Comscore Tracker

Teror Bangkai Babi di Deli Serdang, Perekonomian Nelayan Lesu

Warga kubur bangkai secara swadaya

Medan, IDN Times - Penemuan bangkai babi di kawasan pantai di Sumatera Utara terus meluas hingga ke kawasan pantai Timur Sumatera. Di Kabupaten Deli Serdang, tepatnya Kecamatan Pantai Labu, bangkai babi pun mulai banyak ditemukan.

Camat Pantai Labu Irawadi Harahap mengatakan teror bangkai babi yang sudah masif berdampak pada kehidupan masyarakatnya. Irawadi mendengar banyak warganya yang berprofesi sebagai nelayan itu mengeluh.

“Kasihan ini yang nelayan. Gak laku ikannya. Tadi sudah ada warga yang lapor,” ujar camat wilayah yang berada di pinggir pantai di Selat Malaka itu, Jumat (15/11).

Perekonomian nelayan di sana pun anjlok. Bahkan kerugian nelayan juga ditaksir lebih  dari 50 persen. “Masyarakat kami ini nelayan, anjlok lah mereka. Ini sedang dipikirkan langkah penanganannya,” ungkapnya.

1. Pantai Labu jadi muara bangkai babi

Teror Bangkai Babi di Deli Serdang, Perekonomian Nelayan LesuBangkai babi juga ditemukan di kawasan Pantai Labu, Deli Serdang (Dok.IDN Times/istimewa)

Irawadi mengatakan, bangkai babi mulai masuk ke kawasannya sejak Selasa (12/11) lalu. Jumlahnya puluhan bangkai. Kondisinya pun beragam. Mulai dari yang masih baru hingga yang sudah membusuk.

“Kemarin terakhir sekitar 32 bangkai sudah kita kuburkan secara gotong royong bersama masyarakat sekitar. Ada juga yang dibakar,” kata Irawadi, Jumat (14/11).

Jumlah itu belum yang masih ada di sungai. Saat ini masih banyak bangkai yang tersangkut. “Kalau yang masih sangkut banyak. Belum nampak. Kami kan di muara. Kami kan cuma nampung ini. Beberapa memang sudah ditarik pakai perahu nelayan,” ungkapnya.

2. Butuh bantuan alat berat untuk penguburan bangkai

Teror Bangkai Babi di Deli Serdang, Perekonomian Nelayan LesuBangkai babi juga ditemukan di kawasan Pantai Labu, Deli Serdang (Dok.IDN Times/istimewa)

Soal bangkai babi yang mulai banyak itu, sudah dikoordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Deli Serdang. Namun sayangnya, mereka juga terhambat keterbatasan alat.

“Kita sudah lapor BPBD. Mereka sudah datang. Tapi gak ada alat. Cuma cangkul ajah. Karena mesti naik sampan itu ke sana,” ungkapnya.

Baca Juga: Tak Hanya di Sungai, Bangkai Babi Juga Dibuang ke Jalanan Kota Medan

3. Sudah ingatkan peternak supaya tidak membuang bangkai babi

Teror Bangkai Babi di Deli Serdang, Perekonomian Nelayan LesuPetugas BPBD menarik bangkai babi yang mengapung di Danau Siombak, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan (IDN Times/Prayugo Utomo)

Dia juga menjelaskan, sejumlah warga Pantai labu juga beternak babi. Bahkan sudah ada laporan ternak mereka yang mati.

“Sudah ada. Kita minta untuk dikubur. Kita minta tolong dan kasih sanksi tegas. Jika dibuang ada pidananya,” ungkapnya.

4. Polisi harus cepat bertindak ungkap pembuang babi

Teror Bangkai Babi di Deli Serdang, Perekonomian Nelayan LesuPetugas melakukan penyemprotan disinfektan ke peternakan babi di Kabupaten Karo (Prayugo Utomo/IDN Times)

Terpisah, Kepala Biro Hukum Setdaprov Sumut Andy Faisal berharap polisi bisa melakukan upaya tindakan hukum untuk pelaku pembuang bangkai babi. Karena bangkai babi yag dibuang berpotensi mencemari lingkungan.

“Pada prinsipnya kami akan tetap berkoordinasi dengan Polri," ungkap Andy.

Dia juga berharap polisi melakukan upaya penyelidikan. "Sebab polisi punya kewenangan itu dan sekarang upaya inilah yang sedang kita upayakan," bebernya.

Kasus bangkai babi di Sumatera Utara terus menuai polemik.  ‎Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP)‎ Sumut mencatat terdapat 5.800 ekor babi mati, karena terjangkit virus Hog Cholera. Virus itu, sangat berpotensi menginfeksi 1,2 juta ekor babi lainnya di Provinsi ini.

Bangkai babi banyak ditemukan antara lain di Sungai Bedera, Danau Siombak Kota Medan, Sungai Percut Seituan Kabupaten Deli Serdang hingga ditumpakan sampah di pinggir jalan.

Baca Juga: Setelah di Medan, Bangkai Babi juga Hebohkan Warga Langkat

Topic:

  • Anata Siregar

Just For You