Dari Notaris Hingga Calon Menteri Jokowi, Ini Profil Wali Kota Airin

Airin pernah menjadi seorang notaris

Tangerang Selatan, IDN Times - Siapa yang tak kenal Airin Rachmi Diany, sejak dipercaya sebagai wali kota pertama perempuan Tangerang Selatan, namanya kian naik daun. Sosoknya juga kian dikenal publik, ketika sang suami terjerat kasus korupsi Banten.

Airin lahir di kota Banjar pada 28 Agustus 1976. Suaminya adalah Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, yang merupakan adik kandung mantan gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, yang kini jadi terdakwa kasus suap hakim Mahkamah Konstitusi.

Airin menjabat sebagai wali kota Tangerang Selatan sejak 2011-2016 dan kembali terpilih untuk 2016-2021. Dia juga masih menjabat sebagai ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) 2016-2020.

Yuk simak profil singkatnya mantan pemenang Mojang Jawa Barat itu.

Baca Juga: Airin: 40 Ribu Warga Tangerang Selatan Pengangguran

1. Airin mengenyam pendidikan di Bandung, mulai dari bangku sekolah hingga kuliah

Dari Notaris Hingga Calon Menteri Jokowi, Ini Profil Wali Kota AirinIDN Times/Muhamad Iqbal

Airin kecil mengenyam pendidikan sekolah di SDN Cibodas, Banjar, Jawa Barat. Ia melanjutkan ke SMP Negeri 5 Bandung. Setelah tamat SMP pada 1991, mantan pemenang Mojang Priangan ini melanjutkan sekolah di SMA Negeri 20 Bandung.

Airin kemudian melanjutkan bangku kuliah di Universitas Parahyangan dan Universitas Padjajaran. Dia berhasil mendapatkan gelar Sarjana Hukum (SH) dari Universitas Parahyangan. Studinya di Universitas Padjajaran berbuah dua gelar, yaitu Spesialis Satu (SP-1) Program Studi Notariat pada 2002 dan Magister Hukum (MH), Program Studi Ilmu Hukum Bisnis pada 2005.

2. Airin pernah menjadi Puteri Indonesia mewakili Jawa Barat

Dari Notaris Hingga Calon Menteri Jokowi, Ini Profil Wali Kota AirinIDN Times/Muhamad Iqbal

Dalam website pribadinya airinrachmidiany.com, Airin tercatat pernah menjadi Puteri Indonesia dan Mojang Priangan. Ia dinobatkan sebagai Puteri Pariwisata dan Puteri Favorit dalam ajang Puteri Indonesia pada 1996. Sebelumnya, ia juga pernah terpilih sebagai Mojang Provinsi Jawa Barat 1995 dan Mojang Parahyangan Kodya Bandung 1995.

Airin juga pernah tercatat sebagai penanggung jawab Relawan Banten Bersatu (RBB) untuk Wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

Tak hanya itu, Airin juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Penyantun Kaukus Perempuan Peduli Kesehatan Kota Tangerang Selatan. Bahkan, tercatat sebagai mantan Pembina Forum Masyarakat Peduli Pendidikan dan kesehatan Provinsi Banten.

3. Airin pernah menjadi seorang notaris

Dari Notaris Hingga Calon Menteri Jokowi, Ini Profil Wali Kota AirinIDN Times/Muhamad Iqbal

Sebelum terjun ke dunia politik dan terpilih dua kali sebagai wali kota Tangsel, Airin pernah berprofesi sebagai notaris dan pejabat pembuat akta tanah di Kabupaten Tangerang sejak 2004 hingga 2009.

Bahkan, semasa menjalani pendidikan SP-1 Notariat, Airin juga sempat menjadi asisten notaris di kantor Imas Tarwiyah, SH, MH pada 1999.

4. Airin memulai karier politiknya dengan mencalonkan sebagai calon wakil bupati Tangerang

Dari Notaris Hingga Calon Menteri Jokowi, Ini Profil Wali Kota AirinANTARA FOTO/Rosa Panggabean

Karier politik Airin bermula dari keikutsertannya dalam kontestasi pemilihan bupati dan wakil bupati Tangerang pada 2008, yang dimenangkan Ismet Iskandar-Rano Karno. Ismet adalah ayah dari Bupati Tangerang saat ini, Ahmad Zaki Iskandar.

