Comscore Tracker

Meja dan Kursi Belum Ada, Murid SD di Tangsel Belajar Lesehan

Meja dan kursi baru datang Oktober 2019

Tangerang Selatan, IDN Times - Murid kelas tiga dan kelas empat SD Negeri Pondok Benda 02, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, terpaksa belajar lesehan, lantaran di kelas mereka tidak ada meja dan kursi.

Karena siswa duduk lesehan, pihak sekolah meminta wali murid membayar iuran untuk membeli karpet sebagai pengganti kursi dan meja.

Baca Juga: Evaluasi PPDB : DPRD Usulkan Bangun Sekolah Dan Tambah Ruang Belajar 

1. Wali murid dikenakan iuran untuk membeli karpet pengganti meja dan kursi

Meja dan Kursi Belum Ada, Murid SD di Tangsel Belajar LesehanIDN Times/Muhamad Iqbal

Kepala Sekolah SD Pondok Benda 02 Arsin mengatakan terdapat sepuluh kelas dan setiap kelas terdiri dari 32 siswa. Mereka secara sukarela mengumpulkan uang sumbangan untuk membeli karpet sebagai pengganti kursi dan meja.

"Sementara lesehan gini, mohon maaf sebelumnya, bukan keinginan sekolah. Tadinya mau nunggu sampai Oktober dikiriman bangku, tapi kalau kita di awal itu mengubah semua jadwal segala macam," kata Arsin, Tangsel, Jum’at (26/7) lalu.

2. Tak ada meja dan kursi karena gedung baru dibangun pada 2018

Meja dan Kursi Belum Ada, Murid SD di Tangsel Belajar LesehanDokumentasi Pribadi

Arsin menjelaskan, keadaan ini terjadi karena gedung yang ditempati merupakan gedung baru, yang baru selesai dibangun pada 2018. Sehingga untuk pengadaan kursi dan meja baru bisa dilakukan Oktober 2019.

“Ini keinginan orangtua mendesak, pada pengen masuk pagi semua, jadi semua tidak ada yang masuk siang,” kata dia.

3. Dindikbud Tangsel menyebut persoalan ini bikin pusing

Meja dan Kursi Belum Ada, Murid SD di Tangsel Belajar LesehanIDN Times/Muhamad Iqbal

Sementara, Kepala Bidang Pendidikan SD pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel Virgo, mengaku baru mengetahui informasi masalah ini. Menurut dia pengadaan kursi dan meja sekolah di Dindikbud saat ini mengalami kendala.

“SD mana pula itu? Bikin aku pusing aja itu. Kita banyak butuh kursi untuk 157 SDN, kita anggarkan bertahap dilihat kondisi sekolah, kita banyak pemintaan peserta didik baru dari tahun ke tahun," ujar dia, melalui pesan WhatsApp.

Virgo menjelaskan pengadaan meja dan kursi awalnya dianggarkan Rp2 miliar di e-katalog dengan acuan tahun lalu. Tapi tahun ini vendornya tidak tayang di e-katalog, sehingga harga tahun ini harus direvisi, sesuai dengan harga yang tayang di e-katalog.

"Baru perubahan dalam asistensi anggaran perubahan kalau sudah di-acc atau disahkan baru kita segera lelang e-katalog,” kata dia.

Baca Juga: Tersapu Angin, Tiga Atap Bangunan Sekolah di Bojonegoro Roboh

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya