Comscore Tracker

Darurat COVID-19, Rembang Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas SKPD-DPRD

Pemkab Rembang anggarkan Rp7,6 M untuk virus corona

Rembang, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Rembang menganggarkan Rp7,6 miliar untuk penanganan wabah virus corona atau COVID-19, setelah Rembang ditetapkan status kejadian luar biasa (KLB) COVID-19.

Status KLB terhitung sejak Sabtu (28/3) pukul 16.30 WIB. KLB ini dilakukan setelah seorang warga di Kabupaten Rembang dinyatakan positif COVID-19.

1. Sebesar Rp7,6 miliar untuk tangani KLB virus corona di Rembang

Darurat COVID-19, Rembang Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas SKPD-DPRDDok. Istimewa

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan dana itu diambil dari beberapa pos belanja dinas perjalanan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan DPRD Kabupaten Rembang.

“Anggaran ini kami ambil dari pos belanja perjalanan dinas semua pejabat SKPD atau DPR sebesar 25 persen dari posko anggaran perjalanan dinas, untuk mem-backup kebutuhan KLB ini,” kata dia seperti dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/3).

Darurat COVID-19, Rembang Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas SKPD-DPRD(IDN Times/Arief Rahmat)

Baca Juga: Sulbar Tutup Semua Jalur Transportasi untuk Cegah Virus Corona

2. Anggaran juga diambil dari perayaan Kartini yang sudah tidak memungkinkan digelar

Darurat COVID-19, Rembang Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas SKPD-DPRDSimulasi penanganan pasien virus corona di RSUP dr Kariadi Semarang. (ANTARA FOTO/Aji Styawan)

Hafidz menuturkan, selain diambil dari dana perjalanan dinas SKPD dan DPRD, anggaran KLB juga diambilkan dari anggaran yang tidak relevan. Seperti perayaan acara Kartini dan perayaan yang lain yang tidak memungkinkan digelar.

“Di samping itu juga anggaran sekiranya memang sudah tidak relevan, karena waktunya sudah tidak memungkinkan. Seperti acara Kartini ini akan kita pakai untuk penanganan KLB,” ujar dia.

3. Pemkab Rembang akan mengalihkan anggaran kegiatan lainnya jika anggaran KLB kurang

Darurat COVID-19, Rembang Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas SKPD-DPRD(Dok. Istimewa)

Jika masih kurang, kata Hafidz, Pemkab Rembang diperbolehkan mengalihkan anggaran kegiatan apapun untuk kepentingan kedaruratan KLB. Sebab, hal tersebut diperbolehkan pemerintah.

“Sehingga kita tidak ada khawatir untuk menangani KLB ini,” kata dia.

Sebelumnya, Bupati Rembang menyatakan Kabupaten Rembang dalam status Kejadian Luar Biasa (KLB). Status KLB ini terhitung sejak Sabtu (28/3) pukul 16.30 WIB. KLB ini dilakukan setelah seorang warga dinyatakan positif COVID-19.

https://www.youtube.com/embed/1XNhzcvZUL4

Baca Juga: Imbas Virus Corona, Keberangkatan 28 Kereta Api Jarak Jauh Dibatalkan 

Topic:

  • Rochmanudin
  • Jumawan Syahrudin

Berita Terkini Lainnya