Comscore Tracker

Begini Cara Pemkot Tegal Mulai Terapkan Local Lockdown

Local lockdown berlangsung selama empat bulan

Tegal, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal akhirnya mengambil langkah berani dalam menghadapi wabah penyebaran virus corona. Setelah resmi mengumumkan satu PDP (pasien dalam pengawasan) positif terjangkit COVID-19, Pemkot bakal menerapkan lockdown atau karantina wilayah secara total di seluruh wilayah perbatasan.

Lalu, bagaimana penerapan lockdown itu di Kota Tegal?

1. Akses jalan ditutup menggunakan beton MBC

Begini Cara Pemkot Tegal Mulai Terapkan Local LockdownIDN Times/ Muchammad

Pernyataan Kota Tegal akan dilockdown disampaikan oleh Wali Kota Dedy Yon Supriyono saat menggelar konferensi pers di Pendopo Ki Gede Sebayu pada Rabu (25/3) malam. Dedy menjadi pemimpin daerah pertama di Indonesia yang berani mengumumkan lockdown. Padahal, pemerintah pusat sudah mewanti-wanti pemda tidak bisa mengambil keputusan soal penutupan wilayah di masing-masing daerahnya untuk menghadapi COVID-19. 

Dedy menjelaskan karantina lokal diterapkan dengan menutup sejumlah akses jalan menggunakan separator beton (MBC). Jalan yang ditutup merupakan jalan protokol dalam kota dan penghubung antar wilayah. 

Area itu ditutup sementara dan lalu lintas dialihkan melalui satu pintu. Adapun pintu tersebut yakni jalan-jalan provinsi dan jalan nasional yang berada di sekitaran Kota Tegal.

Baca Juga: Darurat Corona! Kota Tegal Berlakukan Lockdown Lokal 

2. Karantina lokal berlaku di Tegal selama empat bulan

Begini Cara Pemkot Tegal Mulai Terapkan Local LockdownIDN Times/ Muchammad

Sementara, untuk jalan di Kota Tegal, rencananya Dedy akan memberikan pembatas beton. Tujuannya, masyarakat tidak bisa membukanya. 

"Kita tempatkan MBC sebagai pagar di pintu-pintu masuk. Jalur yang dibuka hanya jalur provinsi dan nasional. Untuk Kota Tegal semuanya akan kami rencanakan diberi pembatas beton, sehingga tidak ada masyarakat yang bisa membuka,” kata Wali Kota Dedy. 

Berdasarka hasil penghitungannya, satu unit MBC beton memiliki berat sekitar dua ton. Dengan demikian, masyarakat tidak akan bisa menggeser atau mengalihkan jalan yang telah ditutup. Pemkot Tegal berencana melakukan penutupan dengan beton dilakukan (30/3) hingga (30/7). 

3. Wali Kota Tegal akan siapkan bantuan untuk warga

Begini Cara Pemkot Tegal Mulai Terapkan Local LockdownIDN Times/Muchammad Haikal

Sementara, untuk dampak sosial, Wali Kota Dedy sudah meminta Sekretaris Daerah melalui Dinas Sosial agar bisa memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Sebab, hal tersebut sudah menjadi tugas pemerintah untuk menjaga serta melindungi warganya.

“Saya juga akan mengajak seluruh pejabat di pemkot, baik struktural maupun non struktural beserta jajaran legislatif untuk bersama-sama, secara pribadi membantu, dengan mengumpulkan dana untuk masyarakat yang tidak mampu,” kata dia. 

4. Pusat keramaian sudah ditutup oleh Pemkot Tegal

Begini Cara Pemkot Tegal Mulai Terapkan Local LockdownIDN Times/ Muchammad

Sebelum akhirnya memberlakukan local lockdown secara total di Kota Tegal, Pemkot sudah menutup sejumlah titik yang biasanya menjadi pusat keramaian warga sejak (23/3) lalu. Titik-titik yang selama ini menjadi pusat keramaian warga selama satu pekan ke depan dialihkan ke lokasi lain. Hal itu, lantaran di titik-titik tertentu masih ada warga Kota Tegal yang belum terkena COVID-19. 

Kebijakan local lockdown dipilih melalui rapat koordinasi tertutup bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Atas keputusan pada saat itu, Wali Kota berharap masyarakat akan lebih memahami dan ikut menggiatkan gerakan menjaga jarak atau berdiam di rumah (physical distancing).

5. Aliran listrik di area yang dilockdown dipadamkan

Begini Cara Pemkot Tegal Mulai Terapkan Local LockdownIDN Times/ Muchammad

Untuk mengantisipasi adanya aktivitas pada area yang dikategorikan lockdown, Pemkot Tegal memutus jaringan listrik dan menutup akses jalan menggunakan water barrier. Bagi pengguna jalan, tidak lagi bisa menuju kawasan Alun-alun maupun GOR Wisanggeni.

Sementara untuk kendaraan dari arah barat (Jakarta) yang akan menuju jantung kota akan dialihkan ke Jalan Mataram (Terminal) untuk kemudian dilanjutkan menggunakan Jalur Lingkar Utara (Jalingkut). Begitu pula sebaliknya, kendaraan dari timur (Semarang) diarahkan menuju Jalingkut dan keluar melalui jalan samping Terminal.

Baca Juga: 10 Potret Jemaah Salat Jumat di Tegal Berdekatan, Gak Jaga Ada Jarak

Topic:

  • Santi Dewi
  • Septi Riyani

Berita Terkini Lainnya