Ladies Parking, untuk Menggaet Pasar atau Alasan Syariah?

Ladies parking untuk menyesuaikan segmen pasar

Balikpapan, IDN Times - Pemisahan tempat parkir antara perempuan dan laki-laki yang saat ini terjadi di Depok, Jawa Barat menjadi sorotan. Tidak hanya netizen yang melontarkan tanggapannya, tapi juga anggota DPRD Kota Depok.

Pemisahan tempat parkir antara perempuan yang disebut ladies parking dan laki-laki yang disebut man parking, tidak hanya memberi area khusus untuk perempuan, namun tempat parkir betul-betul dipisahkan berdasarkan gender, baik untuk mobil maupun kendaraan roda dua. Pemisahan tempat parkir laki-laki dan perempuan ini telah dilakukan di RSUD Kota Depok dan Gedung Balai Kota Depok.

 

Sebetulnya bukan hanya Depok yang menerapkan hal ini. Beberapa kota juga telah menerapkan ladies parking baik di perkantoran maupun mal. Salah satunya di Balikpapan, Balikpapan Trade Center.

Head of Trade Mall Balikpapan Trade Center (BTC) Eko Ariawan mengungkapkan, pihaknya menerapkan ladies parking, "pertama, karena faktor kita kan pembelanjaan trade mall yang belanja kebanyakan ibu-ibu, untuk memfasilitasi supaya memberikan kenyamanan servis parkir," jelasnya.

Baca Juga: LRT Jakarta Tak Sediakan Lahan Parkir, Ini Solusinya

1. Ladies parking sesuai segmen pasar BTC yang menyasar kaum perempuan

Ladies Parking, untuk Menggaet Pasar atau Alasan Syariah?IDN Times/Mela Hapsari

Eko menjelaskan, pada gedung BTC parkir di lantai atas relatif lebih sulit karena sudut belok yang tajam pada tanjakan naik ke area parkir. 

"Karena ibu-ibu kalau di gedung kita kalau naik ke atas agak sulit, jadi kita kasih space yang agak mudah di lantai dasar. Dari pintu masuk, ibu-ibu bisa langsung cari parkir," katanya.

Penerapan ladies parking di trade mall yang berada di Jalan Jenderal Sudirman Balikpapan ini juga sesuai dengan segmen pasar BTC.  

"Faktor utama adalah memudahkan yang berbelanja. Di trade mall ini 70 persen kaum perempuan, 20 persen remaja, dan 10 persen laki-laki. Jadi memang kita memberi kenyamanan dan kemudahan dalam soal parkir. Kita juga bantu petugas untuk mengarahkan area parkir untuk perempuan dan area parkir untuk umum," ujar Eko lebih lanjut.

Trade mall ini juga memiliki Ladies Market yang menjual beragam keperluan untuk perempuan, sehingga area ladies parking ini dapat menunjang kenyamanan kaum perempuan yang menjadi segmen mal ini.

Menurut sepengetahuan Eko, belum ada gedung lain baik mal atau perkantoran di Balikpapan yang menerapkan ladies parking seperti di BTC. 

Baca Juga: Viral Video Parkir Lampaui Tarif Normal, Dishub Malang Amankan Pelaku

2. Ada juga laki-laki yang cuek parkir di area ladies parking

Ladies Parking, untuk Menggaet Pasar atau Alasan Syariah?IDN Times/Mela Hapsari

Dari empat lantai gedung BTC, Eko menjelaskan, hanya sepertiga area parkir lantai dasar yang menjadi area ladies parking yang diterapkan sejak 2017. Sisanya adalah tempat parkir yang tidak berdasarkan gender, baik laki-laki maupun perempuan bebas menggunakannya.

Pengguna ladies parking tidak hanya pengunjung perempuan yang menggunakan mobil, tapi juga perempuan para pemilik toko di BTC yang memarkirkan kendaraannya di ladies parking. Trade mall ini tidak menerapkan ladies parking untuk sepeda motor. 

Meskipun tulisannya besar dengan stiker warna merah muda yang menjadi penanda area parkir khusus untuk perempuan, ternyata masih ada saja laki-laki yang cuek dan tetap parkir di area ladies parking.

"Tergantung kesadaran sendiri ya, kita sudah tulis ladies parking dan itu sudah diarahkan oleh petugas untuk parkir ke tempat lain. Tapi mungkin karena lebih gampang, sehingga laki-laki juga ikut parkir di area ladies parking," ujar Eko.

3. Penerapan ladies parking bukan karena faktor syariah

Ladies Parking, untuk Menggaet Pasar atau Alasan Syariah?IDN Times/Mela Hapsari

Eko menjelaskan, ladies parking dibuat bukan karena faktor syariah. Pihaknya juga tidak punya rencana membuat men parking, apalagi memisahkan parkir sepeda motor untuk laki-laki dan perempuan. Ia pribadi tidak menyetujui hal ini.

"Motor itu kan istilahnya tidak begitu sulit parkir, jadi tidak terlalu perlu dibedakan parkir motor perempuan dan laki-laki. Saya sih kurang begitu setuju. Kalau di angkutan umum seperti di kereta atau bus memang wajarlah karena itu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Kalau untuk parkir motor dipisah laki-laki dan perempuan, saya belum melihat manfaatnya," kata Eko. 

Selain itu, meskipun tematik BTC adalah untuk muslim namun hal ini tidak menjadikan alasan memisahkan parkir laki-laki dan perempuan.

"Bukan masalah syariah, ini karena faktor memudahkan pengunjung saja. Mal kita ini utamanya adalah pusat busana muslim keluarga, memang kita tematiknya muslim. Di sini ada manasik haji, ada masjid, tapi kita tidak memisahkan ladies parking ini karena faktor syariah," jelas Eko. 

Baca Juga: LRT Jakarta Tak Sediakan Lahan Parkir, Ini Solusinya

Topic:

  • Sunariyah

Just For You