Comscore Tracker

Cak Imin Sebut PKB Mau Gabung KIB, Waketum PAN: Kalau Kalah Dada Sesak

Cak Imin diminta buktikan dirinya bakal menang Pilpres

Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi buka suara soal pernyataan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, yang mengaku mau bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Koalisi ini terdiri dari Partai Golkar, PPP, dan PAN.

Viva mengatakan jika Cak Imin ingin diusung sebagai capres oleh KIB, maka dia harus memastikan dirinya bakal menang dalam Pilpres 2024. Cak Imin diminta bisa membuktikan kelayakan dirinya sebagai capres secara tertulis.

“Jika KIB akan mengusung Cak Imin sebagai capres, maka di atas hitungan kertas harus menang. Kalau tidak menang, kan dada jadi sesak, mata berkunang-kunang, dan tensi darah naik,” kata Viva kepada wartawan, Senin (23/5/2022).

Baca Juga: Cak Imin Bicara Money Politic hingga Isu Konflik PKB-PBNU

1. Cak Imin bakal tambah kekuatan politik

Cak Imin Sebut PKB Mau Gabung KIB, Waketum PAN: Kalau Kalah Dada SesakKetua DPW PKB Jateng, KH Muhammad Yusuf Chudlori (kedua kanan) saat membuka Musyawarah Pimpinan Wilayah (Muspimwil) III PKB Jateng di Semarang, Kamis (3/2/2022). (Dok. DPW PKB Jateng)

Viva menilai kehadiran PKB dalam KIB bakal menambah kekuatan politik dalam kontestasi Pilpres 2024. Namun, pihaknya belum berbicara jauh terkait pengusungan pasangan calon yang bakal maju dalam Pilpres 2024.

Menurut Viva, sebaiknya Cak Imin dan PKB bergabung dalam koalisi tanpa embel-embel pengusungan capres-cawapres.

“Sebaiknya Cak Imin dan PKB bergabung saja dulu dengan KIB. Saya yakin, Golkar dan PPP perasaannya akan sama dengan PAN, senang dan gembira,” ujar dia.

2. Persyaratan Cak Imin terlalu khusus

Cak Imin Sebut PKB Mau Gabung KIB, Waketum PAN: Kalau Kalah Dada SesakKetua Umum Golkar Airlangga Hartarto bertemu dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/5/2022). (IDN Times/Melani Putri)

Sementara, Ketua DPP PAN Saleh Partaonan Daulay juga buka suara terkait keinginan Cak Imin yang ingin bergabung dengan KIB asal diusung sebagai capres.

Menurut dia terlalu cepat jika Cak Imin berbicara soal kandidat capres yang bakal diusung dalam Pilpres 2024. Sebab, KIB sejauh ini masih tahap menghimpun gagasan dari setiap kader terkait pengusungan calon.

“Kalau Cak Imin mau gabung, ya kita tentu senang. Tetapi terlalu cepat memberikan persyaratan khusus. Apalagi persyaratan itu menyebut harus dicalonkan menjadi capres,” ujar Saleh.

Saleh juga menyinggung pernyataan Cak Imin hanya sebagai candaan semata. Dia justru curiga PKB sudah bersepakat dengan partai lain untuk berkoalisi.

“Cak Imin itu kelihatannya hanya bercanda saja. Mungkin saja PKB sudah ada kesepakatan dengan partai lain. Justru, kita juga akan senang jika Cak Imin bisa dapat tiket dari koalisi  dengan partai-partai lain. Artinya, harapan kita akan muncul lebih dari 2 pasangan calon dapat terwujud,” tuturnya.

Baca Juga: PKB Siap Gabung KIB, Cak Imin: Asal Capresnya Saya 

3. Cak Imin mengaku mau gabung KIB asal diusung jadi capres

Cak Imin Sebut PKB Mau Gabung KIB, Waketum PAN: Kalau Kalah Dada SesakWakil Ketua DPR RI, sekaligus Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar menyampaikan sambutan saat menghadiri deklarasi dirinya sebagai Calon Presiden digelar Alumni Universitas Indonesia Timur Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (1/3/2022). (ANTARA/Darwin Fatir.)

Sebelumnya, Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, menyebut partainya siap bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang terdiri dari Partai Golkar, PPP, dan PAN.

Namun, Cak Imin mengatakan, syarat PKB masuk KIB dirinya harus menjadi calon presiden (capres) dari koalisi itu.

"PKB siap bergabung asal capresnya saya,” ucap dia seperti dilansir ANTARA, Senin (23/5/2022).

Cak Imin mengklaim banyak kalangan yang terus mendorongnya maju sebagai capres pada Pemilu 2024, terutama warga nahdliyin.

"Insyaallah kita siap bersama-sama menyukseskan pemilu dan maju sebagai capres. Itu keinginan sebagian besar warga kita, terutama nahdliyin dan nahdliyat, supaya kita punya presiden yang mewakili warga nahdliyin," tutur dia.

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya