Comscore Tracker

Puja-puji Airlangga untuk Profesor Singapura yang Sebut Jokowi Jenius

Kishore menulis artikel berjudul "The Genius of Jokowi"

Jakarta, IDN Times - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto memberikan pujian kepada Profesor dan Peneliti Institute di National University of Singapore, Kishore Mahbubani. Hal itu disampaikan Airlangga saat memberi sambutan di acara Golkar Institute.

Dalam acara itu, Kishore menjadi narasumber kuliah umum Kuliah Umum Golkar Institute dengan tema “Kepemimpinan Indonesia dalam G20: Tantangan Pascapandemi dan Harapan Negara Berkembang”.

Kishore merupakan akademisi Singapura yang menulis artikel berjudul "The Genius of Jokowi".

"Dari artikel ini, dapat dilihat bahwa Prof Kishore sangat mengerti tentang keadaan yang ada di Indonesia dari berbagai aspek, seperti politik, ekonomi, dan pembangunan," ujar Airlangga dalam siaran secara virtual, Rabu (27/10/2021).

1. Pujian lain dari Airlangga untuk Kishore

Puja-puji Airlangga untuk Profesor Singapura yang Sebut Jokowi JeniusProfesor dan Peneliti Institute di National University of Singapore, Kishore Mahbubani dalam acara Executive Education Program for Young Political Leaders 4 pada Rabu (27/10/2021). (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Selain itu, Airlangga memuji Kashore yang telah menulis buku "Has China Won". Menurutnya, buku tersebut membuat Kishore menjadi orang yang terkenal.

"Buku ini menjadi bahan pembicaraan dan membuat Prof Kishore diperhitungkan kemampuan akademiknya, terutama dalam pembahasan geopolitik," katanya.

Setelah itu, Airlangga membahas seputar agenda Presidensi G20 yang akan digelar di Indonesia. Agenda itu digelar hingga Oktober 2022.

Baca Juga: Profil Kishore Mahbubani, Akademisi Singapura yang Sebut Jokowi Jenius

2. Profil Kishore Mahbubani, Akademisi Singapura yang Sebut Jokowi Jenius

Puja-puji Airlangga untuk Profesor Singapura yang Sebut Jokowi JeniusAkademisi di Lee Kuan Yew School of Public Policy dan mantan diplomat senior, Kishore Mahbubani (Dokumentasi Lee Kuan Yew School of Public Policy)

Sebelumnya, Nama Kishore Mahbubani mencuat usai menyebut Presiden Joko “Jokowi” Widodo sebagai presiden yang jenius. Pernyataan itu dia sampaikan secara gamblang pada artikel berjudul "The Genius of Jokowi", yang ditayangkan oleh project-syndicate.org pada 6 Oktober 2021.

Dalam tulisan itu, Mahbubani memuji Jokowi karena berhasil menjamin keamanan dan stabilitas Indonesia sebagai negara demokrasi dengan muslim terbesar di dunia. Dia juga memuji upaya Jokowi dalam merangkul oposisi dengan memasukkan rival politiknya Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dalam jajaran kabinetnya.

Pada bidang ekonomi, dia memuji pembangunan infrastruktur yang menjadi fokus pemerintahan Jokowi. Begitu pula dengan UU Cipta Kerja atau Omnibus Law yang menjadi strategi Jokowi untuk menarik investasi dari luar negeri.

“Jokowi telah berhasil di salah satu negara paling sulit di dunia untuk diperintah. Jokowi bukan hanya memerintah secara kompeten. Dia juga mentapkan standar pemerintahan baru yang seharusnya membuat iri negara demokrasi besar lainnya,” demikian tulis Mahbubani.

Mahbubani menjadi perbincangan publik bukan saja karena memuji Jokowi, tapi karena latar belakangnya sebagai Dewan Penasihat Golkar Institute. Informasi itu diungkap oleh mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah melalui akun Twitter-nya.

Politikus Golkar, yang juga Ketua Dewan Pengurus Golkar Institute, Tb Ace Hasan Syadzily juga mengonfirmasi keterangan tersebut. Dia menyampaikan bahwa Mahbubani kerap memberi input kepada Golkar terkait kebijakan publik. Namun, dia menegaskan bahwa keterangan Mahbubani soal Jokowi merupakan pandangannya sebagai seorang akademisi, tidak mencerminkan posisinya sebagai Dewan Penasihat Golkar Institute.

3. Karier Kishore Mahbubani sebagai diplomat dan akademik

Puja-puji Airlangga untuk Profesor Singapura yang Sebut Jokowi JeniusKishore Mahbubani (Twitter/Mahbubani_K)

Dilansir dari laman Mahbubani.net, lelaki kelahiran 24 Oktober 1948 ini berkarier pada dua bidang yang berbeda, yaitu di bidang diplomasi sepanjang 1971-2004 dan di bidang akademis sepanjang 2004-2019. Dia juga dikenal sebagai penulis yang produktif.

Di bidang diplomasi, ia bekerja di Kementerian Luar Negeri Singapura selama 33 tahun. Riwayat penempatannya adalah Kamboja, Malaysia, Washington DC, dan New York. Dia pernah menjabat sebagai Duta Besar Singapura untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Presiden Dewan Keamanan PBB pada 2001-2002.

Dia adalah Sekretaris Tetap di Kementarian Luar Negeri untuk periode 1993-1998. Sebagai apresiasi atas kinerjanya di bidang diplomasi, ia dianugerahi Medali Administrasi Publik oleh Pemerintah Singapura pada 1998.

Mahbubani bergabung di dunia akademik pada 2004, ketika ia ditunjuk sebagai Dekan di Lee Kuan Yew School of Public Policy (LKY School), National University of Singapura (NUS). Dia bertugas sebagai dekan sepanjang 2004-2007 dan dikukuhkan sebagai profesor dalam bidang kebijakan publik dari 2006 hingga 2019.

Pada April 2019, dia terpilih sebagai anggota kehormatan internasional American Academy of Arts and Sciences, sebagai apresiasi kepada para pemikir termuka.

Sekilas tentang riwayat pendidikannya, dia menerima Beasiswa Presiden pada 1967. Dia lulus dengan gelar First Class Honours dari jurusan filsafat di NUS pada 1971. Kemudian, dia berhasil menamatkan studinya untuk jurusan filsafat dari Dolhousie University, Kanada, pada 1976.

Setelah itu, dia memperoleh gelar doktor kehormatan pada 1995 dan menghabiskan satu tahun sebagai rekan peneliti di Pusat Urusan Internasional, Universitas Harvard pada 1991.

Baca Juga: Ini Alasan Jokowi Disebut Jenius oleh Akademisi Kampus Singapura  

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya