Comscore Tracker

Belanja Pegawai Tambah-PNBP Turun, Anggaran BMKG 2020 Defisit Rp1,8 T

Defisit anggaran lebih besar dibanding 2019

Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, menyampaikan laporan keuangan kepada Komisi V DPR RI. Dia menjelaskan adanya defisit anggaran pada 2020 sebesar Rp1,8 triliun.

"Terjadi penambahan defisit dari Rp1.728.587.081.067 pada 2019, menjadi Rp1.896.597.184 pada 2020," ujar Dwikorita dalam siaran langsung di kanal YouTube DPR RI, Rabu (25/8/2021).

Dwikorita menerangkan, defisit itu disebabkan akibat penurunan anggaran penerimaan bukan pajak (PNBP). Penyebab defisit lainnya karena terjadi penambahan belanja pegawai, serta adanya penyusutan aset tetap.

Baca Juga: DPR Harap Tekor APBN 2021 Lebih Rendah dari Target

1. Realisasi anggaran 2021

Belanja Pegawai Tambah-PNBP Turun, Anggaran BMKG 2020 Defisit Rp1,8 TIlustrasi anggaran (Dok.IDN Times/Istimewa)

Dwikorita kemudian menyampaikan dalam kesimpulan penjelasannya mengenai realisasi anggaran 2021, hingga 25 Agustus 2021 realisasinya 34,19 persen.

Perkiraan realisasi anggaran hingga 31 Desember 2021 sebesar 90,00 persen. "Rendahnya serapan di Agustus 2021 akibat dari dampak pandemik COVID-19, serta kegiatan loan yang masih dalam tahap penyiapan dan pembenahan dalam mekanisme barang dan jasa," katanya.

Baca Juga: [BREAKING] Jokowi Beberkan 6 Fokus Pijakan Pemerintah dalam Susun APBN 2022

2. BMKG dapat alokasi pagu anggaran 2022 Rp3,1 triliun

Belanja Pegawai Tambah-PNBP Turun, Anggaran BMKG 2020 Defisit Rp1,8 TIDN Times/Arief Rahmat

Dalam kesempatan itu, Dwikorita juga menyebutkan, BMKG mendapat pagu anggaran 2022 sebesar Rp3,108 triliun. Berikut rinciannya:

- Belanja pegawai: Rp736,7 miliar
- Belanja barang: Rp1.273 triliun
- Belanja modal: Rp1.098 triliun miliar.

3. Pagu anggaran BMKG diperoleh dari sejumlah dana

Belanja Pegawai Tambah-PNBP Turun, Anggaran BMKG 2020 Defisit Rp1,8 TIlustrasi APBN. (IDN Times/Aditya Pratama)

Dwikorita mengatakan pagu anggaran Rp3,1 triliun itu diperoleh dari sejumlah anggaran. Salah satunya dari APBN.

Berikut rinciannya:
- Rupiah murni APBN: Rp2,317 triliun
- Penerimaan PNBP: Rp86.985 miliar
- Pinjaman luar negeri: Rp559.290 miliar
- Surat berharga syariah negara (SBSN): Rp144.923.

Baca Juga: Duh! BMKG Prediksi Es Abadi di Puncak Jayawijaya Hilang pada 2025 

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya