Comscore Tracker

Terbongkar Kasus Perdagangan Orang di Venesia BSD, Saraswati Minta Ini

7 Muncikari ditangkap dalam penggerebekan itu

Tangerang Selatan, IDN Times - Bareskrim Mabes Polri baru-baru ini menggerebek tempat hiburan malam, Karaoke Executive Venesia BSD, di Jalan Lengkong Gudang, Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan.

Penggerebekan yang berlangsung Rabu malam, 19 Agustus 2020 itu, kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono, dilakukan karena diduga ada tindak pidana perdagangan orang di tempat tersebut. "Bermoduskan eksploitasi seksual,” kata Argo, dalam keterangan tertulis Kamis, 20 Agustus lalu.

Terkait hal ini, bakal calon wakil wali kota Tangerang Selatan (Tangsel) Rahayu Saraswati, yang berpasangan dengan mantan Sekretaris Daerah Tangsel Muhamad, meminta jangan ada toleransi sedikit pun terhadap praktik perdagangan orang. Tidak cuma di Tangsel, tetapi juga di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Kasus Venesia, Ruhamaben: Tangsel Seperti Masih di Zaman Jahiliyah 

1. Saras minta aparat bongkar siapa otak tindak pidana ini

Terbongkar Kasus Perdagangan Orang di Venesia BSD, Saraswati Minta IniDok. Mabes Polri

Saras, demikian panggilan akrab Rahayu Saraswati yang merupakan aktivis anti-perdagangan manusia, meminta aparat membongkar kasus perdagangan orang ini sampai tuntas.

Ia berharap kepolisian tidak hanya menjaring para wanita korban perdagangan, tetapi juga menangkap para pelanggan atau penyewa jasa dan pihak-pihak yang diduga kuat terlibat dalam tindak pidana ini.

"Pelanggannya laki-laki kan. Juga pihak-pihak yang bisa diduga kuat terlibat dalam kasus tindak pidana perdagangan orang. Cari siapa-siapa saja tokoh kunci dalam perdagangan manusia itu, yang dikenal dengan sebutan germo atau muncikari. Jika ada, tangkap segera," kata Saras, dalam keterangan pers yang diterima IDN Times, Sabtu (22/8/2020).

2. Saras: perempuan harus tangguh dan mandiri

Terbongkar Kasus Perdagangan Orang di Venesia BSD, Saraswati Minta IniIDN Times/Khaerul Anwar

Sebagai orang yang berpengalaman dalam perjuangan melawan human trafficking, Saraswati menyampaikan solusi untuk mencegah terulangnya kasus serupa.

"Solusinya pemberdayaan perempuan dan ekonomi, serta meningkatkan ketahanan keluarga. Perempuan harus cerdas, tangguh, dan mandiri," kata Saras.

Baca Juga: Dugaan Perdagangan Orang, Karaoke di BSD Ini Digerebek Mabes Polri

3. Karaoke esek-esek Venesia BSD digerebek Bareskrim Polri, 7 muncikari ditangkap

Terbongkar Kasus Perdagangan Orang di Venesia BSD, Saraswati Minta IniDok. Mabes Polri

Sebelumnya diberitakan, jajaran Subdit 3 Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim bersama TNI Pomdam Jaya menggerebek Venesia BSD Karaoke Executive pada Rabu malam, 19 Agustus 2020 pukul 19.30 WIB.

Penggeledahan dilakukan karena diduga ada tindak pidana perdagangan orang dengan modus eksploitasi seksual, yang terjadi di tengah pandemik COVID-19. Ternyata, Venesia BSD Karaoke Executive telah beroperasi sejak awal Juni 2020 sampai sekarang, saat PSBB masih berlangsung.

Kemudian, tempat hiburan malam ini menyediakan perempuan untuk dapat berhubungan badan dengan tarif Rp1.100.000 sampai Rp1.300.000 per voucher, dikali 3 voucher. Para perempuan itu diketahui berasal dari Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur sebanyak 47 orang.

Lalu, ada 13 orang yang diamankan terdiri dari 4 orang sebagai "papi" (muncikari), 3 orang sebagai "mami" (muncikari), 3 orang sebagai kasir, 1 orang supervisor, 1 orang sebagai manager operasioanal, dan 1 orang sebagai general manager.

Sedangkan, barang bukti yang diamankan berupa kuitansi 2 bundel, voucher ladies 1 bundel tanggal 19 Agustus 2020, uang Rp730.000, uang bookingan ladies mulai dari 1 Agustus 2020, 3 unit mesin edc, 12 kotak alat kontrasepsi merk Durex, 1 bundel form penerimaan ladies, 1 bundel absensi ladies, 14 baju kimono Jepang sebagai kostum pekerja. Dalam kasus ini, polisi menetapkan 6 orang tersangka. 

Baca Juga: Cara Pengelola Karaoke di BSD Kelabui Polisi di Kala PSBB

Topic:

  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya