Terindikasi Narkoba, Gubernur Anies Cabut Izin Diskotek Golden Crown

Golden Crown tak lagi beroperasi per 7 Februari 2020

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Provinisi DKI Jakarta resmi mencabut Tanda Daftar Usaha Pariwisata PT. Mahkota Aman Sentosa selaku pemilik usaha diskotek Golden Crown. Hal ini dilakukan terkait dengan adanya indikasi peredaran narkotika di tempat tersebut.

Indikasi itu terlihat usai Badan Narkotik Nasional (BNN) melakukan razia diskotek tersebut pada (6/2) lalu. Petugas BNN sempat menangkap 184 pengunjung di sana dan dilakukan tes urine. Hasilnya, 107 orang positif terjangkit narkoba. 

Pencabutan TDUP dikeluarkan sejak Jumat (7/2). Golden Crown dinyatakan tidak boleh lagi beroperasi dan segera akan disegel. Lalu, apa bukti yang dimiliki oleh Pemprov DKI Jakarta sehingga diskotik itu ditutup?

1. Pemprov DKI Jakarta minta Satpol PP segera tutup Golden Crown

Terindikasi Narkoba, Gubernur Anies Cabut Izin Diskotek Golden Crown(Ilustrasi diskotek Gloden Crown di Pinangsia) www.instagram.com/@anugrah6814

Keputusan pencabutan izin dikeluarkan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Benni Aguscandra. Surat keputusan dikeluarkan berdasar pada surat dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf).

“Sudah resmi TDUP dicabut,” kata Kepala Disparekraf DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia, Jumat (7/2) seperti dikutip dari keterangan tertulis Pemprov DKI Jakarta.

Ada dua surat yang dikeluarkan cucu, yang pertama ditujukan kepada Satpol PP. Dalam suratnya kepada Satpol PP, cucu meminta agar segera dilakukan penutupan terhadap diskotik ini.

Baca Juga: Penghargaan Diskotek Colosseum, DPRD Tagih Penjelasan Disparbud DKI

2. Pemprov DKI menutup diskotek Golden Crown karena terindikasi ada peredaran narkotika

Terindikasi Narkoba, Gubernur Anies Cabut Izin Diskotek Golden CrownIlustrasi narkoba (IDN Times/Mia Amalia)

Kepada Kepala DPMPTSP, Cucu menjelaskan ada pelanggaran terhadap Pasal 56 Pergub No.18 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata. Hal ini menjadi dasar alasannya untuk mencabut izin TDUP diskotek yang berlokasi di Glodok Plaza, Jakarta Barat ini.

“Berdasarkan pemberitaan tersebut terindikasi kuat ada pelanggaran terhadap penyalahgunaan dan pembiaran penggunaan narkotika pada pengunjung di tempat usahanya,” kata Cucu dalam keterangan tertulisnya merujuk kepada sejumlah pemberitaan media.

3. Pemprov DKI Jakarta memastikan Golden Crown sudah tak beroperasi per 7 Februari 2020

Terindikasi Narkoba, Gubernur Anies Cabut Izin Diskotek Golden Crown(Ilustrasi diskotek Golden Crown) www.instagram.com/@goldencrwnjkt

Pemprov DKI Jakarta dalam keterangan tertulisnya menyebut telah bekerja berdasarkan aturan. Sejak Kamis (6/2) pagi, prosedur review perizinan dilakukan dan berdasarkan fakta, lalu ditetapkan untuk dicabut.

Surat pencabutan dipastikan TDUP Pemprov DKI sudah diterima pihak Golden Crown. Pada hari Jumat diskotek sudah ditutup. "Terhitung sejak 7 Februari 2020, diskotek Golden Crown dipastikan tidak boleh berkegiatan lagi," tutup Pemprov DKI dalam keterangan tertulisnya.

Baca Juga: Anies Copot Plt Kepala Dinas Usai Cabut Penghargaan Diskotek Colesseum

Topik:

Berita Terkini Lainnya