Comscore Tracker

Biden Fokus Infrastruktur, Investor Timur Tengah Cari Peluang di AS

Biden punya rencana pendanaan infrastruktur 2 triliun dolar

Jakarta, IDN Times - Investcorp, perusahaan investasi yang berbasis di Bahrain, sedang mencari peluang berinvestasi di jalan dan pelabuhan Amerika Serikat (AS). Upaya itu muncul pada saat Presiden Joe Biden mengusulkan rencana pendanaan lebih dari 2 triliun dolar AS untuk infrastruktur.

Rencana infrastruktur itu termasuk pembiayaan untuk membangun jembatan, bandara, broadband, kendaraan listrik, perumahan, dan pelatihan kerja. Di mana dananya akan diperoleh termasuk dari menaikkan tarif pajak perusahaan.

CNBC melaporkan, Biden akan segera bertemu dengan anggota bipartisan Kongres untuk membicarakan rencana infrastruktur tersebut.

Baca Juga: Bangun Infrastruktur Digital, Sri Mulyani Siapkan Rp17 T per Tahun

1. Mencari peluang di AS

Biden Fokus Infrastruktur, Investor Timur Tengah Cari Peluang di AShttps://pixabay.com/

Kesempatan untuk meningkatkan infrastruktur AS pun langsung dibidik Investcorp. Rishi Kapoor, co-chief executive di Investcorp, mengatakan bipartisan AS kemungkinan akan menerima rencana untuk meningkatkan infrastruktur negara tersebut, meskipun ada ketidaksepakatan tentang cara membiayai pengeluaran.

Kapoor juga mengatakan, AS tampaknya akan menutupi kekurangan belanja infrastruktur selama dekade terakhir.

“Kenyataannya adalah bahwa telah terjadi pengeluaran yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan kebutuhan ekonomi. Lebih dari satu dekade terakhir ada sekitar 835 miliar dolar AS kekurangan pengeluaran,” katanya dalam acara “Capital Connection” CNBC, Senin (12/4/2021).

“Dan ini benar-benar sekarang, kami merasa, saat ada penerimaan bipartisan dan pengakuan akan kebutuhan untuk meningkatkan dan mengejar ketertinggalan pada infrastruktur AS,” tambahnya.

2. Berinvestasi di AS

Biden Fokus Infrastruktur, Investor Timur Tengah Cari Peluang di ASSeorang anggota staf kebersihan Gedung Putih menyemprot ruang arahan pada malam Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali dari Walter Reed Medical Center setelah terkena penyakit virus korona (COVID-19), di Washington, Amerika Serikat, Senin (5/10/2020) (ANTARA FOTO/REUTERS/Erin Scott)

Investcorp pada Senin, 12 April 2021 mengumumkan investasi terkait infrastruktur AS. Perusahaan menyatakan sedang bermitra dengan perusahaan ekuitas swasta Trilantic North America untuk membeli RoadSafe Traffic Systems.

RoadSafe adalah perusahaan keselamatan lalu lintas yang berbasis di Chicago. Nilai transaksi tidak diungkapkan.

Kapoor mengatakan kesepakatan itu dapat membuka jalan bagi Investcorp untuk berinvestasi di lebih banyak proyek infrastruktur AS pada masa depan.

“Apa yang ingin kami bangun dari sini adalah investasi infrastruktur murni langsung di pelabuhan dan jalan raya dan jalan tol, utilitas, dan lainnya di AS,” katanya.

Baca Juga: Joe Biden Rilis Rencana Infrastruktur Rp28 Ribu Triliun

3. Rencana infrastruktur Biden

Biden Fokus Infrastruktur, Investor Timur Tengah Cari Peluang di ASPresiden Amerika Serikat terpilih, Joe Biden, saat masih melangsungkan kampanye Pemilu Presiden Amerika Serikat 2020 pada bulan Oktober 2020 lalu. (Facebook.com/

Biden telah meluncurkan rencana infrastruktur senilai 2 triliun dolar AS atau setara sekitar Rp28 ribu triliun pada 31 Maret 2021. Rencana yang bertujuan untuk memodernisasi jaringan transportasi Amerika itu, menciptakan jutaan pekerjaan dan memberikan investasi “sekali dalam satu generasi” itu diharapkan dapat memungkinkan AS menjadi lebih baik dari Tiongkok di panggung ekonomi global.

Tahap pertama dari program “Build Back Better” Biden itu ia kemukakan dalam pidatonya di Pittsburgh. Di mana ia merinci investasi besar-besaran yang dilakukan selama delapan tahun.

“Hari ini saya mengusulkan sebuah rencana untuk bangsa yang menghargai pekerjaan, bukan hanya menghargai kekayaan. Itu membangun ekonomi yang adil yang memberi setiap orang kesempatan untuk sukses. Itu akan menciptakan ekonomi yang paling kuat, paling tangguh, dan inovatif di dunia,” kata Biden, mengutip Channel News Asia.

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya