Comscore Tracker

Polresta Bandar Lampung Gelar Rekonstruksi Penusukan Syekh Ali Jaber

Polisi akan hadirkan tersangka Alfin Andrian

Bandar Lampung, IDN Times - Rekonstruksi kasus penusukan pendakwah Syekh Ali Jaber, akan digelar hari ini, Kamis (17/9/2020) pagi. Rekonstruksi digelar di Masjid Falahuddin Jalan Tamin, Kelurahan Sukajawa, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. 

Berdasarkan pantauan IDN Times, personel Satlantas sudah berada di sekitar lokasi rekonstruksi untuk mengatur kelancaran arus lalu lintas. Puluhan polisi dari Polresta Bandar Lampung juga sudah berjaga di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dari informasi yang dihimpun, tersangka Alfin Andrian bakal dihadirkan dalam rekonstruksi ini.

1. Pelaku dinyatakan tidak mengalami gangguan jiwa

Polresta Bandar Lampung Gelar Rekonstruksi Penusukan Syekh Ali JaberAlfin Andrian (24) tersangka penusukan Syekh Ali Jaber saat diperiksa penyidik Satreskrim Polresta Bandar Lampung, Selasa (15/9/2020). (IDN Times/Martin L Tobing)

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menyatakan Alfin Andrian tidak mengalami gangguan jiwa. Dia menyebut tersangka secara sadar mampu menjawab pertanyaan dari psikiater.

Dalam kasus ini, Polda Lampung juga sudah memeriksa 15 saksi terkait insiden penusukan ini. Keterangan 15 saksi ini guna melengkapi berkas agar segera dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Penyidik juga sudah gelar perkara, pada Selasa, 15 September 2020 malam.

“Berdasarkan pemeriksaan, tersangka melakukan penusukan karena gelisah atas dakwah yang disampaikan Syekh Ali Jaber. Tersangka ini mengaku jika suara dakwah yang berlangsung itu membuatnya gelisah dan langsung melakukan tindakan (penusukan)," ujar Pandra sapaan akrab pria ini, Rabu, 16 September 2020.

Pandra menambahkan, tersangka melakukan penusukan tanpa disuruh orang lain. "Tidak ada disuruh oleh pihak lain dan memang tergerak sendiri," kata dia.

Baca Juga: Bantah Bebaskan Penusuk Syekh Ali Jaber, Polri: Terancam Hukuman Mati!

2. Tersangka terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup

Polresta Bandar Lampung Gelar Rekonstruksi Penusukan Syekh Ali JaberAlfin Andrian (24) tersangka penusukan Syekh Ali Jaber saat diperiksa penyidik Satreskrim Polresta Bandar Lampung, Selasa (15/9/2020). (IDN Times/Martin L Tobing)

Panda mengatakan, penyidik Polresta Bandar Lampung telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Negeri Bandar Lampung. Surat itu dikirim Satreskrim Polresta Bandar Lampung, Selasa, 15 September 2020. 

Dari hasil gelar perkara, tersangka dijerat Pasal 340 jo 53 KUHP tentang Percobaan Pembunuhan Berencana dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup selama waktu tertentu atau 20 tahun.

Selanjutnya, Pasal 338 jo 53 KUHP dengan ancaman kurungan maksimal 10 tahun penjara dan subsider Pasal 351 ayat 2 KUHP jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam dengan pidana paling lama lima tahun.

Lalu, Pasal 2 ayat 1 UU Darurat No 12 Tahun 1951 atas dugaan membawa senjata penikam atau senjata penusuk yang dapat dikenai ancaman pidana paling lama 10 tahun. "Dijerat pasal berlapis agar tidak ada celah hukum lagi bagi pelaku ini lepas dari jeratan hukum," jelas Pandra.

3. Kejari Bandar Lampung telah menunjuk jaksa untuk penyidikan kasus penusukan Syekh Ali Jaber

Polresta Bandar Lampung Gelar Rekonstruksi Penusukan Syekh Ali JaberKepala Staf Kepresidenan Moeldoko menjenguk ulama Syekh Ali Jaber di kediamannya yang berada di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur pada hari Selasa (15/9) (Dok. KSP)

Sementara, Kepala Seksi Intelijen Kejari Bandar Lampung Erik Yudistira mengatakan pihaknya sudah menerima SPDP dengan nomor SPDP/228/IX/2020/Reskrim, atas perkara penusukan Syekh Ali Jaber. Pihaknya telah menunjuk jaksa untuk mengikuti perkembangan penyidikan kasus tersebut.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menerangkan, penyidik Polresta Bandar Lampung mengirimkan SPDP ke Kejari Bandar Lampung bentuk mekanisme dalam proses penyidikan.

“Penyidik wajib memberikan SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan). Jadi ini diberikan saksi pelapor dari hasil penyidikan," ujarnya. 

4. Sempat beredar kabar pelaku penusukan Syekh Ali Jaber bebas

Polresta Bandar Lampung Gelar Rekonstruksi Penusukan Syekh Ali JaberTangkap Layar - Waketum DMI Haji Syafruddin Menjenguk Syekh Ali Jaber di kediamannya pada Selasa (15/9/2020) (Youtube.com/TAWAF TV)

Terkait isu yang beredar di media sosial yang menyatakan tersangka penusukan Syekh Ali Jaber dinyatakan bebas, Pandra menegaskan informasi itu adalah kabar bohong alias hoaks. Ia memastikan saat ini tersangka masih berada di tahanan dan menjalani pemeriksaan penyidik di Mapolresta Bandar Lampung.

"Tolong diluruskan bahwa yang beredar di sosmed itu hoaks. Kemungkinan foto tersebut diambil saat Alfin baru saja diamankan polisi,” ujarnya.

Sebelumnya, sebuah foto beredar di media sosial, yang memperlihatkan tersangka Alfin bersimpuh di hadapan sang ayah.

"Astaghfirullah pelaku penusukan Syekh Ali Jaber sudah bebas bersyarat, merasa aneh," tulis pemilik akun Facebook Iwans Yanah Khan.

Baca Juga: Polda Lampung Pastikan Penusuk Syekh Ali Jaber Tak Alami Gangguan Jiwa

Topic:

  • Rochmanudin
  • Martin Tobing

Berita Terkini Lainnya