Comscore Tracker

7 Fakta Kasus Penusukan Pendakwah Syekh Ali Jaber di Lampung

Syekh Ali Jaber menyebut pelaku tidak gangguan jiwa

Bandar Lampung, IDN Times - Polresta Bandar Lampung masih menyelidiki motif penusukan pendakwah Syekh Ali Jaber, yang dilakukan pemuda bernama A Alfin Andrian. Pelaku kini sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan.

Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Yan Budi Jaya mengatakan, proses penyidikan dugaan penganiayaan menjadi prioritas utama pihaknya menangani kasus ini. Tersangka yang berusia 24 tahun, kini mendekam di Rutan Mapolresta Bandar Lampung.

Polisi menjerat tersangka Pasal 351 ayat 1 KUHP tentang Penganiayaan. Tersangka terancam hukuman lima tahun penjara. “Sesegera mungkin berkas siap dan limpahkan ke kejaksaan,” ujar Yan kepada awak media, Senin (14/9/2020).

1. Pelaku menjalani tes kejiwaan

7 Fakta Kasus Penusukan Pendakwah Syekh Ali Jaber di LampungKapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Yan Budi Jaya memberikan keterangan kepada awak media terkait insiden penikaman dialami Syekh Ali Jaber, Senin (14/9/2020). (IDN Times/Martin L Tobing).

Yan tak menampik, pihaknya menerima banyak informasi publik seputar latar belakang tersangka penusukan Syekh Ali Jaber. Satu informasi tersebut terkait dugaaan tersangka A Alfin Andrian mengalami gangguan jiwa.

“Kami gak bisa percaya informasi datang dari siapa pun. Kami cek, konfirmasi, dan koordinasi dengan psikiater dan dokter kejiwaan,” ucap dia.

Yan menjelaskan, hasil pemeriksaan intens 1 x 24 jam sejak Minggu, 13 September 2020 ada indikasi tersangka mengalami gangguan jiwa. Salah satu pemicu tersangka diduga mengalami gangguan jiwa sejak 2016 terkait sang ibu yang bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hong Kong menikah lagi.

“Tapi penetapan itu (gangguan jiwa) butuh banyak item. Untuk itu perlu pemeriksaan kejiwaan dari dokter dan psikiater Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes),” jelas dia.

Menurut Yan, hasil laporan pemeriksaan kejiwaan dapat menjadi alat bukti bagi majelis hakim saat persidangan. Terkait motif tersangka, dia mengaku masih mendalami.

"Motif masih kami dalami. Omongan masih simpang siur. Kami juga belum bisa berasumsi apakah tersangka ini inisiatif sendiri (lakukan penusukan) atau ada orang yang menyuruh," tandas Yan.

Baca Juga: Penusukan Syekh Ali Jaber, MUI: Polri Jangan Terima Alasan Gila! 

2. Pelaku penusukan kerap berpindah domisili

7 Fakta Kasus Penusukan Pendakwah Syekh Ali Jaber di LampungTangkapan layar kejadian penyerangan terhadap pendakwah Syekh Ali Jaber ditikam saat sedang mengisi kajian di Masjid Falahuddin, Tamin, Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung, Minggu (13/9/2020) sore sekitar pukul 16.00 WIB. (IDN TImes/Istimewa).

Penyidik Polresta Bandar Lampung mengumpulkan sejumlah bukti dan keterangan saksi terkait latar belakang tersangka penusukan Syekh Ali Jaber. Yan mengatakan, tersangka tercatat tidak memiliki pekerjaan tetap dan kerap berpindah-pindah domisili.

“Awalnya (menetap) di Rawajitu (Lampung Timur), pindah ke (Kelurahan) Tamin (Bandar Lampung). Pernah di Natar, ikut kakek dari ayah dan ibunya,” ujar dia.

Jumawan, Ketua RT 007, LK 1 menuturkan, tersangka sekitar satu minggu ini berdomisili di Jalan Tamin, Gang Kemiri, Sukajawa, Bandar Lampung. Ia tak menyangka, kedatangan tersangka A Alfin Andrian ke Kota Tapis Berseri justru menimbulkan kegaduhan.

Terkait tersangka diduga mengalami gangguan jiwa, Jumawan tidak mengetahui pasti. "Saya tahu dia tinggal di sini setelah ada penusukan. Masalah gila gak gila, saya juga gak tahu, karena saya tidak pernah ketemu hampir tiga tahun,” papar dia.

3. Syekh Ali Jaber tepis dugaan pelaku mengalami gangguan jiwa

7 Fakta Kasus Penusukan Pendakwah Syekh Ali Jaber di LampungSyekh Ali Jaber menggelar konferensi pers terkait kejadian penikaman dialaminya di Kota Bandar Lampung, Senin (14/9/2020). (IDN TImes/Martin L Tobing).

Sementara, Syekh Ali Jaber menerima informasi pelaku penusukan diduga mengalami gangguan jiwa, namun dia membantahnya.

"Saya tidak terima pelaku dianggap gila. Orangnya (pelaku) sangat berani dan terlatih. Saya melihat langsung detik-detik si pelaku ini berlari naik ke panggung dan berusaha tikam saya," ungkapnya dalam konferensi pers di Kafe Baba Rayan, Jl Pangeran M Noer, Kelurahan Durian Payung, Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung, Senin (14/9/2020).

“Sasaran pelaku sudah jelas mau kemana nyerang saya. Saya melawan. Saat saya berdiri, pisau yang sudah tertusuk di bahu saya ini masih coba dipegangnya sangat kuat. Ia ingin tarik pisau yang sudah tertancap ini untuk serang saya lagi,” urai Syekh Ali.

