Comscore Tracker

Gubernur Sumsel Ancam Tutup SMA Taruna Jika Biarkan Tindak Kekerasan

Dua siswa SMA Taruna tewas usai ikut MOS

Palembang, IDN Times - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru berjanji akan membentuk tim khusus untuk melakukan investigasi, atas kematian WK (14), siswa SMA Taruna Palembang. WK tewas pada (13/7) lalu usai mengikuti Masa Orientasi Siswa (MOS). Rupanya di dalam MOS itu, diduga para pembinanya tidak segan melakukan tindak kekerasan terhadap siswa baru. 

WK akhirnya meninggal usai sempat dirawat di RS RK Charitas Palembang selama enam hari. Bahkan, dokter sempat melakukan operasi karena dokter menduga usus remaja itu terlilit. 

Remaja berusia 14 tahun itu merupakan korban kedua yang tewas. Sebelumnya, DLW sudah lebih dulu menghembuskan nafas terakhir saat digelar MOS. 

Lalu, tim macam apa yang hendak dibentuk oleh Gubernur Herman? 

"Kami bentuk (tim) komprehensif. Kami akan melibatkan orang tua siswa, dewan pendidikan kota dan provinsi. Maksimal tim ini jumlahnya ada 9 orang. Saya tunjuk Kepala Dinas Pendidikan untuk menjadi ketua nya. Mereka mulai bekerja pada Senin depan," kata  Herman saat melayat ke rumah duka di Perumahan Sri Mas, Jalan Pertahanan Blok 16 Kota Palembang pada Sabtu (20/7).

Lalu, apa sanksi yang akan dijatuhkan oleh Pemprov apabila ditemukan pelanggaran yang dilakukan pihak sekolah? 

1. Gubernur Sumsel mengancam akan menutup SMA Taruna Palembang apabila terbukti melakukan pelanggaran

Gubernur Sumsel Ancam Tutup SMA Taruna Jika Biarkan Tindak KekerasanIDN Times/Rangga Erfizal

Gubernur Herman menjelaskan penting dibentuk tim untuk melakukan penyelidikan agar diketahui apakah ada kesengajaan dari meninggalnya dua siswa SMA Taruna Palembang itu. Sebab, diduga keduanya meninggal akibat praktik kekerasan yang dilakukan oleh pembina ke para siswa baru. 

"Saya tidak mau lama, saya kasih (tenggat waktu) seminggu saja. Tim ini bekerja untuk mencari fakta-fakta sebenarnya mengenai sekolah ini," ujar Herman. 

Tim ini, kata dia, nantinya akan secara khusus melihat bagaimana proses pendaftaran siswa hingga proses masa pembinaan fisik dan mental yang dilakukan selama satu pekan. Apabila sekolah terbukti ikut terlibat dengan membiarkan praktik kekerasan terjadi, maka Herman berjanji akan memberikan hukuman setimpal. 

"Tim akan menelusuri mengapa oknum berbuat begitu. Apakah ada kaitannya dengan prosedur yang dibuat lembaga. Kalau kesalahan ini ada di lembaga, kita akan berikan sanksi setimpal. Sanksi ringan, peringatan, terberat adalah penutupan (sekolah)," ujar gubernur yang diusung oleh Partai Nasdem itu. 

Baca Juga: Korban Tindak Kekerasan Mau Masuk SMA Taruna Karena Ingin Jadi TNI

2. Gubernur Herman akan mengawal kasus dugaan tindak kekerasan di SMA Taruna Palembang

Gubernur Sumsel Ancam Tutup SMA Taruna Jika Biarkan Tindak KekerasanIDN Times/Rangga Erfizal

Menurut orang nomor satu di Sumsel ini, semua masyarakat harus yakin pemerintah tetap hadir dan siap memberikan perlindungan terhadap warganya. Apa lagi, yang menjadi korban adalah anak-anak yang baru lulus SMP dan ingin masuk ke jenjang SMA.

"Semalam saya dapat kabar ananda WK putra Pak Suwito, yang beberapa hari terakhir menjadi pusat pemberitaan, meninggal dunia. Sengaja saya ke sini untuk takziah, meyakinkan masyarakat dan keluarga, bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam atas kejadian ini," tutur dia.

Untuk itu, Herman meminta kepada pihak kepolisian agar dapat mengungkap kasus kematian dua siswa SMA Taruna. "Untuk proses hukum akan terus saya giring sedemikian rupa, sehingga pihak kepolisian dapat segera mengembangkan (kasusnya)," kata dia. 

