Comscore Tracker

Kebakaran Hutan dan Lahan Menurun saat Pandemik, Paling Banyak di NTT

Ada penurunan karhutla saat pandemik COVID-19

Jakarta, IDN Times - Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama pandemik COVID-19 tak begitu santer terdengar. Namun, hal itu bukan berarti kasus karhutla di Indonesia zero kasus.

Kasus karhutla di Indonesia memang menurun selama pandemik. Terbanyak, karhutla terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat.

Berikut data kebakaran hutan dan lahan sepanjang pandemik.

Baca Juga: Cegah Karhutla, Program Desa Bebas Api Libatkan Masyarakat

1. Data kebakaran hutan dari 2016-2021

Kebakaran Hutan dan Lahan Menurun saat Pandemik, Paling Banyak di NTTIlustrasi (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

Berdasarkan data dari Karhutla Monitoring Sistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), terjadi penurunan karhutla selama masa pandemik.

Berikut rincian datanya:
- 2016: 438.363 (Hektare/Ha)
- 2017: 165.483 (Ha)
- 2018: 529.266 (Ha)
- 2019: 1.649.258 (Ha)
- 2020: 296.942 (Ha)
- 2021: 160.104 (Ha).

Baca Juga: Hutan Itu Indonesia Ajak Anak Muda Menjaga Hutan, Adopsi Pohon Yuk!

2. Karhutla pada 2021 paling banyak terjadi di NTT

Kebakaran Hutan dan Lahan Menurun saat Pandemik, Paling Banyak di NTTPetugas gabungan berusaha padamkan Karhutla di PPU (IDN Times/Ervan)

KLHK mencatat, pada 2020 Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi provinsi yang paling banyak mengalami karhutla. Tercatat, ada 63.115 hektare lahan yang terbakar.

Kemudian di posisi kedua ada NTB dengan 33.521 hektare terbakar. Kemudian, sebanyak 17.192 hektare lahan terbakar di Kalimantan Barat.

Berikut lima daerah dengan karhutla terluas:
- Nusa Tenggara Timur: 63.115 (Ha)
- Nusa Tenggara Barat: 33.521 (Ha)
- Kalimantan Barat: 17.192 (Ha)
- Jawa Timur: 8.695 (Ha)
- Kalimantan Selatan: 4.584 (Ha).

3. Kebakaran paling luas juga terjadi di NTT pada 2020

Kebakaran Hutan dan Lahan Menurun saat Pandemik, Paling Banyak di NTTKebakaran hutan di Bukit sekitar Parapat, Simalungun beberapa waktu lalu yang diduga ulah manusia (IDN Times/Arifin Al Alamudi)

Karhutla paling luas pada 2020 juga terjadi di NTT dan NTB. Berikut lima provinsi teratas yang banyak mengalami karhutla:

- Nusa Tenggara Timur: 114.719 (Ha)
- Nusa Tenggara Barat: 29.157 (Ha)
- Papua: 28.277 (Ha)
- Maluku: 20.270 (Ha)
- Kepulauan Riau: 8.805 (Ha).

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan, luas karhutla dihitung berdasarkan analisis citra satelit landsat 8 OLI/TIRS, yang di-overlay dengan data sebaran hotspot atau titik api.

Kemudian, data tersebut disatukan dengan laporan hasil ground chek hotspot dan laporan pemadaman yang dilaksanakan Manggala Agni atau relawan pemadam karhutla.

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya