Pentingnya Edukasi Cegah Pernikahan Anak Usia Dini 

Edukasi mengenai bahayanya pergaulan bebas bagi anak

Jakarta, IDN Times – Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan dan Pemuda Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Femmy Eka Kartika Putri menyebut, provinsi dengan jumlah penduduk tinggi merupakan daerah yang rentan mengalami pernikahan dini yang cukup tinggi.

Kata Femmy, di pulau Jawa, terdapat 3 provinsi yang memiliki angka pernikahan usia dini cukup tinggi dan harus diberikan perhatian lebih oleh seluruh pemangku kepentingan.

"Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat dengan jumlah penduduknya yang besar tentunya memiliki angka yang cukup tinggi terkait pernikahan usia dini, hal ini perlu mendapatkan perhatian dari seluruh pemangku kepentingan," kata Femmy, Minggu (15/01/2023).

Baca Juga: Aturan Cerai pada Pernikahan Siri, Bisa Dapat Perlindungan Hukum

1. 191 permohonan pernikahan dini selama 2022

Pentingnya Edukasi Cegah Pernikahan Anak Usia Dini ilustrasi test pack (freepik.com/jcomp)

Pengadilan Agama Ponorogo, Jawa Timur, menerima sebanyak 191 permohonan pernikahan anak usia dini selama tahun 2022. Pernikahan tersebut dilangsungkan dengan alasan anak tersebut hamil dan melahirkan.

Dari 191 pemohonan dispensasi nikah yang diterima, rentang usia terbanyak yang mengajukan pemohonan adalah 15 hingga 19 tahun dengan 184 perkara. Sedangkan 7 perkara lainnya melibatkan anak dengan usia di bawah 15 tahun.

Baca Juga: Aniaya Pacar, Rencana Pernikahan Pemuda di Tulungagung Kandas

2. Faktor penyebab pernikahan di bawah umur

Pentingnya Edukasi Cegah Pernikahan Anak Usia Dini Google

Dalam kasus-kasus pernikahan dini yang terjadi, terdapat beberapa faktor yang biasanya menjadi penyebab pernikahan di bawah umur, yakni kehamilan sebelum pernikahan, tekanan sosial budaya, faktor ekonomi, peningkatan penggunaan internet dan media sosial, serta pendidikan yang masih terbatas.

Melihat hal itu, Femmy menegaskan pencegahan perkawinan pada anak dapat dilakukan melalui peran aktif orang tua dalam melakukan pendampingan serta pemberian edukasi dalam pergaulan terhadap anak-anaknya.

"Marilah seluruh orang tua di Indonesia dapat memberikan edukasi kepada anak-anaknya supaya mereka terhindar dari pergaulan bebas," kata Femmy.

3. Perhatian dari satuan pendidikan mengedukasi melalui sekolah

Pentingnya Edukasi Cegah Pernikahan Anak Usia Dini Pexels.com/Maurício Mascaro

Femmy juga mengimbau kepada satuan pendidikan yang merupakan lingkungan kedua terdekat setelah keluarga melalui guru di sekolah dengan melakukan edukasi dan pendampingan tentang bahayanya pergaulan dalam upaya pencegahan perkawinan anak.

"Sekolah dan orang tua harus punya 'bahasa' yang sama supaya anak-anak ini paham apa yang disampaikan kepada mereka terkait pernikahan dini," kata dia.

Topik:

  • Rendra Saputra

Berita Terkini Lainnya