Airin ikut dalam kontestasi pilbup Tangerang sebagai calon wakil bupati, mendampingi calon bupati Jazuli Juwaini yang merupakan politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang saat ini menjabat sebagai anggota DPR RI.

Saat itu, pasangan Jazuli-Airin didukung penuh oleh kekuatan dinasti Ratu Atut Chosiyah, yang merupakan politikus Partai Golkar.

5. Kalah di kabupaten Tangerang, hasrat politik Airin tersalurkan dalam pemilihan wali kota Tangsel

Dari Notaris Hingga Calon Menteri Jokowi, Ini Profil Wali Kota AirinANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Kekalahannya di Kabupaten Tangerang jadi pelajaran berharga untuk Airin, hingga pada 2009 Tangerang Selatan resmi jadi kota pemekaran dari induknya Kabupaten Tangerang.

Satu tahun kemudian kota tersebut mencari pemimpin pertamanya. Digelarlah pemilihan wali kota pertama pada 2010. Kesempatan ini menjadi peluang Airin untuk mencalonkan dari sebagai wali kota.

Airin akhirnya berhasil menduduki jabatan sebagai wali kota setelah ia dan pasangannya, Benyamin Davnie, berhasil memperoleh suara terbanyak yang mencapai 188.893 suara.

Pasangan Airin-Ben mengalahkan pasangan lainnya, yakni Yayat Sudrajat-NorodomSukarno dengan 22.640 suara, dan Sulaeman Rodhiyah-Najibah Yasin 183.778 suara, dan Andre Taulany-Arsid 187.778 suara. Pada pilwalkot selanjutnya pasangan Airin-Ben berhasil menduduki kembali kursi wali kota dan wakil wali kota Tangsel pada 2016.

Selain menjabat wali kota, Airin juga hingga saat ini tercatat sebagai ketua DPD Partai Golkar Tangsel.

6. Masa jabatan wali kota akan segera berakhir, mau kemana Airin?

Dari Notaris Hingga Calon Menteri Jokowi, Ini Profil Wali Kota AirinANTARA FOTO/Reno Esnir

Jabatan Airin sebagai wali kota Tangsel akan segera berakhir. Melihat kariernya dalam politik terbilang mulus, pengamat politik dari Universitas Islam Syech Yusuf (Unis) Tangerang mengatakan, Airin tak akan meninggalkan dunia politik usai masa jabatan sebagai wali kota berakhir.

"Karier politiknya mulus, meski suami dan kakak iparnya tersandung kasus korupsi, dia akan tetap di dunia politik," kata Adib kepada IDN Times, Selasa (9/7).

Bahkan, dalam Pemilu serentak 2019 lalu beredar rumor Airin akan masuk bursa calon menteri dari Partai Golkar.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto bahkan pernah mengatakan jika Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin menang, Airin lebih mulus melenggang menjadi menteri Kabinet Kerja.

"(Bisa), yang penting (Jokowi-Ma'ruf) menang dulu aja, kalau sudah menang nanti saya kasih tahu," kata Airlangga saat diwawancara usai menghadiri acara Silaturahmi Ketua Umum dan Kader Provinsi Banten, di Gedung Intermark, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat 15 Maret 2019 lalu.

Rumor tersebut juga menyebut beberapa alasan kemungkinan Airin mengisi posisi menteri dalam kabinet Jokowi-Ma'ruf. Posisi Airin bisa dikaitkan dengan Wapres Jusuf Kalla.

Sudah menjadi rahasia umum kalau keluarga Rau--sebutan bagi trah Atut Cs, dekat dengan JK. Atut memang salah satu loyalis JK ketika menjabat ketua umum Partai Golkar.

Bahkan, ketika Pilpres 2014, Golkar yang mendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, di Banten dinasti Atut secara diam-diam mendukung Jokowi-JK.

Bila melihat hubungan ini, bisa saja Airin nanti menjabat di kursi Kabinet Kerja, meskipun tidak mudah untuk merealisasikannya. 

Baca Juga: Buntut Kasus Rumini, Mahasiswa Tuntut Airin Copot Kadindik Tangsel

Topic:

  • Rochmanudin

Just For You