Comscore Tracker

Sore-Sore Berkah: Ketika Emosi Menguasai saat Puasa, Apa Solusinya?

Upah ibadah menahan amarah adalah surga, lho!

Jakarta, IDN Times – Episode Sore-Sore Berkah bersama Ustaz Hanan Attaki kali ini mau membahas soal cara menguasai emosi selama bulan puasa. Episode ini akan ditayangkan di kanal YouTube IDN Times, Selasa (12/5).

Nabi SAW pernah menyampaikan satu nasihat tentang marah. Kata Nabi, la taghdob wa lakal jannah, jangan marah maka kamu dapat surga. Menurut Nabi, marah itu sesuatu yang berat, lho.

“Orang itu bisa nahan amarah kalau gak ada sesuatu yang kayak gantinya yang lebih besar, kalau gak ada riwayat yang sangat spesial kayaknya agak berat untuk menahan diri dari marah,” kata Ustaz Hanan.

Itu sebabnya, Nabi gak mengatakan 'jangan marah kamu dapat kebaikan, jangan marah kamu dapat pahala, jangan marah kamu akan bahagia'. Tapi, reward yang diberikan berupa reward yang paling tinggi, yang paling mulia, yang paling spesial adalah surga.

Nah, yang sering jadi pertanyaan bagaimana caranya supaya kita bisa menahan amarah?

“Cuma nahan amarah doang, mau marah gak jadi, kita diam nih mau marah gak jadi, kita alihkan perhatian dengan yang lain,” kata Ustaz Hanan memberi saran.

“Terus ayat yang tadi saya baca yang di Surat Ali Imron ayat 134 itu, Allah mengatakan wal-kāẓimīnal-gaiẓa. Cara nahan amarah itu adalah dengan ditekan, kāẓimīnal itu menggigit,” lanjut Ustaz Hanan.

Artinya, emosi kita yang akan keluar kita tahan seperti orang yang menggigit sesuatu, supaya tidak jadi keluar.

Selain itu, ternyata nabi juga mengajarkan kita untuk menenangkan diri kalau sedang emosi. Menurut Ustaz Hanan, Nabi juga pernah mengatakan, idzaa ghadhaba ahadukum faqallah ‘audzubillah saqanna ghadhabu. Kalau kalian ingin marah maka ucapkanlah audzubillah. Maka akan tenang amarahnya.

Kok bisa? Karena menurut nabi, penyebab utama amarah itu umumnya syaiton.

“Karena amarah itu api dan syaiton tercipta dari api, sehingga cara untuk menenangkan diri ketika api mau membakar amarah kita itu adalah dengan berta’awudz, untuk mengusir setan,” kata Ustaz Hanan menjelaskan.

“Allah berfirman ‘ala bidzikrillahi tathmainnul qulub,” kata Ustaz Hanan mengingatkan.

“Bukankah dengan mengingat Allah, berzikir dengan nama Allah, hati kita akan menjadi tenang,” lanjut dia.

Nah, boleh nih kita usahakan agar selama bulan Ramadan, mau marah audzubillah, mau marah astagfirullah, mau marah lā haula wa lā quwwata illā billāhil awalnya pasti gak mudah tapi harus dilatih.

Semoga suatu saat dapat menjadi kebiasaan baik kita tak hanya bulan Ramadan saja. Menahan amarah itu bukan ibadah sepele, lho. Ibadah besar dan gak tanggung-tanggung, surga jadi janji pahalanya.

https://www.youtube.com/embed/5tGhKpoJ8Og

Baca Juga: Sore-Sore Berkah: Hukum soal Chatting Bareng Pacar di Bulan Puasa

Topic:

  • Isidorus Rio Turangga Budi Satria
  • Hidayat Taufik

Berita Terkini Lainnya