Comscore Tracker

Menolak Diajak Bercinta, Elviana Dibunuh di Medan Lalu Dimutilasi

2 pelaku merupakan residivis yang baru keluar dari penjara 

Medan, IDN Times – Polisi akhirnya berhasil mengungkap kasus pembunuhan sadis di Medan yang menimpa seorang perempuan bernama Elviana (21 tahun). Ia dibunuh oleh dua orang pelaku, lalu jenazahnya dibakar dan dimutilasi untuk menghilangkan jejak. 

Pembunuhan terjadi di Komplek Cemara Asri, Kecamatan Percut Seituan, Kota Medan dan dilakukan oleh Jeffry (22 tahun), Michael (22 tahun) dan perempuan berinisial TS (56 tahun) yang merupakan ibu kandung Jeffry. Polisi kemudian menahan tiga pelaku pembunuhan pada Rabu (6/5) lalu.

Awalnya, Michael yang dituduh sebagai pelaku tunggal pembunuhan. Motifnya, lantaran cintanya ditolak korban. Bahkan, saat itu Michael sengaja direkayasa agar menenggak obat pembasmi serangga untuk bunuh diri.

Para pelaku juga menyiapkan sepucuk surat yang membuat seolah-olah ditulis Michael yang kecewa karena hubungan mereka tidak direstui. Namun, polisi tidak mau percaya begitu saja. 

Penyelidikan mendalam akhirnya berhasil membongkar kasus itu. Polisi masih terus melakukan pengembangan agar bisa mengungkap tuntas kasusnya. Lalu, apa motif Jeffry membunuh korban secara keji?

1. Pembunuhan berawal saat korban menolak ajakan Jeffry untuk bercinta

Menolak Diajak Bercinta, Elviana Dibunuh di Medan Lalu Dimutilasi(Ilustrasi pembunuhan dan olah TKP) IDN Times/Mia Amalia

Menurut Kapolrestabes Medan Kombes, Jhonny Edizon Isir menjelaskan peristiwa pembunuhan bermula dari Michael mengajak korban ke rumah Jeffry. Saat tiba di sana, korban terlibat obrolan dengan Jeffry. Ternyata Jefry mengajaknya bersetubuh di kamar mandi rumah.

Ajakan itu ditolak, Jeffry berang. Ia langsung menghantamkan kepala perempuan 21 tahun itu ke dinding kamar mandi. Elviana pun pingsan.

"Selanjutnya J menyetubuhi korban dalam keadaan korban pingsan. Setelah itu, J mengambil pisau dan menikam atau menusuk korban," ujar Isir di Mapolrestabes Medan, pada Jumat kemarin. 

Korban akhirnya tewas bersimbah darah. 

Baca Juga: Geger! Ditemukan Mayat Wanita dalam Kardus di Komplek Cemara Asri

2. Jasad korban dibakar dan dimasukkan ke dalam kardus

Menolak Diajak Bercinta, Elviana Dibunuh di Medan Lalu DimutilasiTiga pelaku pembunuhan Elviana saat dipaparkan di Polrestabes Medan, Jumat (8/5) (Istimewa)

Jeffry yang kalap mengaku kepada Michael jika ia telah membunuh korban. Isir juga mengungkap jika Michael adalah mantan pacar korban.

Setelah menghabisi nyawa korban, Jeffry meminta Michael untuk membeli bensin. Mereka kemudian membakar korban.

3. Ibu Jeffry terlibat dalam proses percobaan mutilasi korban

Menolak Diajak Bercinta, Elviana Dibunuh di Medan Lalu DimutilasiIlustrasi (IDN Times/Mia Amalia)

Saat itu, Michael menghubungi TS, ibu kandung Jeffry. Setelah tiba, Jeffry dan ibunya mengangkat korban ke ruang tengah rumah.

Jeffry mengambil parang dan memutilasi jasad korban. TS kemudian mengambil kardus dan lakban dari dalam gudang. Mereka memasukkan jasad korban ke dalam kardus.

TS juga menghubungi ibu Michael berinisial J. Kemudian, J datang bersama pamannya Michael. TS dan Jeffry memberitahu jika Michael lah yang sudah membunuh Elviana.

4. Jenazah korban sempat mau dibuang menggunakan jasa taksi online namun gagal karena kardus sobek

Menolak Diajak Bercinta, Elviana Dibunuh di Medan Lalu Dimutilasi(Ilustrasi jenazah) IDN Times/Sukma Shakti

Terkuak juga para pelaku sempat ingin membuang kardus berisi jenazah korban ke kawasan Lubukpakam, Deli Serdang. Jeffry ingin membuang jenazah dengan memesan taksi online. Namun kardus untuk menyimpan jenazah sobek saat Jeffry mendorongnya ke ruang tamu.

Rencana itupun batal. Lantaran kardus itu penuh dengan darah korban. Taksi online yang sudah datang akhirnya dibatalkan pelaku. 

Rencana pun berubah. Michael diintimidasi oleh Jeffry dan ibunya untuk mengakui dialah yang membunuh korban.

Jeffry pun mulai membangun cerita lain. Ia mengintimidasi Michael supaya mengaku sebagai pembunuh korban. Saat itu juga Michael diminta membuat surat cinta dan menenggak obat pembunuh serangga.

"Tersangka M berpura-pura bunuh diri dengan meminum baygon tapi dari penyidik di TKP tidak mendapat keyakinan, melihat botol baygon penyidik tidak mendapat keyakinan. Tidak ada baygon yang tertelan dalam volume yang membahayakan. Surat cinta itu upaya menghilangkan jejak," tegas Isir.

Petang itu juga, Ibu Michael dan pamannya datang ke rumah orang tua korban memberitahukan kejadian. Pukul 19:00 WIB, Personel SatReskrim dan Personal Polsek Percut Seituan tiba di TKP. Mereka langsung menangkap para tersangka, mengamankan saksi dan barang bukti.

5. Para tersangka terancam hukuman mati

Menolak Diajak Bercinta, Elviana Dibunuh di Medan Lalu DimutilasiIlustrasi borgol (IDN Times/Arief Rahmat)

Isir juga mengungkap Jeffry dan Michael adalah napi yang baru keluar dari penjara karena mendapat program asimilasi (7/4) lalu.

Michael merupakan narapidana dengan kasus perbuatan cabul terhadap anak. Kasusnya dilaporkan 5 Januari 2017 ke Polrestabes Medan LP/31/I/2017/Restabes Medan. Ia divonis 7 tahun penjara dan mulai ditahan 27 Januari 2017 di Lapas Anak Kelas I Tanjung Gusta Medan mulai 19 April 2017.

Kemudian tanggal 20 Mei 2019 dipindahkan ke Lapas Pemuda Kelas III Langkat. Michael kemudian mendapatkan program asimilasi pada tanggal (7/4).

Sementara, Jeffry juga narapidana dengan kasus pencabulan terhadap anak dilaporkan 26 September 2016 dengan LP/1245/IX/2016/SPKT/I Polda Sumut. Tanggal 7 Agustus 2017 divonis hukuman 6 tahun, 6 bulan penjara. Ia ditahan pada 26 November 2016 di Lapas Anak Kelas I Tanjung Gusta Medan mulai 9 Januari 2017.

Michael dipindahkan ke Lapas Pemuda Kelas III Langkat 25 September 2019. Ia juga mendapatkan program asimilasi pada tanggal 7 April 2020.

"Motif sejauh ini kami dalami permintaan tersangka J ditolak ketika ingin bersetubuh. Dugaan (pembunuhan) perencanaan masih kami dalami. Peran dari ibu tersangka, TS, berupaya menghilangkan jejak dari pembunuhan yang dilakukan tersangka (anaknya). Kami akan melakukan penyelidikan secara tuntas dan melimpahkan perkaranya ke Kejaksaan dan nanti disidangkan di pengadilan," bebernya.

Ia menjelaskan tersangka dijerat Pasal 340 Jo 338 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau pidana seumur hidup.

Baca Juga: Napi Asimilasi Diduga Terlibat Pembunuhan Sadis di Komplek Cemara Asri

Topic:

  • Santi Dewi

Berita Terkini Lainnya