Comscore Tracker

Aturan Terbaru Satgas COVID-19 soal Perjalanan Dalam Negeri

Penerima vaksin dosis lengkap tak perlu tes COVID-19

Jakarta, IDN Times - Satgas COVID-19 memperbarui ketentuan pelaku perjalanan orang dalam negeri (PPDN) pada masa pandemik COVID-19. Aturan terbaru yang digunakan saat ini yakni Surat Edaran (SE) Nomor 18 Tahun 2022.

Surat edaran itu ditandatangani oleh Ketua Satgas Penanggulangan COVID-19, Letjen TNI Suharyanto. Ketentuan itu mulai berlaku hari ini, Rabu (18/5/2022).

Baca Juga: [BREAKING] Jokowi Cabut Aturan Wajib Tes Antigen-PCR Bila Sudah Vaksinasi Lengkap

1. Ketentuan terbaru

Aturan Terbaru Satgas COVID-19 soal Perjalanan Dalam NegeriAktivitas selama Mudik Lebaran 2022 di Bandara Soekarno-Hatta. (dok. Angkasa Pura II)

Ketentuan yang baru dalam SE tersebut yakni, para pelaku perjalanan dalam negeri yang sudah mendapat vaksin booster dan dosis lengkap dua kali tidak perlu melakukan tes COVID-19, baik berupa PCR atau antigen.

Sisanya, aturannya masih sama yang intinya mewajibkan untuk senantiasa taat protokol kesehatan.

Berikut ketentuannya:

A. Setiap orang yang melaksanakan perjalanan dengan kendaraan pribadi maupun umum bertanggung jawab atas kesehatannya masing-masing, serta tunduk dan patuh pada syarat dan ketentuan yang berlaku.

B. Setiap PPDN wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat melakukan perjalanan dalam negeri.

C. PPDN dengan moda transportasi udara, laut, darat menggunakan kendaraan pribadi atau umum, penyeberangan, dan kereta api antarkota dari dan ke daerah di seluruh Indonesia berlaku ketentuan sebagai berikut:

    • PPDN yang telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua dan ketiga (booster) tidak wajib menunjukan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen.
    • PPDN yang telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama wajib
      menunjukkan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1 x 24 jam atau hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan.
    • PPDN dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan pelaku perjalanan tidak dapat menerima vaksinasi dikecualikan terhadap syarat vaksinasi, namun wajib menunjukkan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1 x 24 jam atau hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan dan persyaratan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi COVID-19.
    • PPDN dengan usia dibawah 6 tahun dikecualikan terhadap syarat vaksinasi dan tidak wajib menunjukan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen, namun wajib melakukan perjalanan dengan pendamping perjalanan yang telah memenuhi ketentuan vaksinasi dan pemeriksaan COVID-19 serta menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
      d. Khusus perjalanan rutin dengan moda transportasi darat menggunakan kendaraan pribadi atau umum, dan kereta api dalam satu wilayah/kawasan aglomerasi perkotaan dikecualikan dari persyaratan perjalanan sebagaimana diatur dalam huruf c.

Baca Juga: [BREAKING] Jokowi Cabut Aturan Penggunaan Masker di Ruang Terbuka

2. Jokowi cabut aturan wajib Antigen-PCR bila sudah vaksinasi lengkap

Aturan Terbaru Satgas COVID-19 soal Perjalanan Dalam NegeriPresiden Jokowi pimpin rapat terbatas pada Rabu (4/11/2020) (Dok. Biro Pers Kepresidenan)

Sebelumnya, Presiden Joko "Jokowi" Widodo menghapus aturan harus tes antigen/PCR bagi pelaku perjalanan dalam negeri dan luar negeri yang sudah menerima vaksin COVID-19 dosis lengkap. Kebijakan ini dibuat karena pandemik COVID-19 sudah terkendali.

"Bagi pelaku perjalanan dalam negeri dan luar negeri yang sudah mendapatkan dosis vaksinasi lengkap, maka sudah tidak perlu lagi untuk melakukan tes swab PCR maupun antigen," ujar Jokowi dalam pernyataannya yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (17/5/2022).

3. Penggunaan masker di area terbuka bukan lagi kewajiban

Aturan Terbaru Satgas COVID-19 soal Perjalanan Dalam NegeriIlustrasi kampanye menggunakan masker. (ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko)

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga mencabut aturan penggunaan masker di area terbuka. Namun, apabila masyarakat beraktivitas di gedung tertutup, wajib menggunakan masker.

"Dengan memperhatikan kondisi saat ini, di mana penanganan pandemik COVID-19 di Indonesia yang semakin terkendali, maka perlu saya menyampaikan beberapa hal, pertama pemerintah memutuskan untuk melonggarkan kebijakan pemakaian masker," ucapnya.

Baca Juga: Presiden Izinkan Aktivitas Tanpa Masker, Wagub DKI: Senang dan Dukung!

Topic:

  • Vanny El Rahman

Berita Terkini Lainnya