7 Fakta Bom Bunuh Diri di Sukoharjo, Pelaku Amatir dan Terpapar ISIS 

Pelaku menolak kuliah karena ada mata kuliah Pancasila

Solo, IDN Times - Polisi masih menyelidiki aksi bom bunuh diri di Pos Pengamanan (Pospam) Simpang Tiga Tugu Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah pada Senin (3/6). Korban sekaligus terduga pelaku bom bunuh diri adalah Rofik Asharrudin (22), warga Kampung Kranggan, Desa Wirogunan, Kartasura, Sukoharjo. 

Tidak ada warga sipil yang jadi korban dalam peristiwa tersebut. Namun, terduga pelaku mengalami luka parah dan dirujuk ke RS Bhayangkara Semarang setelah sebelumnya menjalani perawatan di tiga rumah sakit yang berbeda di Solo.

Berikut ini IDN Times merangkum 7 fakta terkait bom bunuh diri di Kartasura tersebut.

Baca Juga: Kronologi Bom Bunuh Diri di Kartasura Sukoharjo

1. Bom bunuh diri terjadi menjelang tengah malam pada H-2 Lebaran

7 Fakta Bom Bunuh Diri di Sukoharjo, Pelaku Amatir dan Terpapar ISIS CCTV Dishub Sukoharjo

Bom bunuh diri meledak di Pospam I Tugu Kartasura, Jalan Ahmad Yani, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (3/6) pukul 22.30 WIB atau dua hari sebelum Lebaran. Lokasi kejadian tepat di persimpangan jalur Solo menuju Semarang dan Yogyakarta. Suara ledakan terdengar cukup keras dalam radius 500 meter.

Seorang pria yang kemudian diketahui bernama Rofik Asharrudin mengalami luka parah pada bagian perut, pinggang hingga kaki. Tidak ada korban dari masyarakat sipil. Begitu pula polisi yang sedang bertugas di Pospam dan mengatur arus lalu-lintas juga selamat.

2. Ledakan bom sebagai serangan terhadap polisi

7 Fakta Bom Bunuh Diri di Sukoharjo, Pelaku Amatir dan Terpapar ISIS IDN Times/Nugroho Adi Purwoko

Kapolda Jawa Tengah Irjen (Pol) Rycko Amelza Daniel mengatakan ledakan di Pospam Lebaran tersebut sebagai bentuk serangan kepada polisi.

"Ini serangan kepada polisi dan bukan yang pertama kali. Kami mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir dan tetap melanjutkan aktivitas. Kami menjamin kemanan dan kelancaran pemudik," ujar Rycko saat meninjau lokasi kejadian, Selasa (4/6) pukul 01.30 dini hari.

3. Tidak ada masyarakat sipil yang menjai korban bom bunuh diri di Kartasura

7 Fakta Bom Bunuh Diri di Sukoharjo, Pelaku Amatir dan Terpapar ISIS IDN Times/Nugroho Adi Purwoko

Polisi memastikan tidak ada masyarakat sipil yang menjadi korban dalam aksi bom bunuh diri di Pospam Kartasura. Satu-satunya korban luka hanya Rofik yang juga diduga sebagai pelaku upaya bom bunuh diri. Saat ini Rofik menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Semarang.

 “Hanya terduga pelaku yang menjadi korban. Kondisinya luka parah dan sedang dalam perawatan intensif,” ujar Rycko. 

4. Pelaku terpapar paham ISIS

7 Fakta Bom Bunuh Diri di Sukoharjo, Pelaku Amatir dan Terpapar ISIS Dok. IDN Times

Polisi menduga pelaku bom bunuh diri terpapar paham ISIS secara individu. Bom bunuh diri di Kartasura merupakan pelaku tunggal dan pelaku diperkirakan tidak berafiliasi dengan kelompok jaringan teroris mana pun.

“Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku ini merupakan suicide bomber secara tunggal. Sampai saat ini dia belum terindikasi terkait dengan jaringan apa pun, misalnya JAD Jateng ataupun kelompok lain,” jelas Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyoa pada Selasa (4/6).

Sampai sekarang polisi masih menyelidiki motif bom bunuh diri tersebut. Meski tidak terkait dengan jaringan teroris manapun, namun  pelaku mempunyai kemampuan merakit bom dengan daya ledak low explosive.

5. Pelaku menggunakan bom pinggang, menolak kuliah karena ada mata kuliah Pancasila

7 Fakta Bom Bunuh Diri di Sukoharjo, Pelaku Amatir dan Terpapar ISIS IDN TImes/MNugroho Adi Purwoko

Menurut Brigjen Dedi Prasetyo, pelaku masih amatiran. Dalam beraksi, pelaku menggunakan bom pinggang. "Yang bersangkutan menggunakan jenis bom pinggang sehingga ketika terjadi ledakan melukai sebagian perut dan tangan yang bersangkutan," kata Dedi di Mabes Polri.

Rofik merupakan warga Kampung Kranggan Kulon RT 01/RW 02, Desa Wirogunan, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. Di mata tetangganya, ia dikenal sebagai pribadi yang tertutup dan sering menghilang dari kampung. Rofik bahkan pernah masuk dalam daftar orang hilang dalam Facebook karena berhari-hari tidak pulang.

Menurut teman masa kecilnya, Munawar, perubahan drastis Rofik terjadi setelah dua tahun lalu ia pergi ke suatu tempat selama tiga bulan. Sejak itu, Rofik menjadi tertutup dan mulai senang nonton video dokumentasi perang dan aksi-aksi radikal dari ISIS di ponselnya. Padahal, sebelumnya Rofik tidak pernah menyaksikan video-video seperti itu.

“Setelah lulus SMK, dia pergi selama tiga bulan, gak tahu ke mana perginya. Setelah pulang, dia berubah tertutup. Pekerjaannya juga gak jelas, gak ada pekerjaan tetap,” ujar Munawar.

Setamat SMK, Rofik sempat diterima di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Namun, pelaku tidak bersedia kuliah di IAIN Surakarta karena ada mata kuliah Pancasila. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama IAIN Surakarta, Dr Syamsul Bakri.

“Dia diterima angkatan tahun 2016, tapi tidak sampai kuliah. Alasannya karena ada mata kuliah wajib Pancasila,” kata Syamsul.

6. Gubernur Ganjar serukan masyarakat jangan takut terhadap teror bom

7 Fakta Bom Bunuh Diri di Sukoharjo, Pelaku Amatir dan Terpapar ISIS Instagram.com/@ganjar_pranowo

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta masyarakat tidak ikut menyebarkan gambar, foto atau video bom bunuh diri. Dia juga menyerukan publik agar tidak takut dengan teror bom bunuh diri. Menurutnya, tujuan pelaku teror itu membuat masyarakat takut.

“Jangan ikut menakut-nakuti dengan menyebarkan foto ataupun video bom. Kita harus melawan. Kita tidak boleh takut dengan aksi teror semacam itu," kata Ganjar di Purworejo pada Selasa (4/6).

7. Kondisi pelaku bom bunuh diri sudah stabil dan dirawat di RS Bhayangkara Semarang

7 Fakta Bom Bunuh Diri di Sukoharjo, Pelaku Amatir dan Terpapar ISIS Polda Jateng

Kondisi Rofik saat ini masih terus dirawat secara intensif di RS Bhayangkara. Polisi akhirnya menetapkan pria berusia 22 tahun sebagai tersangka kasus dugaan bom bunuh diri di Pospam Kartasura. Pemeriksaan terhadap Rofik akan dilakukan setelah kondisinya benar-benar pulih. Menurut Brigjen Dedi Prasetyo, bom bunuh diri mengalami luka di perut, pingang, tangan dan kaki.

“Kondisinya sudah stabil dan mulai bisa berkomunikasi. Nanti Tim Densus 88 Antiteror akan memeriksanya setelah kondisinya pulih,” ujar Dedi.

Baca Juga: Detik-Detik Sebelum Pelaku Meledakkan Diri di Pospam Kartasura 

Topic:

  • Santi Dewi

Just For You