Syekh Ali berupaya melawan pelaku hingga akhirnya pisau itu tertancap di bahunya dan patah. “Saya gak sadar pisaunya patah, saya ngelawan, dia jatuh, jemaah amankan. Saya lihat tangan saya berdarah, saya kaget dan ucap Bismillah lepas pisau pakai tangan kanan kiri,” kata dia.

4. Syekh Ali Jaber sedang berinteraksi dengan ibu dan anak penghafal Alquran, sebelum kejadian penusukan

7 Fakta Kasus Penusukan Pendakwah Syekh Ali Jaber di LampungLokasi penusukan pendakwah Syekh Ali Jaber di Masjid Afaludin Tamin Sukajawa, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Kota Bandar Lampung, Minggu (13/9/2020). (IDN Times/Istimewa)

Sebelum kejadian penusukan, Syekh Ali Jaber sedang berinteraksi dengan ibu dan anak yang baru saja wisuda tahfiz. Ia terkesan dengan kemampuan sang anak dan berencana memberikan hadiah atas prestasi yang dicapainya.

“Saat itu saya ajak foto bersama pakai HP ibu si anak ini. Ternyata HP-nya penuh (memori). Saya tanya ke jamaah, ada yang mau pinjamkan HP atau tidak. Tiba-tiba datang laki-laki sembari berlari, saya kira dia mau pinjamkan HP-nya, ternyata mau nusuk saya,” ujar dia.

Syekh Ali Jaber memaparkan, pelaku penusukan berada di posisi sebelah kanan dari panggung tempat ia duduk. Saat kejadian ia belum mulai menyampaikan tausiah.

“Posisi sebelah kanan cukup sepi dibanding di tengah dan kiri di hadapan saya di panggung. Mungkin karena dekat jalan untuk keluar masuk jemaah. Pelaku ini berada di sebelah kanan, lalu berlari ke panggung mau tusuk saya,” ujar dia.

Merujuk kejadian dialaminya, Syekh Ali Jaber menduga, pelaku tidak beraksi sendiri. Tapi ada pelaku di balik layar. "Pasti ada orang di belakangnya (pelaku). Saya yakin aparat polisi bekerja dengan jujur dan bisa mengungkap atas apa yang terjadi kemarin," kata dia.

5. Syekh Ali Jaber kondisinya kian membaik

7 Fakta Kasus Penusukan Pendakwah Syekh Ali Jaber di LampungUlama Syekh Ali Jaber memberikan keterangan terkait kronologis penikaman dialaminya. Minggu (13/9/2020) malam kepada jamaah di Lampung. (Tangkapan Layar/YouTube Bukhori Abdul Shomad).

Kondisi kesehatan Syekh Ali Jaber semakin membaik pasca-penusukan. Sebelum kembali ke Jakarta Senin sore, 14 September 2020, ia menyempatkan hadir di salah satu rumah makan.

Bahkan sebelum menggelar konferensi pers, ia sempat berada di dapur rumah makan tersebut dan memasak makanan khas Timur Tengah. Ia memasak menggunakan tangan kirinya lantaran tangan kanan masih terluka akibat penusukan yang dialaminya.

“Saya mendapat enam jahitan. Saat ini kondisi saya baik,” ujar Syekh Ali.

Ia juga mengajak masyarakat jangan terprovokasi imbas kejadian yang dialaminya. “Inti dakwah tinggalkan perbedaan, jaga persatuan, jaga kedamaian, hormati perbedaan suku, agama, dan bersatu di bawah bendera NKRI,” imbaunya.

6. Pengalaman terburuk selama 12 tahun dakwah di Indonesia

7 Fakta Kasus Penusukan Pendakwah Syekh Ali Jaber di LampungSyekh Ali Jaber [kanan. (instagram.com/@syekh.alijaber)

Syekh Ali Jaber tercatat 12 tahun menjadi pendakwah di Indonesia. Kasus percobaan penikaman terhadap dirinya menjadi pengalaman terburuknya.

Menurutnya, ulama lain di Tanah Air juga ada mengalami tindakan kekerasan. Tapi kejadian yang dialami para ulama mayoritas memilih ikhlas. Ia berharap, aparat penegak hukum dapat mengungkap kasus tersebut.

“Manusia mengalami pencobaan tidak bisa diduga. Tapi kasus ulama jadi korban kekerasan sering terjadi. Saya tidak ingin kejadian serupa ke depan menimpa ulama. Kasus seperti ini harus dibawa ke jalur hukum dan diusut tuntas,” ujar Syekh Ali saat menggelar jumpa pers.

7. Penyelenggara acara keagamaan sebaiknya koordinasi dengan TNI/Polri untuk keamanan

7 Fakta Kasus Penusukan Pendakwah Syekh Ali Jaber di LampungPSBB Banten (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)

Sementara, Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Yan Budi Jaya, mengimbau masyarakat yang akan menggelar acara keagamaan berkoordinasi dengan aparat TNI/Polri. Tujuannya agar kegiatan berlangsung kondusif dan menerapkan protokol kesehatan COVID-19.

“Perlu tertib protokol kesehatan. Biar gak ada penambahan kasus COVID. Apalagi di Bandar Lampung yang positif (pasien) terus bertambah,” ujar dia.

Baca Juga: Syekh Ali Jaber Ditusuk, Taufik Basari: Usut Kasus Hingga Tuntas 

https://www.youtube.com/embed/IpQJB1cYbxY

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya