Comscore Tracker

Nadiem Sebut Kombinasi PTM dan PJJ Solusi Cegah Learning Loss

Kemendikbud minta dukungan pemda terapkan PTM terbatas

Jakarta, IDN Times - Banyaknya aspirasi dari orang tua, siswa, dan guru untuk kembali ke sekolah membuat Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) memutuskan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dikombinasikan dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Bersama Empat Menteri, yang akan dilakukan selama masa pembelajaran di tengah pandemik COVID-19. Cara ini dianggap sekaligus menjadi solusi untuk mencegah learning loss di Indonesia, terutama pada masa pandemik COVID-19.

"Untuk itu Kemendikbudristek senantiasa mengimbau agar sekolah mengedepankan prinsip kehati-hatian untuk memastikan kesehatan, dan keselamatan warga sekolah tetap menjadi yang utama saat melaksanakan PTM terbatas," ujar Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen Pauddikdasdikmen) Kemendikbudristek, Jumeri, Rabu (22/9/2021).

Baca Juga: Klaster PTM, Puluhan Siswa dan Guru Jepara dan Blora Kena COVID-19 

1. PTM terbatas jadi cara mengatasi ketertinggalan pembelajaran

Nadiem Sebut Kombinasi PTM dan PJJ Solusi Cegah Learning LossMendikbudristek Nadiem Makarim tinjau langsung Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Yogyakarta. (dok. BK Humas Kemendikbud Ristek)

Jumeri menjelaskan, Kemendikbudristek juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait pengawasan dan pemantauan dinamika pelaksanaan PTM terbatas di sejumlah sekolah.

"Kami juga akan terus menyampaikan pembaruan data secara transparan untuk kesuksesan PTM terbatas, mengingat bahwa pembelajaran jarak jauh berkepanjangan dapat berdampak negatif bisa menyebabkan anak-anak Indonesia sulit mengejar ketertinggalan," kata dia.

Kemendikbudristek juga tak melepas fokusnya dalam hal penuntasan vaksinasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK), dalam upaya menghadirkan sekolah aman dan nyaman di tengah pandemik COVID-19.

2. Kemendikbudristek minta dukungan Pemda untuk terapkan PTM terbatas

Nadiem Sebut Kombinasi PTM dan PJJ Solusi Cegah Learning LossMendikbudristek Nadiem Makarim tinjau langsung Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Yogyakarta. (dok. BK Humas Kemendikbud Ristek)

Hingga 19 September 2021, data Kemendikbudristek menunjukkan baru 42 persen dari satuan pendidikan yang berada di level 1, 2, dan 3 PPKM menerapkan PTM terbatas.

"Kami sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah memberikan izin bagi satuan pendidikan di level 1-3 untuk melaksanakan PTM terbatas, tentunya dengan protokol dan aturan sesuai Inmendagri PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dan SKB 4 Menteri," ujar Jumeri.

Menurut dia, dukungan dari pemda untuk menciptakan PTM terbatas menjadi salah satu upaya untuk mencegah terjadinya learning loss yang lebih hebat di Indonesia.

3. Ada 97,2 persen satuan pendidikan layak melakukan PTM terbatas

Nadiem Sebut Kombinasi PTM dan PJJ Solusi Cegah Learning LossIlustrasi sekolah tatap muka di tengah pandemi COVID-19 (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Jumeri menjelaskan, sejak awal pandemik pada 2020 hingga saat ini, ada 97,2 persen (45.284) satuan pendidikan terlaporkan aman untuk menjalankan PTM terbatas.

Dari total 46.580 satuan pendidikan yang telah melaksanakan PTM terbatas, jumlah laporan terkait penularan COVID-19 di satuan pendidikan relatif kecil yaitu 2,8 persen atau 1.296 kasus.

Kemendikbudristek mengimbau sekolah untuk tetap melayani murid sesuai dengan kesanggupannya untuk bisa mengikuti model pembelajaran yang sesuai, baik itu PTM terbatas maupun PJJ.

"Anak-anak bisa tetap belajar dari rumah jika orang tua belum yakin dan belum memberikan izin untuk mengikuti PTM terbatas. Saya tekankan bahwa tidak ada proses menghukum dan diskriminasi bagi anak-anak yang belajar dari rumah," tegas Jumeri.

Baca Juga: Ketua Komisi X DPR: Anak Lebih Rindu PTM, Belum Perlu ke Mal

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya