Comscore Tracker

Selama Pandemik Tak Ada Warga Baduy  Kena COVID-19, Cek Rahasianya

Kehidupan Suku Baduy hingga saat ini masih normal 

Lebak, IDN Times - Selama pandemik COVID-19 melanda Indonesia, sejak Maret 2020 hingga saat ini, tak ada satu pun warga Suku Adat Baduy yang ada di Lebak, Banten terkonfirmasi positif COVID-19.

"Tidak ada (yang positif COVID-19 di sini), tidak ada, mudah-mudahan tidak ada," kata Kepala Adat Pemerintahan Baduy Jaro Saija yang juga merangkap sebagai Kepala Desa Kanekes, Leuwidamar, Lebak, Jumat 22 Januari 2021.

Diketahui jumlah warga Suku Baduy saat ini 14.600 jiwa. Lantas apa rahasianya sehingga COVID-19 tak bisa masuk ke kampung masyarakat Baduy?

Baca Juga: Pemerintah Ganti "Wisata Baduy" Jadi Saba Baduy!

1. Tetua adat melarang warga berpergian saat pandemik mulai terjadi

Selama Pandemik Tak Ada Warga Baduy  Kena COVID-19, Cek RahasianyaIDN Times/Muhamad Iqbal

Jaro Saija mengungkapkan, sejak ada pandemik COVID-19 pada Maret 2020, tetua adat segera mengantisipasi dengan meminta semua warga yang ada di luar desa adat misal di Jakarta dan kota lain, untuk pulang kampung. Karena, saat itu sedang memasuki masa ritual Kawalu.

"Sementara warga Baduy yang sudah di dalam wilayah Desa Kanekes, dilarang untuk bepergian," kata dia.

2. Warga terbiasa setiap hari dengan pola hidup sehat

Selama Pandemik Tak Ada Warga Baduy  Kena COVID-19, Cek RahasianyaIDN Times/Muhamad Iqbal

Sementara itu, budayawan Banten, Uday Suhada mengungkapkan, kesehatan warga Baduy terjaga karena mereka juga terbiasa dengan pola hidup sehat, di samping diterapkan aturan ketat pembatasan ruang gerak ke luar dari tanah ulayat.

"Konsep hidup menyatu dengan alam benar-benar dijalankan oleh warganya. Mereka juga terbiasa minum ramuan alam (herbal)," kata Uday kepada IDN Times.

3. Kehidupan masyarakat Baduy saat ini masih normal

Selama Pandemik Tak Ada Warga Baduy  Kena COVID-19, Cek RahasianyaIDN Times/Muhamad Iqbal

Uday mengatakan, dari sistem kepercayaan Sunda Wiwitan, dalam tradisi lisan Suku Baduy juga disebutkan bahwa tugas mereka selain menjaga alam dan tidak mengubah perilaku, juga berkewajiban menjaga harmoni dengan makhluk Tuhan lainnya yang kasat mata, seperti hewan dan tumbuhan.

"Mereka meyakini sepenuhnya bahwa jika alam tidak dijaga, perilaku buruk manusia tak terkendali, maka akibatnya ya musibah, bisa berbentuk bencana alam, gempa bumi, puting beliung, banjir, longsor, dan penyakit keras dan mematikan seperti virus," kata Uday.

Saat ini, lanjutnya, kehidupan masyarakat Baduy sangat normal. "Ke ladang malah lebih sering. Udara yang mereka hirup tanpa polusi. Hasil tanaman yang mereka konsumsi steril dari pupuk anorganik. Social distancing sangat terkendali," kata dia.

Baca Juga: Gak Banyak Orang Tahu, Nih 5 Kuliner Khas Suku Baduy

Topic:

  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya