Comscore Tracker

5 Peristiwa Alam Beruntun yang terjadi di Tanah Kelahiran Teuku Umar

Mulai banjir, kematian ayam dadakan, serta fenomena awan

Aceh Barat, IDN Times - Peristiwa maupun bencana memang kerap dan tak luput dari keberadaan manusia. Bahkan aktivitas alam itu bisa terjadi kapan dan di mana saja tanpa diketahui.

Sejumlah peristiwa dari kejadian alam sempat terjadi di Kabupaten Aceh Barat secara beruntun dalam kurun waktu lebih kurang satu bulan.

Tak hanya itu, penampakan dari sebuah fenomena alam yang langka pun sempat menggegerkan warga di bumi kelahiran Teuku Umar tersebut.

Berikut ulasan singkat peristiwa di Kabupaten Aceh Barat, yang IDN Times rangkum dalam kurun waktu mulai 11 Juli hingga 10 Agustus 2020.

1. Banjir rob merendam empat desa

5 Peristiwa Alam Beruntun yang terjadi di Tanah Kelahiran Teuku UmarPemukiman warga di Kecamatan Djohan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat terendam banjir rob (Foto: Uci Setiawan/anteroaceh)

Gelombang pasang purnama menyebabkan banjir rob yang merendam empat desa di Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Sabtu (11/7/2020).

Adapun empat desa yang terendam meliputi Desa Pasir, Desa Suak Indrapuri, Ujong Kalak dan Kampung Belakang. Lebih kurang ada sekitar 42 unit rumah milik warga mengalami rusak dalam insiden ini.

Meski hampir setiap tahun dilanda, namun kabarnya bencana yang melanda kali ini termasuk yang terparah dalam beberapa tahun ke belakang.

Baca Juga: LAPAN Ungkap Pertanda di Balik Munculnya Awan Tsunami di Aceh, Apakah?

2. Banjir rendam ribuan rumah di tujuh kecamatan

5 Peristiwa Alam Beruntun yang terjadi di Tanah Kelahiran Teuku UmarBanjir merendam ratusan rumah warga di empat kecamatan. (FOTO ANTARA/Syifa Yulinnas)

Akibat hujan deras badan jalan provinsi lintasan Kabupaten Aceh Barat-Pidie atau tepatnya di Gampong Lancong, Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat, mengalami longsor, Selasa (28/7/2020).

Longsor yang terjadi akhir Juli lalu itu menyebabkan jalan di kawasan pegunungan tersebut amblas sepanjang 20 meter dengan kedalaman berkisar antara 20-30 sentimeter. Akibatnya, akses transportasi masyarakat yang melintas di daerah ini terganggu.

3. Longsor sepanjang 20 meter, putusnya jalan lintas antar kabupaten

5 Peristiwa Alam Beruntun yang terjadi di Tanah Kelahiran Teuku UmarJalan longsor di lintas Kabupaten Aceh Barat-Pidie, yang sedang diperbaiki (Foto: Istimewa)

Akibat hujan deras badan jalan provinsi lintasan Kabupaten Aceh Barat-Pidie atau tepatnya di Gampong Lancong, Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat, mengalami longsor, Selasa (28/7/2020).

Longsor yang terjadi akhir Juli lalu itu menyebabkan jalan di kawasan pegunungan tersebut ambles sepanjang 20 meter dengan kedalaman berkisar antara 20-30 sentimeter. Akibatnya, akses transportasi masyarakat yang melintas di daerah ini terganggu.

4. Wabah kematian mendadak ratusan ayam

5 Peristiwa Alam Beruntun yang terjadi di Tanah Kelahiran Teuku UmarWarga melakukan transaksi jual beli ayam kampung untuk mengantisipasi ayamnya terserang hama di Desa Alue Raya, Samatiga, Aceh Barat, Aceh, Sabtu (8/8/2020). (Antara Aceh/Syifa Yulinnas)

Ratusan ayam peliharaan warga di beberapa desa di Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, mati mendadak dalam waktu beberapa hari.

Sebelum mati, ayam-ayam tersebut sebelumnya dikabarkan tidak menunjukkan gejala aneh atau pun gejala sakit. Namun keesokan harinya, para peternak menemukan ayam mati mendadak di dalam kandang dengan kondisi tubuh membiru dan bagian mulut yang mengeluarkan lendir.

Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Barat, kematian ratusan unggas ayam di beberapa desa di Kecamatan Samatiga akibat diserang penyakit tetelo atau Newcastle Disease (ND).

5. Awan smong atau awan arcus yang disertai angin kencang dan hujan

5 Peristiwa Alam Beruntun yang terjadi di Tanah Kelahiran Teuku UmarFenomena awan menyerupai gelombang smong (tsunami) terjadi di langit Kota Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Aceh (Foto: Istimewa)

Warga Kota Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Aceh, geger dan dibuat merinding atas penampakan fenomena awan hitam panjang menyerupai gelombang smong (tsunami) raksasa di langit kota tersebut, pada Senin (10/8/2020) pagi.

Awan yang juga dikenal dengan awan arcus tersebut dikatakan warga mulai tampak sekitar pukul 08.30 WIB. Fenomena langka itu baru selesai setelah hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan Kota Meulaboh.

Di hari yang sama penampakan awan smong kembali terjadi, namun penampakannya tidak seperti pada Senin pagi.

Baca Juga: Mirip Gulungan Tsunami, Pertanda Apa di Balik Kemunculan Awan Arcus?

Topic:

  • Muhammad Saifullah
  • Umi Kalsum

Berita Terkini Lainnya