Comscore Tracker

Tidak Cuma Sumbar, PDIP Juga Absen di Pilkada Kota Cilegon

PDIP tak punya koalisi partai

Cilegon, IDN Times - Akibat tidak memiliki koalisi partai, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terpaksa tidak bisa ikut kontestasi Pilkada Kota Cilegon 2020.  PDIP tak memiliki koalisi partai untuk memenuhi minimal jumlah kursi parlemen, meski DPP PDIP sudah mengeluarkan rekomendasi kepada calon internalnya.

Selain Pilkada Kota Cilegon, PDIP juga mengalami kekosongan pencalonan di Pilkada Sumbar, setelah Mulyadi mengembalikan rekomendasi pencalonannya dengan pasangan Ali Mukhni kepada PDIP. Pemulangan rekomendasi ini setelah muncul pernyataan Ketua DPP PDIP Puan Maharani yang menuai polemik. 

1. PDIP kurang empat kursi lagi untuk mengusung calon pada Pilkada Kota Cilegon

Tidak Cuma Sumbar, PDIP Juga Absen di Pilkada Kota CilegonKerumunan massa pengantar Bacawali-bacawawali dari PDIP, Eri-Armuji di KPU Surabaya, Jumat (4/9/2020). IDN Times/Fitria Madia

Ketua DPC PDIP Kota Cilegon Reno Yanuar menyebut partainya memiliki empat kursi di DPRD, sehingga kurang empat kursi lagi agar dapat mencalonkan pasangan calon kepala daerah. Namun tidak ada koalisi partai lagi, sehingga PDIP harus merelakan ketidakikutsertaan dalam kontestasi Pilkada Serentak 2020.

"Kursi pengusung saya dari PDI Perjuangan hanya berjumlah empat kursi di Kota Cilegon. Untuk mengusung, kita membutuhkan minimal delapan kursi parlemen. Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan dilancarkan segala urusannya. Mari kita jaga Kota Cilegon ini, agar selalu kondusif tenteram dan nyaman, karena kita semua saudara sebangsa dan setanah air Bineka Tunggal Ika," kata Reno, Kamis (10/9/2020).

Baca Juga: 11 Bakal Paslon Siap Tarung di Pilkada Banten, Ini Daftar Kandidatnya

2. Reno minta maaf karena gagal maju Pilkada meski sudah dapat rekomendasi PDIP

Tidak Cuma Sumbar, PDIP Juga Absen di Pilkada Kota CilegonMural Pilkada Serentak 2020 ( ANTARA FOTO/Fauzan)

Reno yang mendapatkan rekomendasi maju sebagai wakil wali kota Cilegon dari PDIP, meminta maaf kepada masyarakat Kota Cilegon karena tak bisa ikut mencalonkan diri.

"Terima kasih atas dukungan, doa, dan support-nya selama ini kepada saya. Dan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya bila saya ada kesalahan dan kekurangan selama ini. Saya meminta maaf, terkhusus untuk masyarakat Kota Cilegon bahwa saya belum bisa mencalonkan wali kota dan wakil wali Kota Cilegon 2020," kata dia.

3. PDIP gak bisa maju karena ada PKS

Tidak Cuma Sumbar, PDIP Juga Absen di Pilkada Kota CilegonIDN Times/khaerul anwar

Perlu diketahui, Surat Keputusan (SK) DPP PDIP tentang persetujuan pasangan calon wali kota dan wakil wali Kota Cilegon beredar. Dalam SK bernomor 2097/IN/DPP/VIII/2020 itu, tertulis nama Ketua DPC PDIP Cilegon Reno Yanuar sebagai calon wakil wali kota, yang akan berpasangan dengan Helldy Agustian.

SK tertanggal 29 Agustus 2020 tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto.

Namun, Helldy yang merupakan kader Partai Berkarya memilih maju sebagai calon wali kota, berpasangan dengan Sanuji Pentamarta yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Pilkada Kota Cilegon 2020.

Baca Juga: Puan Bermasalah dengan Warga Sumbar, PDIP Makin Terkucilkan di Minang?

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya