Comscore Tracker

Anggota DPR Desak Polri dan BNN Lacak Rekening Narkoba Rp120 Triliun

Jangan sampai Indonesia jadi surga bagi peredaran narkoba

Jakarta, IDN Times - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap soal adanya rekening gendut milik sindikat narkoba. Tak main-main jumlahnya hingga Rp120 triliun. Kepala PPATK Dian Erdiana Rae menyebut, total ada 1.339 korporasi dan individu yang terlibat dalam rekening jumbo itu.

Terkait hal ini, anggota Komisi III DPR Andi Rio Idris Pandjaitan mendesak Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN) mengusut hal tersebut.

“Kepolisian dan BNN harus dapat segera melacak pemilik rekening gendut tersebut, apakah pemilik berada di Indonesia atau di luar negeri,” ujar Andi dikutip dari fraksigolkar.or.id, Rabu (6/10/2021).

Baca Juga: Kebakaran Kejagung, Polri Telusuri Rekening Gendut Cleaning Service

1. PPATK diminta ikut telusuri

Anggota DPR Desak Polri dan BNN Lacak Rekening Narkoba Rp120 TriliunIlustrasi Uang Rupiah (Dok. ANTARA News)

Andi juga minta kepada PPATK untuk menelusuri rekening gendut tersebut. Pelibatan PPATK diharapkan agar tidak ada perbedaan data.

“Jangan sampai mereka telah melakukan pencucian uang dan kabur ke luar negeri karena telah mengetahui informasi tersebut. Koordinasi dan komunikasikan kepada aparat penegak hukum terkait, telusuri transaksi ke siapa dan kemana saja uang yang mengalir di rekening gendut tersebut,” ucapnya.

Dia berharap, Indonesia tidak menjadi surga bagi peredaran narkoba. Sekali lagi, Andi meminta kepada Polri, BNN, dan PPATK untuk menyelidiki rekening gendut itu.

Baca Juga: Telat Bayar, Nasabah Difitnah Pinjol Ilegal sebagai Bandar Narkoba

2. Usir bahaya narkoba di SMA, kurikulum pencegahan narkoba dibuat

Anggota DPR Desak Polri dan BNN Lacak Rekening Narkoba Rp120 TriliunIlustrasi Pelajar. (IDN Times/Mardya Shakti)

Sebelumnya diberitakan, Kedeputian Bidang Pencegahan BNN Eva Fitri Yanita mengatakan, saat ini pihaknya tengah bekerja sama untuk membuat perumusan kurikulum pelaksanaan pencegahan narkoba di lingkungan SMA.

Ia menjelaskan, perumusannya akan melibatkan komunitas guru dan siswa itu sendiri. Diketahui, menurut hasil penelitian BNN, pengguna narkoba paling banyak saat ini adalah remaja, tepatnya di level pendidikan tingkat Sekolah Menegah Atas (SMA).

3. Edukasi dapat dilakukan dengan mengerjakan berbagai macam project

Anggota DPR Desak Polri dan BNN Lacak Rekening Narkoba Rp120 TriliunIlustrasi Pelajar (SD) (IDN Times/Mardya Shakti)

Eva menilai, sosialisasi dapat dilakukan melalui kegiatan di sekolah dan teladan keterampilan hidup sebagai modal dasar peserta didik. Selain itu, edukasi juga dapat dilakukan dengan melakukan berbagai macam project untuk anak-anak SMA.

“Melalui project tersebut membuat mereka percaya diri karena tahu informasi apa yang dibutuhkan dan apa yang harus diinformasikan. Karena jika kita hanya menampilkan jenis dan gambarnya itu sudah banyak dilakukan. Tapi fokus kita adalah bagaimana cara menanganinya,” ujar Eva.

Menurutnya, sebelum mengedukasi dan mendampingi anak-anak terkait bahaya narkoba, guru, tenaga kependidikan, kepala sekolah, dan orang tua harus paham terlebih dulu terkait apa saja bahaya penyalahgunaan narkoba.

“Kenapa tenaga kependidikan dan orang tua harus paham terlebih dulu, karena mereka kenal dekat sama dunia anak-anak dan lebih mudah untuk mengedukasinya,” kata Eva.

Topic:

  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya