahwa virus COVID-19 menular melalui airbone. Dia mencontohkan kasus di suatu restoran yang tertutup, misal pengunjung di meja yang bersin maka virus bisa saja satu ruangan kena.

"Ini juga bisa terjadi di ruang kerja, di perkantoran dengan AC split serta tertutup maka droplet bisa terembus udara dan hanya berputar satu ruangan," imbuhnya.

Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19, menggelar kampanye 3 M : Gunakan Masker, Menghindari Kerumunan atau jaga jarak fisik dan rajin Mencuci tangan dengan air sabun yang mengalir. Jika protokol kesehatan ini dilakukan dengan disiplin, diharapkan dapat memutus mata rantai penularan virus. Menjalankan gaya hidup 3 M, akan melindungi diri sendiri dan orang di sekitar kita. Ikuti informasi penting dan terkini soal COVID-19 di situs covid19.go.id dan IDN Times.

Baca Juga: Enam Daerah Zona Merah, Data COVID-19 Lampung dan Pusat Diklaim Sama

Topic:

  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya