Comscore Tracker

Ngeri! Pelaku Bom Bunuh Diri Ternyata Dibaiat ISIS Lewat Medsos

Hati-hati main medsos

Semarang, IDN Times - Pelaku bom bunuh diri di Pos Pengamanan Lebaran Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (3/6) malam, diketahui telah dibaiat sebagai anggota ISIS pada 2018. Lelaki bernama Rofik Asharudin (220 itu aktif berkomunikasi dengan pimpinan ISIS di Suriah melalui sarana media sosial.

Pernyataan itu disampaikan oleh Kapolda Jateng, Irjen Rycko Amelza Dahniel, seusai Salat Idul Fitri di Semarang, Rabu (5/6).

Baca Juga: 7 Fakta Bom Bunuh Diri di Sukoharjo, Pelaku Amatir dan Terpapar ISIS 

1. Rofik adalah pelaku tunggal peledakan

Ngeri! Pelaku Bom Bunuh Diri Ternyata Dibaiat ISIS Lewat MedsosPolda Jateng

Kapolda juga menegaskan, Rofik merupakan pelaku tunggal dalam aksi bom bunuh diri di Pospam Lebaran tersebut. Warga Kampung Kranggan, Wiragunan, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, itu tidak masuk jaringan teroris yang selama ini dipantau Polri.

“Ya, dia pelaku tunggal. Tidak terkait dengan jaringan teroris mana pun di Indonesia," kata Rycko.

 

2. Terpapar paham ISIS sejak 2018

Ngeri! Pelaku Bom Bunuh Diri Ternyata Dibaiat ISIS Lewat MedsosIDN Times/Nugroho Adi Purwoko

Menurut Rycko, Rofik dipastikan sebagai pelaku upaya bom bunuh diri di Kartasura berdasar hasil olah TKP sementara. Di mana, ditemukan kesamaan jenis bahan peledak di lokasi kejadian dengan sisa-sisa bahan peledak di tubuh Rofik, serta bahan peledak yang ditemukan di rumahnya saat penggeledahan.

“Dia terpapar ajaran radikalisme pada 2018, kemudian aktif berkomunikasi dengan pimpinan ISIS di Suriah lewat media sosial. Pelaku dibaiat akhir 2018 lalu lewat medsos,” ujar Rycko.

3. Mempelajari cara merakit bom secara otodidak

Ngeri! Pelaku Bom Bunuh Diri Ternyata Dibaiat ISIS Lewat MedsosIDN Times/Nugroho Adi Purwoko

Menurut keterangan Kapolda, Rofik belajar merakit bom secara otodidak. Saat ini, polisi masih menyelidiki ke mana saja Rofik pergi setiap kali menghilang dari kampungnya. Selama ini, Rofik memang kerap pergi beberapa hari bahkan sampai sepekan lebih dari rumah.

“Aksi bom bunuh diri itu sudah direncanakan sejak 2018, targetnya polisi. Kita masih mencari tahu siapa pihak yang memberi perintah itu,” jelas Rycko.

Baca Juga: Dikenal Tertutup, Ini Profil Terduga Pelaku Peledakan Bom di Kartasura

Topic:

  • Elfida

Just For You