Comscore Tracker

Kisah Petugas KPPS yang Keguguran Akibat Kelelahan

Mengalami pendarahan di kamar mandi

Solo, IDN Times - Seorang petugas KPPS di TPS 7, Desa Kalikobok, Sragen, Jawa Tengah, Nita Safitri, 38 tahun, keguguran akibat kelelahan setelah bertugas dalam pemungutan suara pada Rabu (17/4) lalu. Nita sempat mengalami pendarahan dan dirawat dua hari di rumah sakit, namun janin dalam kandungannya tidak terselamatkan.

Baca Juga: Lelah Kawal Pemilu, 8 Petugas KPPS di Jateng Meninggal, 3 Keguguran 

1. Perut mulas dan melilit

Kisah Petugas KPPS yang Keguguran Akibat KelelahanShutterstock

Nita sangat senang saat diterima menjadi petugas  KPPS di sekitar tempat tinggalnya. Menjadi petugas KPPS merupakan pengalaman baru dan berharga baginya. Namun, dia tidak menyangka pengalaman barunya itu harus dibayar mahal karena harus kehilangan janin berusia dua bulan dalam kandungannya.

“Saat pemungutan suara kondisi saya masih sehat, tidak ada masalah apa-apa. Tapi saat proses penghitungan suara, perut mulai mulas dan melilit-lilit seperti akan kram. Saya minta izin ke kamar mandi karena tidak kuat,” ujar Nita kepada IDN Times, Jumat (26/4).

Saat di kamar mandi itulah Nita mengalami pendarahan. Dia kemudian pulang untuk memakai pembalut dan kemudian kembali lagi ke TPS untuk mengawasi proses penghitungan suara.

2. Merelakan kepergian calon anak ketiga

Kisah Petugas KPPS yang Keguguran Akibat KelelahanIDN Times/Istimewa

Pada Rabu (17/4) malam, Nita kembali merasakan rasa sakit luar biasa pada perutnya. Dia kemudian meminta suaminya mengantarnya ke bidan desa. Keesokan harinya, Nita dirujuk ke RSUD dr. Soeratno, Gemolong, Sragen, dan kemudian dipindah ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro, Sragen.

“Dokter menyatakan saya keguguran. Dua hari kemudian saya dikuret. Rasanya seperti disambar petir mendengar kata dokter itu, tapi saya harus merelakannya. Itu calon anak ketiga saya,” ujar Nita.

3. Dua petugas KPPS di Wonogiri keguguran dan pendarahan

Kisah Petugas KPPS yang Keguguran Akibat KelelahanKPU Wonogiri

Sementara itu, kasus serupa juga menimpa petugas KPPS di Pracimantoro, Wonogiri. Musrifatun Risdani, anggota KPPS di TPS 18, Desa Pracimantoro, mengalami keguguran akibat kelelahan menjalankan tugas dalam Pemilu 2019. Dia harus merelakan janin berusia 5 minggu yang dikandungnya hilang.

“Selain Musrifatun yang keguguran, ada lagi anggota KPPS Desa Watangrejo, Pracimantoro,  Lina Utami, yang mengalami pendarahan. Sampai saat ini, Lina masih dirawat di rumah sakit,” kata Ketua PPK Pracimantoro, Alex Harie Wibowo.

Baca Juga: KPU: Jumlah Petugas KPPS yang Meninggal Bertambah Jadi 225 Orang

Topic:

  • Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Just For You