Comscore Tracker

Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Ini Pesan Sri Mulyani

Sri Mulyani menyebut Kemenkeu memiliki peran penting

Jakarta, IDN Times – Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani Indrawati menyebut Indonesia pasti bisa mewujudkan cita-cita mulia pendiri negara, yang tertuang dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Ia juga menyatakan bahwa dalam menjalankan tugas negara, pemerintah tidak melupakan amanat tersebut.

“Kita semuanya di dalam menjalankan tugas negara tentu tidak pernah lupa bahwa ini adalah sebuah amanat yang harus kita terus jaga untuk menuju dan mencapai Indonesia yaitu tujuan Indonesia sesuai dengan yang diamanatkan para pendiri kita,” ujarnya dalam acara peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) Kementerian Keuangan 2021, Rabu (8/12/2021).

Sri Mulyani lebih lanjut menyatakan bahwa tujuan yang luhur dan mulia itu telah ditetapkan menjadi suatu kompas untuk melakukan ikhtiar terbaik.

“Dan ini adalah suatu upaya terus menerus dari generasi ke generasi semenjak atau bahkan sebelum Indonesia merdeka sampai dengan hari ini di mana kita memegang tongkat estafet untuk bisa meneruskan perjuangan mencapai tujuan yang luhur dan mulia tersebut,” jelasnya.

Baca Juga: Survei: Risma dan Sri Mulyani Jadi Menteri dengan Kinerja Terbaik

1. Cara mencapai tujuan

Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Ini Pesan Sri MulyaniMenteri Keuangan Sri Mulyani (Dok Humas Setkab)

Sri Mulyani menyatakan tentunya semua itu bukan hanya impian belaka bagi Indonesia. Apalagi jika Indonesia melakukan ikhtiar dan menggunakan seluruh kemampuan serta sumber daya yang dimiliki.

Ia pun menyebut ada paling tidak enam hal yang harus dilakukan untuk mendekatkan Indonesia menuju hal yang dicita-citakan tersebut. Di mana itu termasuk membangun masyarakat Indonesia sehingga memiliki pendidikan, mendapatkan fasilitas kesehatan, perlindungan sosial, menjadi generasi atau sumber daya manusia yang unggul, produktif, sehat dan berpikir kreatif.

“Kita juga perlu membangun infrastruktur yang layak dari mulai infrastruktur dasar seperti sanitasi, air bersih hingga infrastruktur yang menciptakan konektivitas dan mendukung mobilitas serta produktivitas. Jalan Raya, kereta api, kemudian airport, pelabuhan dan juga bahkan teknologi digital,” jelasnya.

2. Kemenkeu memiliki peran penting

Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Ini Pesan Sri MulyaniMenteri Keuangan Sri Mulyani. (IDN Times / Auriga Agustina)

Selain itu, Sri Mulyani juga mengatakan pemerintah perlu untuk membangun birokrasi yang bersih, yang kompeten, dan yang melayani.

“Kita juga harus menjaga tata ruang wilayah kita dan bagaimana mengelola sumber daya ekonomi dan keuangan secara akuntabel, profesional, dapat dipercaya dan di sini kementerian keuangan memiliki peran penting karena kita bertugas sebagai bendahara negara,” katanya.

Baca Juga: 3 Cara Agar Korupsi Tak Jadi Budaya Menurut Mahfud MD

3. Pandemik menghalangi kemajuan

Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Ini Pesan Sri MulyaniMenteri Keuangan Sri Mulyani (Dok.Biro Pers Kepresidenan)

Dalam pemaparannya, Sri Mulyani juga menyatakan bahwa meski Indonesia terus berupaya mencapai tujuan-tujuan tersebut, pandemik COVID-19 telah menghadirkan kemunduran (set back). Ia pun menyebut bahwa sudah menjadi tugas pemerintah untuk mendorong pemulihan.

Lebih lanjut, Sri Mulyani menyatakan bahwa capaian-capaian yang harus didorong itu bukan hanya dari sisi ekonomi, tapi juga hal-hal lain seperti tingkat demokratisasi, indeks perilaku anti korupsi, dan juga tingkat risiko terkena kejahatan atau crime rate di Indonesia.

“Ini capaian-capaian yang menggambarkan bahwa di dalam kita mengelola negara ini, di dalam kita bahkan di kementerian keuangan mengelola keuangan negara, kita memahami bahwa tujuannya tidak selalu bentuknya yang tangible seperti membangun jalan tol, atau membangun bendungan, atau dalam hal ini membangun jaringan komunikasi seperti satelit,” jelasnya.

“Namun juga mencakup pembangunan yang sifatnya adalah karakter dan sikap yang kemudian terwujud kan dalam bentuk tadi bagaimana manusia berinteraksi, masyarakat kemudian membentuk sebuah dinamika yang memiliki etika, yang memiliki ciri-ciri yang baik, demokrasi saling menghormati perbedaan namun tetap tidak anarkis dan bisa kemudian kita bersatu di dalam mencapai tujuan. Ini adalah suatu tujuan dan juga berbagai capaian yang tidak mudah tapi tidak menjadi alasan untuk kita untuk tidak bekerja keras dalam mencapainya,” tambah Sri Mulyani.

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya