Comscore Tracker

Bawaslu: ODP, PDP, Hingga Pasien COVID-19 Boleh Nyoblos Pilkada 2020

KPU akan siapkan TPS khusus bagi pasien virus corona

Tangerang Selatan, IDN Times - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Frietz Edward Siregar mengatakan, pasien positif virus corona atau COVID-19 boleh memilih atau menggunakan hak politiknya pada Pilkada Serentak 2020.

“Mereka masih bisa memilih dan bisa salurkan suaranya,” kata dia, Rabu (1/7).

1. KPU sediakan kotak suara keliling dan TPS khusus

Bawaslu: ODP, PDP, Hingga Pasien COVID-19 Boleh Nyoblos Pilkada 2020Ilustrasi petugas KPU. IDN Times/Handoko

Frietz menjelaskan, setiap pemilih yang ingin masuk ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) harus menjaga protokol kesehatan. Mereka akan dicek suhu tubuhnya, jika di bawah 37 derajat, maka pemilih tersebut bisa mencoblos di TPS.

Namun, kata Frietz, sebaliknya jika suhu badan di atas 37 derajat, maka pemilih tidak diperkenankan mencoblos dan diarahkan ke bilik khusus, yang didalamnya terdapat petugas-petugas yang mengenakan hazmat.

“Dan juga jangan dilupakan bahwa mungkin ada di sebuah daerah yang ada ODP (Orang Dalam Pemantauan), PDP (Pasien Dalam Pengawasan), OTG (Orang Tanpa Gejala) maupun orang yang benar-benar positif COVID-19," kata Koordinator Komisi Hukum Data dan Informasi Bawaslu itu. 

Alternatif lain, kata Frietz, petugas bisa juga keliling menggunakan baju hazmat di tempat-tempat terdapat pemilih, namun mereka termasuk ODP, PDP, atau positif COVID-19.

Baca Juga: Bawaslu Rilis Indeks Kerawanan Pemilu 2020, Ini 20 Daerah Paling Rawan

2. Pasien COVID-19 dijamin tak kehilangan suaranya

Bawaslu: ODP, PDP, Hingga Pasien COVID-19 Boleh Nyoblos Pilkada 2020Ilustrasi Pilkada (IDN Times/Nofika Dian Nugroho)

Frietz mengatakan meskipun seorang pemilih terkena ODP atau PDP maupun positif COVID-19 tengah menjalani isolasi mandiri, mereka dijamin tidak akan kehilangan hak pilihnya pada hari pemungutan suara.

“Jadi selama ini yang kami selalu lakukan sama dengan Bawaslu dan KPU (Komisi Pemilihan Umum), tapi kan ini juga tugas bersama kita, tugas kawan-kawan di media, tugas-tugas di Pemda, tugas juga Kominfo dan Mendagri, dan terus kita semua, sehingga ini adalah agenda nasional kita, agenda atau perintah dari Undang-Undang Dasar untuk melaksanakan Pilkada,” kata dia.

3. Tingkat partisipasi pemilih diprediksi menurun

Bawaslu: ODP, PDP, Hingga Pasien COVID-19 Boleh Nyoblos Pilkada 2020Seorang pekerja tengah merampungkan pengerjaan kotak suara Pemilu 2019 di Gudang eks Bandara Polonia, Medan (IDN Times/Prayugo Utomo)

Frietz mengatakan meskipun Bawaslu dan KPU sudah melakukan berbagai kegiatan melalui pengawasan partisipatif, dan melakukan sosialisasi menggunakan media sosial, serta daring, dia yakin ada saja masyarakat yang tak berani ke TPS karena pandemik. Alhasil, partisipasi pemilih diprediksi akan menurun.

“Ini kan karena kita masih mempersiapkan semuanya dalam proses, dan meyakinkan pemilih juga salah satu yang paling penting dalam proses persiapan untuk Pilkada 2020,” kata dia.

Baca Juga: Nyoblos saat Pandemik: Paling Banyak Cuma 12 Pemilih di TPS

Topic:

  • Rochmanudin
  • Jumawan Syahrudin

Berita Terkini Lainnya