Comscore Tracker

AHY Bertemu Kepala Daerah di Bogor, Sinyal Politik Baru Demokrat?

Pengamat menilai Demokrat akan merapat ke kubu petahana

Bogor, IDN Times - Pertemuan sejumlah gubernur dan wali kota di Bogor pada Rabu (15/5) diprakarsai oleh Wali Kota Bogor Bima Arya. Pertemuan tersebut antara lain dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, Bupati Bayuwangi Azwar Anas, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.

Selain para kepala daerah, pertemuan juga dihadiri petinggi Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Yenny Wahid, putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Kehadiran AHY langsung menimbulkan beragam spekulasi di masyarakat. Benarkah ini sinyal politik baru dari Partai Demokrat?

1. AHY tidak membantah pertemuan sebagai antisipasi pergerakan masyarakat yang dibawa BPN

AHY Bertemu Kepala Daerah di Bogor, Sinyal Politik Baru Demokrat?IDN Times/Margith Juita Damanik

Dalam pertemuan yang diadakan di Museum Kepresidenan Balai Kirti Bogor, AHY mengatakan pertemuan digelar antara lain untuk merekatkan lagi semangat kebersamaan setelah Pilpres 2019 selesai digelar.

“Indonesia ini milik kita semuanya, jangan ada yang tidak bertanggung jawab baik itu perorangan atau kelompok yang ingin menghadirkan permasalahan-permasalahan yang merugikan kita semua. Semangat dari pertemuan ini adalah kita harus melakukan rekonsiliasi bangsa, membangun semangat negeri, dan kolaborasi,”

Baca Juga: Ketemu Jokowi, AHY Pakai Mobil Berpelat B 2024. Terkait Pilpres?

2. Kehadiran AHY dianggap sebai sinyal Demokrat bergabung dengan koalisi petahana

AHY Bertemu Kepala Daerah di Bogor, Sinyal Politik Baru Demokrat?IDN Times/Margith Juita Damanik

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin menilai kehadiran AHY dalam silaturahmi tersebut sebagai langkah awal proyek pilpres 2024 mendatang.

Menurut Ujang, tokoh-tokoh ini yang akan mengisi pesta demokrasi periode mendatang. Selain itu, kedatangan AHY juga bisa dianggap sebagai penjajakan awal untuk Partai Demokrat merapatkan diri ke kubu Jokowi-Ma’ruf.

Namun AHY mengatakan saat ini dirinya maupun Partai Demokrat tidak ingin membicarakan hal itu terlebih dahulu dan masih akan fokus mengawal penghitungan suara yang sedang dilakukan KPU.

“Di awal saya menyampaikan pernyataan pers pada 17 April malam saya mewakili Partai Demokrat yang jelas adalah memberikan ruang kepada proses perhitungan suara secara resmi kepada KPU,” ujar AHY.

3. Respon AHY atas pernyataan terbuka Prabowo soal hasil pemilu

AHY Bertemu Kepala Daerah di Bogor, Sinyal Politik Baru Demokrat?IDN Times/Irfan fathurohman

AHY mengatakan jika ada pihak yang menemukan kejanggalan atau kecurangan dalam pemilu, maka ia bisa melaporkan temuan tersebut ke Badan Pengawas Pemilu atau ke Mahkamah Konstitusi. 

“Sudah kami sampaikan sejak kami akan menjaga komitmen dan jati diri kami sebagai partai yang benar-benar menggunakan cara-cara yang konstitusional dalam berpolitik, kami juga menjunjung tinggi etika dan norma dalam berpolitik dan berdemokrasi,” tegasnya.

4. Pernyataan Waketum Gerindra tidak dipermasahkan AHY

AHY Bertemu Kepala Daerah di Bogor, Sinyal Politik Baru Demokrat?IDN Times/Marisa Safitri

Sementara itu AHY enggan mengomentari pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono yang menyebut akan mengusir Partai Demokrat dari koalisi Prabowo-Sandiaga.

“Saya tidak ingin di bulan suci Ramadan ini mengomentari hal-hal seperti itu. Kita seharusnya pandai menjaga lisan dan menjaga hati, yang jelas sudah dibantah dan juga sudah ada statement dari Partai Demokrat mengenai hal itu,” ungkapnya.

Baca Juga: Jadi Saksi Kasus Makar Kivlan Zen, Permadi Gerindra Pilih Rapat MPR

Topic:

  • Dwi Agustiar

Just For You