Comscore Tracker

Sore-Sore Berkah: Bolehkah Main TikTok di Bulan Ramadan?

Seru-seruan boleh, tapi jangan kelewat batas ya

Jakarta, IDN Times – Menjalani ibadah puasa terlebih di tengah pandemi COVID-19 yang mengharuskan kita stay at home tentu membuat kita kerap merasa bosan. Tak jarang berbagai aplikasi dan sosial media menjadi tempat kita menyalurkan energi agar tetap berkegiatan. Tik Tok, menjadi salah satu opsi pilihan.

Pertanyaannya, boleh gak sih bermain TikTok di bulan Ramadan ini?

“Sebetulnya Islam itu gak melarang kita untuk bersenang-senang,” kata Ustaz Hanan Attaki melalui program Sore-Sore Berkah yang ditayangkan di kanal YouTube IDN Times pada Senin (27/4).

“Islam itu asyik banget, gak melarang kita untuk having fun bareng dengan geng kita, teman kita, bahkan Nabi sendiri adalah orang yang sangat asyik,” kata Ustaz Hanan lagi dalam episode ini.

Ustaz Hanan bercerita, Nabi sendiri sebenarnya merupakan sosok yang hidupnya seru dan tak melulu serius, lho. Tak jarang beliau tertawa bersama keluarga dan sahabat-sahabatnya.

Artinya, bercanda, seru-seruan, having fun, happy-happy bersama teman tidak dilarang dalam Islam. Tinggal bagaimana kita memastikan agar keseruan yang kita buat tetap berpahala.

Ada dua dalil dalam ayat Al-Quran yang menjadi pengarah kita menciptakan keseruan yang tetap berpahala.

“Allah SWT berfirman dalam Surat An-Nur kata Allah SWT, wa lā yaḍribna bi`arjulihinna. (Surat An. Nur Ayat 31). Janganlah perempuan itu menghentakkan kaki mereka,” kata ustaz Hanan menyampaikan dalil pertama.

Apa maksudnya? Boleh saja seru-seruan, tapi diimbau agar tidak melakukan gerakan dance seperti yang umum dilakukan dengan aplikasi TikTok. Terlebih jika tarian dilakukan bersama lawan jenis. Atau pun membagikan konten yang dibuat kepada lawan jenis.

“Lebih bagusnya lagi sih kita kalau mau have fun kayak gini mending keluarga deh. Jadi jadiin bulan Ramadan itu kayak bulan family time, kita habisin lebih banyak waktu bareng keluarga,” kata Ustaz Hanan mengingatkan. Gak salah, lho, dicoba main TikTok bareng keluarga.

“Terus juga Allah SWT berfirman di dalam Surat Al-Ahzab (Ayat 32) fa lā takhḍa'na bil-qauli. Perempuan itu jangan melembut-lembutkan suara,” kata Ustaz Hanan menyebutkan dalil kedua.

Menurut Ustaz Hanan, melembut-lembutkan suara di sini artinya bernyanyi yang membuat suara dia itu jadi fitnah bagi laki-laki. Nah, dua ayat itu menjadi garis batas toleransi untuk seru-seruan, nih.

“Mudah-mudahan Ramadan kita tetap berkah, tetap fun, tapi tidak mengurangi pahala puasa,” kata Ustaz Hanan menutup.

Gak mau kan rugi sudah puasa penuh tapi pahalanya tidak penuh karena seru-seruannya yang di luar batasan?

https://www.youtube.com/embed/ki7k2xMT9JI

Baca Juga: Sore-Sore Berkah: Tip Jaga Kesehatan ala Rasulullah

Topic:

  • Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Berita Terkini Lainnya