Comscore Tracker

35 Anak Tewas di Lubang Bekas Tambang, Komnas HAM: Ada Pembiaran

Semestinya musibah ini bisa dicegah

Balikpapan, IDN Times - Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik prihatin dengan kasus meninggalnya anak-anak di lubang bekas tambang di Kalimantan Timur. Sebanyak 35 anak telah menjadi korban sejak 2011. Kejadian meninggalnya anak-anak di lubang tambang hingga kini belum ada penyelesaian secara hukum.

"Kami sangat menyesalkan peristiwa jatuhnya korban, yang semestinya bisa dicegah bila ada kehati-hatian, juga keseriusan semua pihak, terutama pengusaha dan pemerintah dengan tidak membiarkan lubang-lubang tersebut terus memakan korban. Tampaknya ada pembiaran sehingga kecelakaan yang memakan korban ini terus terjadi," kata Taufan.

1. Pelanggaran hak asasi masyarakat dan korban yang tinggal di sekitar lubang bekas tambang batu bara

35 Anak Tewas di Lubang Bekas Tambang, Komnas HAM: Ada Pembiaranjatam.org

Komnas HAM pada 2016 telah memberikan rekomendasi tentang "Pelanggaran HAM dalam Kasus Lubang Tambang Batu Bara di Kalimantan Timur", yang ditujukan kepada gubernur Kaltim, Kapolda Kaltim serta jajarannya, wali kota dan bupati, menteri ESDM, KPK, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan perusahaan. 

Meskipun telah ada rekomendasi Komnas HAM kepada pemerintah dan pihak terkait, korban di lubang tambang ini ternyata masih terus berjatuhan.

Menurut catatan Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), korban di Kota Samarinda sebanyak 21 anak, di Kabupaten Kutai Kartanegara 12 anak, Kabupaten Penajam Paser Utara satu anak, dan Kabupaten Kutai Barat satu anak. 

Secara hak asasi manusia (HAM), Taufan menilai, para korban dan masyarakat yang hidup di sekitar lubang bekas tambang batu bara di Kaltim telah terenggut hak-haknya.

"Hak atas hidup, keselamatan diri tiap-tiap orang (hak atas keamanan), serta hak atas lingkungan yang tidak rusak dan membahayakan kehidupan mereka," kata dia.

Baca Juga: Masyarakat Tolak Tambang Jember Kembali Gelar Tasyakuran

2. Komnas HAM menuntut penegak hukum dan KPK menyelidiki kasus ini

35 Anak Tewas di Lubang Bekas Tambang, Komnas HAM: Ada PembiaranDok.IDN Times/Istimewa

Taufan menjelaskan, Komnas HAM sudah mengirim tim melakukan pemantauan dan pihaknya sudah menyampaikan ke berbagai pihak terkait, agar segera mengatasi kasus ini. Namun belum ada langkah yang progresif mengatasi masalah ini.

"Kami menuntut penegak hukum, termasuk KPK menyelidiki dan menyidik masalah ini dan membawa pelakunya ke ranah hukum, supaya ada rasa keadilan kepada korban dan sekaligus memberikan efek jera kepada pihak yang mengabaikan tanggung jawabnya, atas lubang-lubang eks tambang yang dibiarkan menganga sehingga memakan korban," kata Taufan dalam keterangan tertulis, Senin (25/6).

3. Tidak ada sanksi jika pemerintah dan pihak terkait tidak melaksanakan rekomendasi dari Komnas HAM

35 Anak Tewas di Lubang Bekas Tambang, Komnas HAM: Ada PembiaranDok.IDN Times/Istimewa

Taufan menyatakan sejalan dengan UU Nomor 39 Tahun 1999 rekomendasi dari pemantauan Komnas HAM tidak dilengkapi dengan pasal yang mengatur sanksi hukum.

Dengan begitu, Komnas HAM memberikan rekomendasi namun tidak dapat memaksa kepada pihak yang diberi rekomendasi, kecuali mereka secara sukarela serta kesadaran akan tanggung jawabnya mematuhi rekomendasi.

Namun ada cara lain yang bisa ditempuh Komnas HAM, yakni mendorong atasan dari lembaga yang tidak mematuhi rekomendasi, untuk memberikan tekanan kepada lembaga di bawahnya yang tidak patuh tersebut.

"Misalnya kepala daerah yang tidak patuh, ya akan kami sampaikan ke Mendagri atau Presiden, atau kami laporkan ke penegak hukum. Cara paling ampuh apabila aparat penegak hukum mengambil tindakan hukum, termasuk KPK," kata dia.

Baca Juga: Bocah Tewas Tenggelam di Lubang Bekas Tambang Batu Bara, Korban ke-35!

Topic:

  • Rochmanudin

Just For You