Comscore Tracker

Kemarau 2019 Diprediksi Lebih Panas, 7 Daerah Rawan Karhutla di Sumsel

Musim kemarau diperkirakan terjadi Juni-September

Palembang, IDN Times - Dinas Perkebunan (Disbun) Sumatera Selatan memprioritaskan tujuh daerah lahan gambut yang perlu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara berkelanjutan. 

Tujuh daerah tersebut yaitu Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir (OI), Banyuasin, Musi Banyuasin (Muba), Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Musi Rawas (Mura) dan Musi Rawas Utara (Muratara).

Baca Juga: Lindungi Ekosistem Gambut Begitu Penting dalam Pengendalian Karhutla

1. Tak henti memberi imbauan kepada masyarakat

Kemarau 2019 Diprediksi Lebih Panas, 7 Daerah Rawan Karhutla di SumselDoc. BNPB

Kepala Bidang Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan Sumsel Rudi Aprian mengatakan, pihaknya sudah memberikan arahan kepada masyarakat dan perusahaan, agar tidak membuka lahan gambut dengan cara membakar. Karena pembukaan lahan dengan cara membakar lahan gambut berpotensi memicu kebakaran.

"Kita terus imbau masyarakat, saat membersihkan lahan untuk tidak menggunakan cara pembakaran yang riskan memicu penyebaran kebakaran lahan lebih luas, terlebih di musim kemarau," kata Rudi, Minggu (23/6).

2. Gubernur Sumsel pimpin Apel Siaga Karhutla

Kemarau 2019 Diprediksi Lebih Panas, 7 Daerah Rawan Karhutla di SumselIDN Times/Rangga Erfizal

Rencananya, beberapa instansi dan stakeholder terkait akan mengadakan apel siaga, guna melihat kesiapan siaga karhutla di Provinsi Sumsel.

"Rencananya digelar 25 Juni nanti dan dipimpin langsung oleh gubernur. Pihak terkait seperti perusahaan perkebunan dan OPD (Organisasi Pemerintah Daerah) juga kami undang," ujar dia.

3. Alat bantuan dari Tiongkok ditempatkan di dua desa terpisah

Kemarau 2019 Diprediksi Lebih Panas, 7 Daerah Rawan Karhutla di SumselDoc. BNPB

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Iriansyah mengungkapkan, pihaknya bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendapat bantuan berupa dua alat untuk menangani karhutla di Sumsel. Pemberian hibah alat itu akan ditempatkan di dua wilayah, yakni Banyuasin dan Muba.

"Sumsel mendapatkan dua jenis bantuan alat untuk menangani karhutla dari Tiongkok dan akan kita tempatkan di Desa Talang Kelapa (Banyuasin) dan Desa Bayung Lencir (Muba)," ungkap dia.

Baca Juga: Pastikan Titik Panas Karhutla, Manggala Agni Terus Lakukan Groundcheck

4. Musim kemarau 2019 diperkirakan akan lebih panas dari sebelumnya

Kemarau 2019 Diprediksi Lebih Panas, 7 Daerah Rawan Karhutla di Sumselbmkg.go.id

Sementara, Kasi Informasi dan Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kenten Palembang Nandang menerangkan, perkiraan cuaca pada musim kemarau tahun ini diperkirakan akan berlangsung lebih panas dari tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut berpotensi menimbulkan karhutla di beberapa wilayah jika tidak diantisipasi.

"Untuk prakiraan musim kemarau wilayah Sumsel masih dalam kategori normal. Namun, perlu diwaspadai prediksi musim kemarau di Sumsel tahun ini akan berlangsung lebih panas dari 2018, dan masih jauh lebih basah dari 2015. Sehingga masyarakat perlu mewaspadai daerah yang rawan karhutla di wilayah Sumsel," terang dia.

Nandang juga mengatakan beberapa wilayah yang dikhawatirkan terdampak kemarau dan karhutla agar mengantisipasi segala bentuk pemicu kebakaran hutan.

"Musim kemarau akan berlangsung sejak Juni hingga September 2019. Untuk wilayah Ogan Ilir, OKI, sebagian Banyuasin, sebagian Muba dan sebagian OKU Timur, menjadi wilayah rawan karhutla," tutur dia.

Baca Juga: 4 Manfaat Kebakaran Hutan Alami, Gak Melulu Merugikan

Topic:

  • Rochmanudin

Just For You