Comscore Tracker

Komentar Anggota Wantimpres Habib Lutfi soal Kerajaan Agung Sejagat

Polda Jateng tangkap raja dan permaisuri

Tegal, IDN Times - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Lutfhi bin Yahya enggan menanggapi kemunculan Kerajaan Agung Sejagat, yang baru-baru ini menghebohkan warga Purworejo, Jawa Tengah.

Lutfhi menyerahkan kasus ini kepada pihak berwajib, dan mengimbau kepada masyarakat agar menjaga kerukunan demi keutuhan bangsa. Dia tak ingin membuat suasana di Tanah Air menjadi keruh.

Baca Juga: Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat Terancam 10 Tahun Penjara

1. Hormati proses hukum yang sudah berjalan

Komentar Anggota Wantimpres Habib Lutfi soal Kerajaan Agung Sejagat(IDN Times/ Muchammad Haikal)

Ulama besar asal Kota Batik ini enggan berkomentar perihal viralnya Keraton Agung Sejagat di Purworejo. Dia justru mengimbau kepada masyarakat agar menghormati proses hukum yang masih berjalan.

Sebagai anggota Wantimpres, Lutfi tidak ingin membuat suasana di Jawa Tengah menjadi keruh dan menyebabkan tumpang tindih permasalahan ini. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah ini menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak berwajib.

“Saya no comment masalah itu. Sudah ditangani Kapolda, saya tidak mau tumpang tindih. Apa yang diputuskan oleh Kapolda, itulah yang terbaik,” ujar Lutfi saat menghadiri Upacara Hari Dharma Samudera ke-58 di Pelabuhan Pelindo III, Kota Tegal, Rabu (15/1).

2. Masyarakat diimbau ikut menjaga keutuhan NKRI

Komentar Anggota Wantimpres Habib Lutfi soal Kerajaan Agung Sejagat(IDN Times/Muchammad Haikal)

Habib kondang di Jawa Tengah ini juga berpesan kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga keutuhan dan kesatuan bangsa. Dia mengajak kepada masyarakat agar menghindari perpecahan.

Selain itu, Lutfi juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar senantiasa bersyukur dan menjaga perilaku yang baik, sebagai wujud rasa terima kasih kepada Sang Khalik.

“Terima kasih tidak hanya cukup dengan mengucapkan terima kasih saja. Tetapi juga perlu diungkapkan dengan perilaku untuk mengerti orang yang berterima kasih,” kata dia.

3. Raja dan Permaisuri Kerajaan Agung Sejagat ditangkap

Komentar Anggota Wantimpres Habib Lutfi soal Kerajaan Agung SejagatSinuhun dan Kanjeng Ratu Kerajaan Agung Sejagat saat menggelar acara Wilujengan. (Tangkapan video YouTube.com/Kudaku On Top)

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Komisaris Besar Polisi Iskandar F Sutisna mengatakan raja dan permaisuri Kerajaan Agung Sejagat telah ditahan di Mapolda Jawa Tengah.

Dari informasi yang dihimpun, penangkapan keduanya didasarkan atas keresahan masyarakat akibat kemunculan kerajaan ini di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo.

“Didasari beredarnya berita di media sosial tentang berdirinya Keraton Agung Sejagat di wilayah Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah yang sudah viral, Polda Jateng segera menindaklanjuti dan telah mengamankan RTS dan FA. Penangkapan pelaku ini berdasarkan barang bukti serta keterangan saksi warga Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo merasa resah dengan kegiatan pelaku,” kata Iskandar.

Kedua pimpinan kerajaan ini dijerat UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana serta Pasal 378 KUHP tentang Penipuan, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk dokumen yang diduga dipalsukan pelaku.

Iskandar menjelaskan RTS dan FA yang bertindak sebagai raja dan permaisuri Kerajaan Agung Sejagat ditangkap Ditreskrimum Polda Jateng pada Selasa (14/1) sekitar pukul 18.00 WIB. Keduanya dibawa ke Mapolda Jateng, diamankan bersama sejumlah dokumen.

Baca Juga: KTP Raja Keraton Agung Sejagat Ternyata Palsu, Permaisurinya Juga!

Topic:

  • Rochmanudin

Just For You