Comscore Tracker

Aceh Zona Merah, Simulasi Mitigasi Bencana Akan Terus Dilakukan

Anggaran mitigasi dan pencegahan hanya Rp1,99 miliar

Banda Aceh, IDN Times - Aceh menjadi salah satu daerah di Indonesia yang memiliki frekuensi tinggi kejadian gempa bumi. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika melalui Stasiun Geofisika Klas III Aceh Besar di Mata Ie, Kabupaten Aceh Besar mencatat ada 977 kali kejadian gempa bumi sepanjang tahun 2020 yang pusatnya tersebar, mulai di bawah laut maupun di daratan.

Di laut aktivitas tektonik tersebut disebabkan karena adanya pergerakan dari pertemuan dua lempeng tertonik yang terjadi secara konvergen dan saling bertumbukan, yakni antara Lempengan Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Sementara di darat, disebabkan adanya pergerakan dari segmen maupun patahan di zona patahan Sumatra. Di antaranya Segmen Patahan Aceh, Segmen Patahan Seulimeum, Segmen Patahan Tripa, serta Segmen Patahan Batee. Sementara, aktivitas tektonik pada patahan seperti Patahan Pante Raja, Patahan Samalanga, Patahan Lhokseumawe, Patahan Nisam, dan Patahan Lokop.

Patahan-patahan yang ada di darat terbilang aktif. Bahkan Stasiun Geofisika Klas III Aceh Besar di Mata Ie telah membuat catatan penting mengenai zona merah serta potensi terjadinya gempa besar berkekuatan antara Magnitude 5 sampai 7 yang ditimbulkan dari aktivitas tektonik tersebut. Beberapa daerah itu, mulai dari wilayah bagian tengah Provinsi Aceh mulai dari Kabupaten Aceh Tengah, Pidie dan Pidie Jaya.

Meskipun demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika belum mengetahui kapan gempa berkekuatan besar tersebut akan terjadi. Mereka hanya merekomendasikan kepada pemerintah daerah untuk siap siaga. Memberikan pemahaman mitigasi bencana kepada warga yang ada di sekitar zona merah menjadi salah satu langkah cepat sedini mungkin.

IDN Times coba menyambangi Badan Penanggulangan Bencana Aceh selaku pihak yang kerap melakukan sosialisasi maupun simulasi bencana. Tujuannya untuk menanyakan sejauh mana persiapan yang telah atau akan dilakukan pemerintah usai mengetahui adanya potensi terjadinya gempa bumi di darat tersebut.

1. Telah mengetahui adanya potensi dan pernah melakukan simulasi mengenai bencana meletus gunung berapi

Aceh Zona Merah, Simulasi Mitigasi Bencana Akan Terus Dilakukanjpninfo.com

Kepala Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Aceh, Bobby Syahputra mengatakan, bahwa pihaknya telah mengetahui mengenai adanya potensi gempa bumi berkekuatan besar di darat dari wilayah bagian tengah Aceh dari peta zonasi rawan bencana.

Mitigasi bencana yang dikemas dalam bentuk simulasi dikatakan pernah dibuat, namun lebih kepada simulasi meletusnya gunung berapi. Bukan tanpa sebab simulasi tersebut dipilih, mengingat wilayah tengah daerah berjulukan Serambi Makkah ini memang didominasi dengan pegunungan.

“Ada --mitigasi--. Malah kita sebelum itu, sekitar tiga tahun lalu ada membuat kegiatan simulasi gunung berapi, jadi patahan gempa ini kan memicu juga gunung berapai aktif. Kita sudah buat,” kata Bobby, ketika dijumpai IDN Times di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Aceh, di Banda Aceh, pada Jumat (22/1/2021).

2. Tahun 2020 tidak ada dilakukan simulasi bencana karena anggaran di-refocusing

Aceh Zona Merah, Simulasi Mitigasi Bencana Akan Terus DilakukanIstimewa

Bobby menyampaikan, kegiatan simulasi bencana setiap tahunnya ada dilakukan, namun memasuki tahun 2020 pemahaman mitigasi bencana terpaksa ditiadakan disebabkan tidak adanya anggaran. Padahal, di tahun 2019, anggaran yang dikucurkan untuk pencegahan dan mitigasi bencana mencapai lebih dari Rp11 miliar dan terbagi dalam beberapa kegiatan.

“Tahun 2020, itu karena terkena refocusing, fokus semua ke COVID-19. Itu semua anggaran kita fokus untuk penanganan COVID-19. Jadi kita tidak ada kegiatan,” ungkapnya.

Tahun ini, diperkirakan kegiatan pengurangan resiko bencana akan kembali dilakukan jika tidak ada lagi perintah anggaran di-refocusing. Rencananya akan dibuat simulasi kepada masyarakat di wilayah bagian tengah Aceh. Adapun besaran nggaran yang dikucurkan jumlahnya terbilang jauh dibandingkan dua tahun lalu, yakni hanya Rp1,99 miliar lebih.

“Mungkin di tahun ini kita akan melakukan kegiatan pengurangan resiko, simulasinya mungkin di Aceh Tengah. Mengenai ancamannya apa, itu nanti akan didiskusikan lagi,” kata Bobby.

“Tahun ini belum ada perintah untuk refocusing. Kalau kena refocusing lagi bisa habis anggaran untuk pencegahan mitigasi,” ujarnya.

3. Selain gempa, hampir seluruh daerah di Aceh memiliki potensi bencana alam

Aceh Zona Merah, Simulasi Mitigasi Bencana Akan Terus DilakukanBencana yang terjadi di Aceh sepanjang 2020 (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Aceh terbilang unik, sebab di setiap kabupaten kota di daerahnya mempunyai ancaman bencana tersendiri. Jika disebutkan berdasarkan wilayah bagian, potensi-potensi itu memang kerap terjadi di daerah tersebut.

Misalnya, dikatakan Kepala Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Aceh, untuk wilayah pantai barat selatan Aceh mulai dari Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Nagan Raya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Subulussalam, Simeulue, daerah ini memiliki ancaman bencana seperti banjir, kebakaran hutan dan lahan, serta tsunami.

Sementara untuk wilayah pantai timur Aceh, mulai dari Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Langsa, hingga Aceh Tamiang, banjir menjadi potensi ancaman tertinggi.

Sedangkan di wilayah tengah Aceh, mulai dari Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, serta Aceh Tenggara, potensi bencananya lebih kepada longsor. Walaupun, daerah ini potensi ancaman banjir serta kebakaran hutan dan lahan juga terbilang tinggi.

“Lengkap sebenarnya daerah kita ini. Semua jenis ancaman yang ada di Indonesia, itu ada di Aceh. Makanya langkah-langkah yang kita lakukan itu bermacam-macam metodenya,” ungkapnya.

Mengantisipasi setiap bencana tersebut, Bobby mengaku jika pihaknya juga melakukan mitigasi baik struktural maupun non struktural.

Baca Juga: Zona Merah dan Potensi Gempa Besar di Aceh

Topic:

  • Muhammad Saifullah
  • Arifin Al Alamudi

Berita Terkini Lainnya