Comscore Tracker

Anak Perusahaan Pertamina Teken Akta Jual-Beli dengan 7 RS BUMN 

RS milik BUMN seharusnya dapat dikelola secara transparan

Jakarta, IDN Times - Pertamedika IHC melakukan penandatanganan akta jual-beli dengan tujuh BUMN pemilik tujuh PT Rumah Sakit BUMN dalam rangka pembentukan holding rumah sakit BUMN yang diadakan di Synergy Lounge Kementerian BUMN, Jakarta Pusat. Acara tersebut dihadiri Menteri BUMN Erick Thohir, Wakil Menteri BUMN I Budi Gunadi Sadikin, Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo, serta para Direktur BUMN.

Dalam sambutannya, Menteri Erick mengatakan, penandatanganan akta jual-beli ini merupakan tindak lanjut dari pengembangan Rumah Sakit BUMN secara bersama dalam grup IHC (Indonesia Healthcare Corporation) yang berpotensi meningkatkan peran dalam ketahanan kesehatan nasional melalui 4 objektif strategis, yaitu penyediaan layanan kesehatan berkualitas, peningkatan jaringan dan skala, pengembangan kapabilitas dan inovasi, serta integrasi dan kolaborasi ekosistem kesehatan nasional.

“Dengan semangat yang sama, yaitu memudahkan dan melayani masyarakat Indonesia, saya berpikir bahwa seharusnya seluruh RS milik BUMN dapat dikelola secara profesional dan transparan, dan dipimpin oleh orang yang memiliki expertise di bidang kesehatan. Ini semua sesuai dengan value of synergy and value of creation dan dapat menuju go global yang ditempuh dengan pertukaran tenaga medis ke luar negeri sebagai transfer knowledge,” ujar Menteri Erick.

Pertamedika IHC merupakan anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang layanan kesehatan. Beberapa rumah sakit unggulan yang dimiliki di antaranya ialah Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) yang memiliki akreditasi RS Kepresidenan, Rumah Sakit Pertamina Balikpapan, serta Rumah Sakit Pertamina Jaya (RSPJ) yang saat ini menjadi salah satu rumah sakit rujukan COVID-19 di wilayah Jakarta. Sejak tahun 2017 berdasarkan keputusan Menteri BUMN, Pertamedika IHC ditunjuk menjadi operatorship holding Rumah Sakit BUMN.

1. Sebelumnya, Pertamedika IHC secara resmi mengambil alih saham 7 Rumah Sakit BUMN

Anak Perusahaan Pertamina Teken Akta Jual-Beli dengan 7 RS BUMN pertamedika.co.id

Sementara itu, kegiatan penandatanganan yang merupakan aksi korporasi tersebut merupakan bagian dari roadmap pembentukan Holding RS BUMN yang telah dimulai sejak tahun 2018 melalui pengambilalihan saham mayoritas Rumah Sakit Pelni.

Sebelumnya, pada 30 Juni lalu Pertamedika IHC secara resmi mengambil alih saham 7 Rumah Sakit BUMN sebagai bentuk tindak lanjut dari rencana Menteri BUMN Erick Thohir untuk mengonsolidasikan rumah sakit BUMN ke dalam holding.

Adapun 7 perusahaan BUMN tersebut ialah PT Krakatau Steel (Persero) Tbk sebagai pemegang saham PT Krakatau Medika; PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) sebagai pemegang saham PT Rumah Sakit Pelabuhan; PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) sebagai pemegang saham PT Pelindo Husada Citra; PT Perkebunan Nusantara X sebagai pemegang saham PT Nusantara Medika Utama.

Dalam menghadapi rangkaian proses aksi korporasi, Pertamedika IHC didampingi PT Danareksa Sekuritas beserta konsultan pendukung lainnya.

2. Grup RS BUMN diestimasikan memiliki pendapatan usaha mencapai Rp4,5 trilliun

Anak Perusahaan Pertamina Teken Akta Jual-Beli dengan 7 RS BUMN IDN Times/Pertamina

Pertamedika IHC selaku holding rumah sakit BUMN akan menempati peringkat dua grup rumah sakit dengan jaringan terbesar di Indonesia dengan jumlah lebih dari 4.500 tempat tidur. Pembentukan holding rumah sakit BUMN yang memasuki fase 2 ini telah meningkatkan jumlah rumah sakit yang akan dikelola di dalam grup IHC dari yang sebelumnya mengelola 14 rumah sakit menjadi total 35 rumah sakit dan akan terus bertambah setelah selesainya implementasi roadmap Holding RS BUMN. Secara konsolidasi, grup RS BUMN diestimasikan memiliki pendapatan usaha mencapai Rp4,5 triliun dengan total aset mendekati Rp5 triliun.

Dengan adanya penggabungan ini, maka akan diterapkan standardisasi kualitas dan operasional layanan di seluruh jaringan rumah sakit BUMN. Tak hanya itu, integrasi rumah sakit BUMN ini akan meningkatkan fokus bisnis dan kualitas pelayanan kesehatan serta menjadikannya pemimpin pasar dalam bisnis rumah sakit di Indonesia.

“Saya harap Rumah Sakit BUMN dapat saling bekerja sama, membangun ekosistem kesehatan yang baik dengan rumah sakit-rumah sakit swasta, daerah, dan tentunya memprioritaskan produk-produk dalam negeri. Saya yakin, Insya Allah dengan adanya langkah-langkah peningkatan dan penguatan RS BUMN ini, dampak virus corona terhadap Indonesia dapat kita lalui bersama,” ujar Erick.

3. Strategi Pertamedika IHC untuk membangun kualitas layanan dan membangun efisiensi yang lebih baik

Anak Perusahaan Pertamina Teken Akta Jual-Beli dengan 7 RS BUMN IDN Times/Pertamina

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) Emma Sri Martini yang turut hadir pada acara penandatanganan tersebut memberikan apresiasinya terhadap progres pembentukan holding RS BUMN.

“Pertamina sangat senang sekali dengan progres fase 2 yang berjalan tepat waktu. Melalui konsolidasi ini harapan besar tentunya tertumpu pada Pertamedika IHC yang ke depannya akan menjadi leader dari Grup Rumah Sakit BUMN. Konsolidasi ini juga akan meningkatkan kinerja dan efisiensi Pertamedika IHC dari segi skala operasi yang semakin besar. Di fase 3 nanti harapannya adalah rebranding lewat hadirnya operatorship dengan wajah baru yang akan membawa best practice melalui service excellence dan improvisasi dari segi layanan," jelasnya.

Direktur Utama Pertamedika IHC Fathema Djan Rachmat turut menambahkan, fase 2 ini akan berlanjut ke fase 3 yang akan menyatukan seluruh RS BUMN, sehingga nantinya Pertamedika IHC akan mengelola sebanyak 70 rumah sakit dengan jumlah tempat tidur mencapai 6.500.

"Pembentukan jaringan rumah sakit terbesar nomor 1 di Indonesia ini dimaknai sebagai strategi Pertamedika IHC untuk membangun kualitas layanan dan membangun efisiensi yang lebih baik, sehingga kita bisa berkontribusi dalam membangun ketahanan kesehatan nasional. Tak cukup sampai di situ, kami juga akan membangun digitalisasi teknologi layanan untuk industri 4.0 yang akan menjadi energi baru untuk Pertamedika IHC dalam menghadirkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dan tentunya menjadikan Pertamedika IHC mampu berkompetisi secara global," ungkapnya.

Topic:

  • Marwan Fitranansya

Berita Terkini Lainnya