Comscore Tracker

Libur Lebaran, 3 Orang Tewas Tenggelam di Pantai Suak Timah Aceh

Satu orang berhasil selamat

Aceh Barat, IDN Times - Tiga warga Kabupaten Pidie harus mengalami kejadian nahas saat mengisi libur lebaran ke kawasan wisata Pantai Suak Timah, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, Aceh pada Rabu (27/5) kemarin. Mereka ditemukan tewas pada Kamis (28/5) setelah semalaman hilang karena tenggelam. 

“Tadi pagi pukul 07.25 WIB, itu kita temukan satu korban, kemudian sekitar pukul 10.10 WIB ketemu lagi, dan terakhir sekitar 11.45 WIB. Semuanya dalam keadaan telah meninggal dunia,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan atau Search And Rescue (SAR) Kelas A Banda Aceh, Budiono, saat dikonfirmasi, Kamis (28/5).

1. Sebelumnya dikabarkan empat orang menjadi korban saat bermain di pantai

Libur Lebaran, 3 Orang Tewas Tenggelam di Pantai Suak Timah AcehProses evakuasi korban yang meninggal tenggelam di Pantai Suak Timah, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, Aceh (Istimewa)

Budiono mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi bahwa ada empat orang warga tenggelam di kawasan wisata Pantai Suak Timah, pada Rabu sore. Adapun empat warga itu, yakni RI (10), MU (15), AZ (13), dan T Samsuardi (42), yang semuanya merupakan warga Kabupaten Pidie, Aceh.

Dari keempat korban tersebut, hanya T Samsuardi yang berhasil diselamatkan sedangkan tiga korban lainnya tidak bisa diselamatkan pada hari itu.

“Ada laporan telah terjadi empat orang tenggelam di Pantai Suak Timah. Awalnya yang tenggelam empat orang, tetapi yang satu sudah selamat dan yang belum ketemu kemarin atau masih dicari ada tiga orang,” ujar Budiono.

Baca Juga: Ini Persiapan Pemprov untuk Terapkan Normal Baru di Aceh

2. Dalam tempo lima jam, ketiga korban ditemukan di sejumlah titik yang tidak jauh dari lokasi mereka tenggelam

Libur Lebaran, 3 Orang Tewas Tenggelam di Pantai Suak Timah AcehProses evakuasi korban yang meninggal tenggelam di Pantai Suak Timah, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, Aceh (Istimewa)

Pencarian sempat dihentikan ketika malam hari dan dilanjutkan di hari kedua atau pada Kamis (28/5) mulai pukul 07.15 WIB dengan membagi dua tim, satu memantau di lautan menggunakan perahu karet dan satunya lagi menyisir tepi pantai.

Adapun MU (15) korban yang pertama ditemukan, yaitu sekitar pukul 07.25 WIB. Jadasnya didapati petugas mengapung sejauh 500 meter arah barat dari lokasi tempatnya tenggelam.

Beberapa jam kemudian, jasad AZ pun ditemukan sekitar 20 meter dari lokasi tenggelam. Selanjutnya, pukul 11.45 WIB, jasad RI juga ditemukan sejuah 300 meter.

“Untuk jenazah ketiganya saat ini sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Cut Nyak Dhien, Meulaboh,” kata Budiono.

3. Keempat korban masih ada hubungan keluarga dan sedang melakukan wisata ke pantai

Libur Lebaran, 3 Orang Tewas Tenggelam di Pantai Suak Timah Acehilustrasi tim SAR (IDN Times/dok.istimewa)

Keempatnya korban kabarnya memiliki ikatan keluarga, yakni ayah, anak dan keponakan. Mereka dikatakan berada di lokasi karena sedang mengisi masa liburan Idulfitri. Lalu, ketika keluarga tersebut sedang mandi, datang gelombang besar sehingga keempatnya terseret ke laut.

“Kronologisnya itu berawal dari korban yang merupakan sekeluarga sedang bermandi di pantai, lalu timbul gelombang besar hingga terbawa arus. Menurut informasi, mereka sedang berwisata,” imbuh Budiono.

4. Pencarian sempat mengalami kendala karena cuaca buruk berupa gelombang tinggi

Libur Lebaran, 3 Orang Tewas Tenggelam di Pantai Suak Timah AcehIlustrasi cuaca buruk di perairan Aceh. (IDN Times/Saifullah)

Tim gabungan yang melakukan pencarian dikatakan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan atau Search And Rescue (SAR) Kelas A Banda Aceh sempat mengalami kendala dikarenakan cuaca buruk. Tingginya gelombang di wilayah pantai barat dari wilayah laut Aceh membuat tim harus mengganti perahu dalam proses pencarian.

“Kendala dalam pencarian itu dari kemarin memang gelombang tinggi, apalagi saat ini memang lagi musim angin barat. Kemarin itu awal pencarian sempat memakai perahu karet, namun agak kesulitan sehingga pagi tadi kita ganti dengan yang agak besar, yakni sea reader. Paling tidak itu bisa untuk mengatasi gelombang,” jelasnya.

Baca Juga: Nekat Mudik, Hampir Seribu Kendaraan ke Aceh Disuruh Putar Balik

Topic:

  • Muhammad Saifullah
  • Doni Hermawan

Berita Terkini Lainnya