3. Gubernur Heru meminta agar proses hukum dilakukan seadil-adilnya

Gubernur Sumsel Ancam Tutup SMA Taruna Jika Biarkan Tindak KekerasanIDN Times/Rangga Erfizal

Polresta Palembang sejauh ini baru menetapkan satu tersangka atas kematian DLW dan WK. Tersangka diketahui bernama Obby Frisman Arkataku (24). Bahkan,  polisi telah memastikan dalam kasus tersebut, pelakunya hanya satu orang.

Obby diketahui alumnus SMA Taruna Palembang. Ia kemudian bekerja di sana sebagai pebimbing. Obby baru bekerja sekitar satu minggu di SMA Taruna Palembang.

Lalu, apa tanggapan Herman soal pelaku yang telah ditahan oleh polisi? Ia memercayakan semuanya kepada pihak kepolisian. Apabila Obby memang terbukti melakukan tindak kekerasan terhadap DLW dan WK, maka ia meminta agar polisi memproses sesuai aturan hukum. 

"Kemarin sudah ada satu (orang) ditetapkan sebagai tersangka. Kebetulan karyawan sana. Dari awal saya katakan, kalau kesalahan person, maka oknum itu harus diproses. Kami suruh penegak hukum, polisi, jaksa, hakim, dapat membuat putusan seadil-adilnya," tutur dia. 

4. Disdik Sumsel sudah lakukan investigasi lebih awal

Gubernur Sumsel Ancam Tutup SMA Taruna Jika Biarkan Tindak KekerasanIDN Times/Rangga Erfizal

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Widodo mengatakan, tim investigasi yang dipimpinnya sudah bergerak melakukan penyelidikan tentang sekolah dan kegiatan yang kerap dilakukan oleh para siswa baru.

"Untuk investigasi sudah berjalan dari kemarin. Cuma Pak Gubernur minta penambahan melibatkan unsur elemen masyarakat dalam tim ini," kata Widodo.

5. Gubernur segera ubah sistem MOS di Sumsel

Gubernur Sumsel Ancam Tutup SMA Taruna Jika Biarkan Tindak KekerasanIDN Times/Rangga Erfizal

Selain membentuk tim investigasi, Gubernur Herman juga akan meninjau kembali seluruh format orientasi bagi siswa baru di sekolah. Bahkan, ia akan mengubahnya dan fokus untuk membuat siswa senior dan junior membaur. Sebab, orientasi dengan melibatkan tindak kekerasan sudah tak lagi sesuai dengan tuntutan zaman yang ada. 

"Ini menjadi pelajaran, untuk menuntut siswa disiplin bukan dengan cara kekerasan. Untuk Sumsel seluruh format MOS (Masa Orientasi Siswa) akan saya ubah. Tidak bisa hanya menekankan satu titik yakni kedisiplinan, karena MOS ini (juga fokus) pembauran antara senior dan junior. Nanti kami ubah namanya. Ini sudah berapa kali terjadi," kata Herman.

6. Polisi segera kembali periksa saksi dan kepala sekolah

Gubernur Sumsel Ancam Tutup SMA Taruna Jika Biarkan Tindak KekerasanIDN Times/Rangga Erfizal

Sementara, di lokasi yang terpisah, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara mengungkapkan, pihaknya masih menyelidiki apakah korban WK juga merupakan korban dalam masa ospek.

"Memang benar yang bersangkutan laporannya ada, dan telah meninggal dunia. Namun kami telusuri lebih lanjut apakah ada hubungan dengan tindak penganiayaan. Karena kami juga masih menyelidik dari laporan keluarga korban untuk pembuktian tersebut," ungkap Yon.

Bahkan, ia melanjutkan, Polresta Palembang sudah memanggil para saksi yang merupakan siswa SMA Taruna Indonesia. Tidak menutup kemungkinan, mereka juga akan memanggil kepala sekolah untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.

"Nantinya kami akan panggil dari pihak pengajar maupun pembina, yang terlibat dari pihak sekolah tersebut. Dari kejadian ini mungkin akan kami perdalam termasuk perkara sebelumnya, yang sedang dalam proses berjalan ini di Unit Pidum Polresta Palembang," tutur dia. 

Baca Juga: [BREAKING] Korban Tewas SMA Taruna Palembang Bertambah Jadi 2 Orang

Topic:

  • Santi Dewi

Just For You