Comscore Tracker

Seharga Rp85 Juta, Sapi Kurban Jokowi Punya Keistimewaan Unik

Sapi kurban Jokowi jenis India

Palembang, IDN Times - Presiden Joko "Jokowi" Widodo sudah menyiapkan satu ekor sapi seberat 1,1 ton, untuk dikurbankan di Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I Jaya Wikramo Palembang, Sumatera Selatan.

Seperti apa sapi yang dikurbankan Jokowi untuk masyarakat Palembang pada Hari Raya Idul Adha 2019?

1. Sapi kesayangan keluarga

Seharga Rp85 Juta, Sapi Kurban Jokowi Punya Keistimewaan UnikIDN Times/Rangga Erfizal

Pemilik sapi, Idil Fitriansyah, mengatakan sekitar Maret lalu, ada perwakilan dari Jakarta datang ke peternakan Dwi Karya, Jalan Pangeran Ayin, Pedado Palembang, untuk membeli sapi. Mereka langsung melihat sapi berjenis Peranakan Ongole (PO) asli India, yang memiliki postur besar dan gagah. 

Menurut pria 31 tahun itu, sapi Ongole yang berwarna cokelat dan putih itu punya cerita unik dan sejarah panjang, khususnya dengan orangtuanya.

"Ya sapi itu sangat nurut dan senang jika dielus-elus bapak saya, makanya saat di awal-awal kemarin saya sempat bimbang melepas nya. Karena sapi ini kesayangan bapak. Kalau bapak datang tidak mengelus badannya, maka dia akan nendang-nendang kandangnya. Kalau sudah dielus baru sapi itu diam," tutur Idil.

2. Dinas Peternakan Sumsel sudah memeriksa sapi pesanan Jokowi

Seharga Rp85 Juta, Sapi Kurban Jokowi Punya Keistimewaan UnikIDN Times/Rangga Erfizal

Karena yang ingin membeli sapi itu Presiden Jokowi, maka Idil merelakan menjual sapi tersebut senilai Rp85 juta. Meski sedih, ia senang sapi dari peternakannya dibeli Presiden.

"Saya senang Jokowi beli sapi di peternakan saya. Itu juga jadi pertimbangan saya menjual sapi tersebut," ujar dia.

Idil menceritakan sebelum perwakilan Presiden Jokowi tiba dari Jakarta, Dinas Peternakan Sumsel mengunjungi peternakannya. Mereka menilai dan mengecek bobot dan kesehatan sapi tersebut. Jika sapi itu tidak sehat, tidak bisa keluar dari peternakan.

"Kemarin orang Dinas Peternakan datang memeriksa sapi tersebut, mulai dari kesehatan, tinggi, dan berat badannya. Selanjutnya, baru orang perwakilan dari Jakarta datang, bilang Bapak Jokowi mau pesan sapi. Sapi ini sudah dinyatakan sehat, lewat surat sertifikat dari Dinas Peternakan," jelas dia.

3. Sapi pesanan Jokowi makan 100 kilogram sehari

Seharga Rp85 Juta, Sapi Kurban Jokowi Punya Keistimewaan UnikIDN Times/Rangga Erfizal

Sapi pesanan Jokowi dipelihara keluarga Idil sejak masih berusia dua tahun. Perawatannya dilakukan khusus, karena dalam sehari sapi tersebut makan hingga 100 kilogram, dengan empat kali makan.

"Makanannya ampas tahu, ampas uni, dedek katul (ari-ari beras), kulit nanas. Sehari bisa sampai 100 kilogram untuk makannya. Sementara biaya perawatan, termasuk vitamin lebih dari Rp1 juta sebulan," ujar dia.

"Sehari sebelum Lebaran Idul Adha akan kita antar ke Masjid Agung Palembang. Kita bertanggung jawab sampai dia dipotong. Nanti setelah diantar ke Masjid Agung kita masih berikan makan dari peternakan ini," imbuh Idil.

Baca Juga: Antisipasi Hewan Kurban Stres, Hindari Ini

4. Ada tiga syarat mutlak hewan ternak yang harus dicermati sebelum dibeli

Seharga Rp85 Juta, Sapi Kurban Jokowi Punya Keistimewaan UnikIDN Times/Rangga Erfizal

Sementara, Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI)Jafrizal mengatakan, untuk membeli hewan ternak harus melalui tiga syarat mutlak di antaranya administrasi, persyaratan syar'i, dan kesehatan.

Ketiga syarat ini, biasanya berupa surat keterangan yang dikeluarkan dokter hewan di daerah asal hewan ternak, sebagai syarat administrasi kepada peternak. Kemudian, setelah ada surat tersebut, baru hewan ternak boleh dijual.

"Syarat ini contohnya, untuk kambing di atas satu tahun atau ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap. Sedangkan untuk sapi atau kerbau di atas dua tahun atau ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap, hewan kurban juga harus memiliki yang namanya Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH)," kata Jafrizal.

Dia menyebutkan saat ini pihaknya telah membentuk tim yang beranggotakan 51 orang dari Dinas Pertanian Peternakan, dan dokter hewan untuk mengecek kepada para pedagang terkait kepemilikan SKKH.

"Jangan sampai memperlakukan hewan ternak dengan kasar, dan kandangnya harus senyaman mungkin bagi mereka, agar tidak menimbulkan luka fisik dan stres pada hewan ternak," kata Jafrizal.

Baca Juga: Berebut Restu Jokowi, Airlangga atau Bamsoet Paling Kuat di Golkar?

Topic:

  • Rochmanudin

Just For You