Cek-Cok Jadi Motif Tersangka Tega Habisi Siswa SMA Taruna Palembang

Tersangka merupakan pegawai baru SMA Taruna Indonesia

Palembang, IDN Times - Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen (Pol) Firli Bahuri menyatakan Obby Frisman Arkataku (24) sebagai pelaku tunggal yang menyebabkan DLW (14) meninggal. Ia menjelaskan tersangka merupakan pegawai baru yang diperbantukan menjadi pembimbing ospek untuk tahun ajaran 2019/2020. Lalu, mengapa polisi begitu yakin Obby adalah pelaku tunggal? Apa motif tersangka hingga tega menghabisi nyawa DLW?

1. Pemeriksaan forensik dan kecocokan saksi jadi alat bukti

Cek-Cok Jadi Motif Tersangka Tega Habisi Siswa SMA Taruna Palembang(Polresta Palembang ketika memberikan keterangan pers mengenai pembunuhan siswa SMA Taruna Indonesia Palembang) IDN Times/Rangga Erfizal

Firli menjelaskan Polresta Palembang berhasil menetapkan satu orang tersangka sejak 27 jam orang tua korban, DLW, membuat laporan. Obby diduga melakukan kekerasan fisik terhadap DLW, sehingga ia tak sadarkan diri. 

Pengungkapan kasus tersebut, ia melanjutkan, berawal dari keterangan para saksi dan bukti forensik tim Rumah Sakit Bhayangkara. Kemudian, bukti itu dipadukan dan mengerucut pada satu tersangka, yakni Obby.

"Keterangan saksi dan forensik kami cocokkan. Benar korban mengalami kekerasan benda tumpul. Petunjuk dan keterangan ahli membuat kami meyakini, korban meninggal dunia karena kekerasan," ujar Firli ketika memberikan keterangan pers pada hari Senin (15/7). 

Selanjutnya, proses cek-cok korban dan tersangka sebelumnya, menjadi motif dasar tersangka tega melakukan tindak kekerasan dalam proses ospek.

"Dari hasil forensik ada kekerasan tumpul di kepala bagian kanan. Ada alat memukul dan setelah kami cari, ketemu alat bukti bambu yang digunakan. Di kepala, dada, dan kaki korban juga ada bukti memar akibat pukulan," kata dia melanjutkan. 

Baca Juga: Alumnus SMA Taruna Palembang Jadi Tersangka Kematian Siswa Saat MOS

2. Tersangka merupakan pegawai baru di SMA Taruna Indonesia

Cek-Cok Jadi Motif Tersangka Tega Habisi Siswa SMA Taruna Palembang(Pria yang mengenakan masker Obby Frisman Arkataku merupakan tersangka pembunuhan) IDN Times/Rangga Erfizal

Sementara, Kepala SMA Taruna Indonesia, Tarmizi Hendriyanto menuturkan tersangka memang merupakan pembina dalam masa bimbingan fisik dan mental. Tersangka Obby juga merupakan pegawai yang baru seminggu diterima untuk bekerja di sekolah tersebut.

"Dia (tersangka) pengawas dan pembina siswa baru dan bukan senior. Statusnya sebagai pegawai saya, baru bekerja satu minggu," kata Tarmizi. 

Saat ditanya apakah ada korban lain yang melapor ke Polresta Palembang, Tarmizi enggan menanggapi lebih lanjut. "Untuk korban baru saya belum dengar laporan," ujarnya lagi.

3. Polri prihatin masih ada praktik perpeloncoan dalam penerimaan mahasiswa baru

Cek-Cok Jadi Motif Tersangka Tega Habisi Siswa SMA Taruna PalembangIDN Times/Rangga Erfizal

Di sisi lain, Firli menyayangkan masih ada aksi perpeloncoan di dunia pendidikan. Padahal, seharusnya pola seperti itu tidak lagi menjadi acuan di sekolah.

"Kami menyesali kejadian ini sudah terjadi dan menelan korban, anak kita, cucu kita meninggal akibat kekerasan. Kami mengucapkan belasungkawa kepada pihak keluarga. Hingga saat ini praktik kekerasan masih saja ada dalam penerimaan siswa baru masih terjadi," kata Firli. 

Untuk langkah selanjutnya, ia menjelaskan, Polresta Palembang akan terus memintai keterangan dari pihak tersangka. Selain itu, mereka juga akan memberikan pendampingan terhadap keluarga, agar tidak ada trauma dengan kasus yang sudah pernah terjadi. 

"Ini menjadi pukulan bagi keluarga. Kami perlu kerja keras melakukan pendampingan terhadap keluarga korban supaya tidak trauma. Dengan kejadian seperti ini, kami prihatin dan tidak boleh terulang lagi. Kepolisian akan bekerja sama dengan dinas pendidikan, untuk melakukan kerja sama dalam pendampingan tersebut," tutur dia. 

4. Polisi menyebut tak menutup kemungkinan ada korban dan tersangka lain

Cek-Cok Jadi Motif Tersangka Tega Habisi Siswa SMA Taruna PalembangIDN Times/Rangga Erfizal

Di bagian akhir, Firli mengungkap kemungkinan yang mengejutkan. Ia menjelaskan tak menutup kemungkinan kasus tindak kekerasan itu berkembang dan ditemukan bukti baru mengenai keberadaan korban atau tersangka yang lain. Karena, dalam proses masa pembinaan mental dan fisik, banyak yang berperan dalam membimbing para siswa.

"Akan ditindaklanjuti (soal kemungkinan ada tersangka baru). Baru ada pelaporan dari orang tua korban meninggal dunia. Siapa korban, siapa pelaku itu yang akan kami kejar. Tidak menutup kemungkinan ada korban lain, tidak hanya satu orang," kata dia.

Baca Juga: Korban Siswa SMA Taruna Indonesia Bertambah, Sempat Tak Sadarkan Diri 

Topic:

  • Santi Dewi

Just For You